Home / OPINI / POLITIK

Minggu, 4 Februari 2024 - 06:36 WIB

Ketika Sembako dan BLT Tidak Mampu Menggoyahkan Hati Untuk Memilih Pemimpin Indonesia Yang Ideal

Penulis : Jacob Ereste
Medialiterasi.id | OPINI – Kekhawatiran banyak orang terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 (Pilpres, Pileg maupun Pilkada) tidak jujur, tidak adil dan lebih beradab, karena menengarai akan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan cara curang, adanya intimidasi dan pelanggaran etika mulai dari tahapan awal penentuan calon hingga pelaksanaan kampanye sampai saat perhitungan suara untuk semua jenis kompetisi yang ada dalam rangkaian Pemilu 2024.

Implikasi dari kondisi yang sesungguhnya menggejala dalam masyarakat itu, sama dengan wujud pemberian bantuan langsung tunai (BLT) atau dalam bentuk sembako serta pemberian lainnya dalam upaya merayu rakyat sebagai pemilih yang sesungguhnya hendak dikerdilkan. Kecuali itu, segala bentuk bantuan dalam bentuk bahan pangan pokok serta uang tunai itu, merupakan pengakuan atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mengatasi kemiskinan rakyat.

Himbauan terhadap pegawai negeri sipil, militer dan Polri agar bersikap netral lantaran ditengarai adanya kecenderungan dari aparat pemerintah berpihak kepada salah satu calon atau pasangan calon Presiden maupun terhadap partai politik tertentu yang sepatutnya tidak dilakukan.

Seperti pemasangan alat peraga selama kampanye Pilpres maupun parpol tertentu, aparat pemerintah pun harus bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu peserta Pemilu yang diharap bersih dan bermartabat.

Baca Juga  Makzulkan Jokowi, Partai Politik Untung

Begitulah idealnya pesta demokrasi rakyat yang bebas dan memiliki rasa aman dan nyaman menyambut Pemilu 2024 yang diharap bisa lebih berkualitas, setidaknya dibanding pelaksanaan Pemilu di Indonesia sebelumnya yang riuh dengan kecurangan hingga menelan banyak korban.

Catatan tentang meninggalnya sejumlah petugas KPPS usai Pemilu 2019 sungguh penting menjadi perhatian dan kewaspadaan secara bersama agar tidak sampai terulang. Sebab hakekat dari pesta demokrasi bagi rakyat harus dimaknai dengan kegembiraan dan kebahagiaan untuk menyambut perubahan yang lebih baik dari waktu sebelumnya dengan adanya pemimpin yang baru untuk memperjuangkan amanah rakyat dengan baik dan benar, tanpa keculasan maupun pengkhianatan.

Karena itu, pilihan yang terbaik bagi rakyat harus dilakukan dan dijaga bersama, karena pilihan rakyat itu bisa dikata sebagai pilihan Tuhan untuk menentukan masa depan bangsa dan negara yang tidak boleh dipertaruhkan seperti dalam perjudian. Karena pilihan rakyat untuk memimpin negara dan bangsa Indonesia pada lima tahun ke depan akan sangat menentukan upaya untuk mencapai kesejahteraan rakyat dalam arti luas. Adapun kesejahteraan yang paling utama itu adalah sejahtera dalam pengertian ekonomi, sejahtera pula dalam pengertian sosial dan budaya dengan meningkatkan kecerdasan dan etika, serta moral segenap anak bangsa agar memiliki kepribadian yang luhur dalam pergaulan dalam skala lokal, nasional dan internasional. Maka itu, usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa — pada tataran intelektual serta spiritual — menjadi kewajiban pemimpin bangsa Indonesia yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga  Kiat Meminimalisir GOLPUT Pemilu

Begitulah tampaknya kecemasan selama Pemilu yang menghantui itu sekarang telah mencair. Sebab sembako dan BLT hingga serangan fajar tidak lagi mampu menggoyahkan keteguhan hati nurani kita yang terus terjaga untuk tetap memilih pemimpin masa depan Indonesia yang paling ideal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan semua bentuk kecurangan dan keculasan yang dilakukan oleh berbagai pihak itu sangat mungkin luput dari pengawasan manusia, tapi pasti tidak dalam kuasa Tuhan. Dan ganjaran serta azab-Nya pasti kelak pun ada juga.

Tiga Raksa, 3 Februari 2024

Share :

Baca Juga

OPINI

1 Muharam dan Krisis Kesadaran Waktu di Era Digital

BERANDA

Butuh RM600 Ribu, Bangunan ‘Flat’ Ilegal Komunitas Rohingya di Hulu Langat Segera Dibongkar

ACEH

Blok Andaman dan Kesempatan Emas Aceh Menjadi Hub Energi Asia Tenggara

ACEH

MENAGIH JANJI MoU HELSINKI DAN UUPA: Jangan Sampai South Andaman Menjadi Arun Jilid II

EDUKASI

UIN SUNA 57 Tahun: Kampus Peradaban untuk Generasi Hebat

BERANDA

Prof. TM. Jamil : Pusat Jangan Hanya Butuh Gas, Tapi Tak Butuh Rakyat Aceh

BERANDA

BEM UI Serukan Aksi Damai di Bundaran HI 12 Juni, Kritik Kebijakan Pemerintah

ACEH

Zulmi Resmi Gantikan Iskandar Pimpin PKB Aceh Timur Masa Bakti 2026-2031