Home / BERITA

Jumat, 15 September 2023 - 00:30 WIB

Kinerja BKSDA Dinilai Melempem

ACEH TIMUR – Puluhan Gajah liar kembali obrak-abrik lahan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu 13 September 2023 malam.

Sekitar 30 hektar kurang lebih lahan yang ditanami beragam tanaman hancur lebur akibat ulah sebutan ‘Po Meurah’ itu. Mulai dari tanaman sawit, pisang, pinang dan bermacam tanaman lain. Diperkirakan kerugian masyarakat mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini membuat salah seorang anggota DPRK Aceh Timur, Zulfadli Oyong Fraksi Partai NasDem angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Ia menilai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh lamban dalam merespon keluhan masyarakat.

Pasalnya, diketahui konflik Gajah liar dengan manusia di kawasan Aceh Timur kerap terjadi dan sudah dilaporkan kepada pihak terkait akan tetapi tidak ada solusi lebih lanjut guna mengatasi hal yang dimaksud.

Baca Juga  Ketua DPRK Aceh Utara Meminta Pemerintah Daerah Mendata Semua Tenaga Kontrak Dan Sukarela

” Jika terus dibiarkan begini tanpa solusi, kami mengkhawatirkan kedepan bisa membahayakan nyawa masyarakat. Maka oleh sebab itu, dalam hal ini BKSDA punya peran penting dan cukup untuk merespon secara intensif terkait kawanan Gajah liar yang kerap merusak lahan warga, ” Kata Zulfadli Oyong kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).

Selain itu, yang menjadi PR terhadap BKSDA ialah ketika perihal Gajah memasuki kawasan Kebun warga kemudian dilaporkan kepada mereka, namun tak kunjung diturunkan tim atau ranger ke lapangan guna mengusir kawanan mamalia besar itu.

Baca Juga  HIMAKMUR Lakukan Aksi Solidaritas Bantu Korban Banjir Aceh Utara

” BKSDA kan punya petugas di daerah yang biasa dikenal ranger, jadi tolong diturunkan ke lokasi dengan secepat mungkin. Ini dari laporan masyarakat kepada saya, sering kali petugas tidak turun saat kejadian diberitahukan, nah ini suatu problem juga bagi masyarakat, kasian mereka harus merugi, ” Terang Oyong

Kemudian salah satu penyebab masuknya kawanan Gajah liar itu karena Global Positioning System (GPS) yang terpasang sudah tidak terdeteksi lagi alias rusak. Menurut informasi kerusakan GPS sudah lama, akan tetapi belum diganti yang baru oleh pihak terkait.

” Kita minta BKSDA ditingkatkan lagi responsif terhadap keluhan dan persoalan masyarakat,” Timpa Dewan termuda asal Buket Itam itu. ***

Share :

Baca Juga

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final

ACEH

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman

ACEH

Bupati Al-Farlaky Serahkan Santunan Ahli Waris Tahap III Korban Banjir