![]()
Oleh :
T.M. Jamil
Associate Profesor
Pengamat Sosial
Universitas Syiah Kuala, Aceh
BEBERAPA waktu ini, saya sering sekali memperhatikan hal-hal yang menurut analisis saya, terlalu berlebihan dan seharusnya tidak perlu seperti itulah … Ada yang merasa dunianya berakhir, ketika sang pacar memutuskan hubungan, ada juga yang nekat mengakhiri hidupnya gara-gara sang pacar sudah tak bisa bersama lagi. Padahal dari segi usia, mereka masih terlalu sangat muda untuk melakukan hal-hal seperti itu. Usia mereka rata-rata masih belasan tahun, yang kalau saya pikir usia seperti itu adalah usia bermain, bergaul dengan teman bukan memikirkan masalah pasangan hidup apalagi untuk pernikahan, masih terlalu muda untuk beralih ke usia “tua”.
Kasihan masa mudanya berlalu dengan hampa.
Mungkin yang mereka lihat dan pikirkan adalah saat-saat menyenangkan bersama sang pacar, saat berduaan dengan sang pacar, pokoknya yang dipikirkan adalah bersama sang pacar hanya ada hal-hal yang menyenangkan saja…
Hhmmm… jangan berpikiran demikian karena yang namanya hidup ada susah senangnya, baik saat bersama sang pacar atau saat sendirian, bersama sang pacar tak selamanya hidup penuh bunga, bahkan ada saat-saat menyakitkan (bukan karena putus saja tapi selama masih pacaran), jadi janganlah masa muda hanya di isi dengan sang pacar melulu, tapi persiapkanlah masa depanmu yang cerah dengan prestasi dan karya. Itulah salah satu ciri pemuda(i) sukses.
Jangan dikira memasuki dunia pernikahan itu hanya seindah saat resepsi dan pesta saja, saat menerima banyak tamu, saat menerima banyak hadiah, dan saat menikmati malam pertama. Tidak hanya itu, karena pernikahan itu adalah sebuah perjuangan yang jauh lebih sulit daripada saat sendiri, karena di dalam pernikahan ada yang namanya orang tua, saudara, mertua, ipar, dan lain-lain, alias lebih banyak orang yang terlibat di dalamnya dan banyak perasaan yang harus dijaga agar tidak ada yang tersakiti. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah siap mental lahir dan batin.
Karena itulah kenapa saya tuliskan judul posting hari ini “Pernikahan, Bukan Sekedar Pesta dan Acara Resepsi”, karena tanggung jawab dalam pernikahan sungguh sangat banyak, seperti tanggung jawab mengurus rumah (kita tidak bisa seperti dulu mau keluar rumah, ya, keluar saja) belum lagi mengurus pasangan kita mulai dari menyiapkan makanan, menyiapkan pakaian, memandikan anak, belum lagi soal biaya mulai dari biaya makan, biaya pendidikan, bayar listrik, bayar air, biaya kesehatan, dll. Banyak banget kan tanggung jawab dalam pernikahan, tidak hanya sekedar makan bareng, nonton bareng, jalan-jalan bareng dan tidur bareng. Tidaklah sesederhana itu masalah pernikahan lho…!
Belum lagi jika menikah, tetapi belum punya penghasilan tetap atau malah belum bekerja, itu makin menyusahkan dan repot, masak sudah menikah masih menyusahkan orang tua bahkan mertua lagi? Sungguh tidak etis. Tidak indah banget kan, yang namanya menikah itu artinya mandiri, bisa mengurus keluarga sendiri tanpa merepotkan orang lain, bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa minta sama orang tua dan mertua lagi.
Lebih tidak enaknya lagi jika menikah muda, di saat teman-teman sibuk jalan-jalan dan mengejar berprestasi, kita malah sibuk urus anak, urus keluarga yang kadang menyita banyak waktu dan cukup membuat tenaga habis, teman-teman yang lain mungkin lagi sibuk liburan bersama, kita malah sibuk urus rumah, bersih-bersih, dan lain-lain, sunguh menyedihkan dalam menjalani hidup ini.
Jadi kalau belum siap dengan tanggung jawab yang besar, ya saya sarankan jangan buru-buru menikah, tapi nikmatilah masa muda dengan ceria, belajar yang rajin untuk meraih prestasi, cari pekerjaan yang layak, jalan-jalan keluar negeri, memenuhi semua yang diinginkan dengan jerih payah sendiri, buatlah orang tua bangga dan dirimu sendiri bangga, bahwa sudah mandiri dan siap mengambil tanggung jawab yang besar. Sudah terlalu banyak orang yang “korban” karena menikah di usia muda. Buktinya sekarang ini semakin banyak mereka yang harus berjuang lagi untuk belajar dan kuliah. Perhatikanlah kenyataan ini di sekelilingmu. Maka di saat usia muda, berkarya lah. Di saat sudah dewasa nikmatilah, dan ketika sudah tua nanti bersyukurlah. Insya Allah, hidup kita tidak akan sia-sia dalam Ridha Allah.
UNTUK itu, berhentilah merana karena pacar, hentikan sikap galau karena pacar, apalagi masih muda begini, ingat masa muda mu tidak akan kembali lagi, daripada menyesal dikemudian hari lebih baik dipikirkan lebih matang lagi sebelum mengambil keputusan besar yaitu menikah di usia muda. Semoga tulisan ini Bermanfaat bagi para Remaja dan Pemuda harapan bangsa dan ummat ini di masa depan…!!!






