Home / OPINI

Sabtu, 27 Mei 2023 - 06:06 WIB

Lembar XXIV ; SOP Pembakaran Dapur di BRI

Foto. Ilustrasi SOP Fauzi As

Foto. Ilustrasi SOP Fauzi As

Foto. Ilustrasi SOP Fauzi As

Lembar XXIV ; SOP Pembakaran Dapur di BRI

Oleh Fauzi As

SUMENEP, Seorang nasabah BRI unit Diponegoro disuruh membakar dapurnya sendiri oleh petugas penagihan bernama Agung.

Nasib tragis menimpa seorang bapak bernama Hosnawi nasabah BRI ini, ibarat ‘Antan Patah Lesung pun Hilang’ pepatah itu dimaksudkan pada kemalangan yang beruntun, kisah ini berawal dari tahun 2019.

Bapak Hosnawi berasal dari Kalianget Barat mengajukan pinjaman modal usaha ke BRI Unit Diponegoro, pinjaman diajukan dengan nominal Rp 200.000.000 tenor empat tahun dengan besaran angsuran Rp 6.000.000.

Berjalan 1 Tahun lamanya debitur mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19 dan usaha rental mobilnya ditipu orang.

Akhirnya BRI unit Diponegoro memberikan keringanan dengan cara hanya membayar angsuran senilai Rp. 2.000.000 Setiap bulan nasabah pun mengikuti dengan mencicil selama tujuh bulan.

Karena merasa berat nasabah pun hendak men-takeover pinjamannya melalui bank lain namun oknum BRI menawarkan agar nasabah melakukan pinjaman baru di BRI senilai 200.000.000, lagi, agung menjelaskan jika pinjaman baru itu dipotong untuk melunasi pinjaman sebelumnya yang masih bersisa sekitar 40.000.000.

Baca Juga  Lembar XXII : Selingkuh Massal Era Digital

Setelah itu Agung sebagai juru tagih BRI meminta Hosnawi untuk membalik nama sertifikat yang menjadi agunan di BRI yang semula atas nama bapaknya (Marhasan alm) menjadi nama ahli waris.

Dan sertifikatpun dibalik nama pada notaris inisial “Sy” setelah sertifikat diproses di notaris maka BRI meminta Hosnawi membawa saudara-saudara dan Ibunya untuk menandatangani pencairan baru, di kantor BRI Diponegoro dengan total pinjaman baru sebesar Rp. 200.000.000.

Anehnya setelah proses penandatanganan sudah dilakukan uang sisa pelunasan pinjaman pertama yang dijanjikan sebesar Rp 40.000.000 tidak kunjung cair, alasannya karena sudah dipotong bunga dan lain-lain.

Karena merasa dibohongi nasabah meminta penjelasan kepada saudara Agung di halaman kantor BRI, agung menjawab tidak tahu, pada hari itu juga nasabah di panggil untuk menyerahkan ATM dan buku tabungannya.

Berselang beberapa bulan kemudian nasabah pun kembali dihubungi oleh Agung dan diminta hadir karena ada hal yang mau dibicarakan.

Sesampainya di kantor, Agung meminta nasabah untuk menghadap Ibu Dian, Ibu Dian pun menagih dan menjelaskan jika angsurannya tidak dibayar maka akan didatangkan petugas lelang, Dian juga menyampaikan jika tidak mau dilelang dia harus membayar uang sejumlah Rp. 3.400.000.

Baca Juga  Lembar XX Fauzi As ; Menoleh Kredit Fiktif Bank Jatim

Aneh bin ajaib sepulang dari kantor BRI Agung menghubungi Hosnawi dan meminta agar motornya diantar ke BRI sebagai jaminan dari angsuran.

Akhirnya nasabah mengantarkan motor satu-satunya merk Revo warna merah tahun 2009. Setelah itu nasabah pulang dijemput oleh temannya.

Keesokan harinya nasabah mendatangi kantor BRI dengan menyetorkan uang sejumlah Rp 3.400.000 untuk menebus motornya yang dijaminkan, anehnya lagi uang di ambil oleh petugas BRI tanpa Kwitansi.

Begitulah SOP aneh di sebuah perbankan yang menurut MBM BRI Cabang Sumenep tidak mungkin Kebobolan.

Kami sebagai masyarakat kecil berharap BRI sebagai bank pemerintah harusnya melayani masyarakat dengan baik, tidak hadir sebagai rentenir dengan wajah seram dan menakutkan.

Ulasan tentang Oknum pegawai BRI yang menyuruh nasabah membakar dapurnya pada episode berikutnya.

Penulis ; Ketua Asosiasi Mami muda Sumenep

Share :

Baca Juga

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru

ACEH

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”