![]()
Oleh : T.M. Jamil
Astargfirullahal ‘Adhiem. Tanpa terasa hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan sudah berjalan dan terus mendekati pertengahan tahun dan menuju akhir tahun lagi. Begitu juga dengan Ramadhan Tahun 1444-H ini akan berakhir. Hari kemenangan dan kembali pada fitrah manusia yang suci tanpa dosa, Bulan Ramadhan Tahun ini pun telah meninggalkan kita dan kini saatnya untuk menyambut Idul Fitri yang suci.
Diriku ini saat terlahir ke dunia dengan membawa tangisan dan berlumuran darah, tidak mengenal apa itu dosa dan nista. Akankah Bulan Ramadhan tahun ini segala dosa yang telah aku perbuat selama tahun ini bahkan selama bertahun-tahun dalam menjalani hidup dan kehidupan ini akan terhapus dengan begitu saja dengan keampunan, Kasih Sayang dan Maha Rahim-Nya Allah? Wallaahu ‘aklam.
Aku sendiri selalu berharap dan berdo’a kepada Allah Yang Maha Rahim, semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu dan mendidik serta membimbingku ke arah yang lebih baik dan mulia di hari-hari dan masa depan dalam Ridha-Mu. Amin, Ya Rabbal Alamin.
Sementara itu, sudah terlalu banyak kesalahan dan dosa yang telah aku perbuat dan lakukan, bukan khilaf atau ketidak sengajaan sebuah dosa dan kesalahan amat sering terjadi. Semua itu karena kelemahan dan kebodohanku …
Kebodohan dan keteledoran dalam memahami arti hidup dan kehidupan ini telah membawa diriku ini terpuruk dalam perbuatan hina dan berlumur dengan dosa. Kapankah diri ini bisa memahami akan sebuah makna hidup dan pengabdian kepadaMu Yaa Rabbi?
Kapankah aku bisa menjalankan sebuah kewajiban tanpa beban, tetapi sebagai suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan tanpa ada rasa beban dan keterpaksaan? Sungguh, terasa sangat sulit diri ini untuk memahami “makna wajib dan dan tidak wajib”.
Terasa sulit untuk menjalani tanggung jawab sebagai manusia yang harus berbakti dan mengabdi kepada sang Khalik — Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Adil. Yaa Allah, bantu, bimbing dan berikanlah petunjuk Mu untukku agar Aku Mampu dan Kuat dalam menjalani perintahMu dengan mudah dan ikhlas …
Apakah karena dosa-dosa yang telah lalu menjadikan hati ini beku dan tanpa rasa?Apakah pancaran cahaya-MU tidak dapat meleburkan kebekuan hatiku ini untuk memahami sebuah makna. Shalat yang selama ini aku lakukan serasa hanya shalat tanpa makna, sekedar gugur dari sebuah kewajiban. Kenapa sulit sekali diri ini untuk mengenal hal itu.
Bahwa sesungguhnya itu adalah kebutuhan diri, suatu cara untuk menenangkan diri, dan menentramkan hati dan jiwa. Apakah karena hal itu aku belum bisa merasakan ketentraman jiwa dan hati ini? Mengapa, Senyum dan tawaku terasa hambar dan tidak menampakkan keceriaan dan kebahagiaan Yaa Rabb?
Aku Mohon maaf kepada semua sahabat, kakanda dan adindaku yang baik hatinya, ini bukanlah curhat atau keluhan, tulisan ini hanyalah saya ingin menulis apa yang ada dalam pikiranku saat ini. Mohon maaf jika segala sesuatu kurang berkenan di hati pembaca media ini.
Karena Memang itulah saya, yang dikenal dengan ‘’egois’’ berlebihan yang telah menyombongkan diri dalam kehidupan ini, padahal tanpa ada yang pantas untuk disombongkan dan dibanggakan. HANYA Tuhanlah yang pantas untuk di-Agungkan dan di-muliakan. Subhanallah.
…
Yaa Allah Yaa Rabbi, berikanlah kekuatan, kemampuan dan kesadaran untukku, keluarga Dan kepada kedua orangtuaku serta saudara-saudaraku seiman agar kami bisa untuk lebih memahami dan memaknai arti hidup ini.
Yaa Allah Yaa Tuhanku, Jangan Engkau biarkan diri ini berlumpur dengan noda dan dosa. Limpahkanlah cahayaMU Yaa Allah — agar hidupku, keluarga besarku dan sahabat-sahabatku tercinta selalu berada di jalan yang benar – Jalan yang Engkau Ridhai. Amin Yaa Mujibassailin.
Aceh, Rabu 19 April 2023






