Home / BERITA

Senin, 12 Juni 2023 - 03:27 WIB

16 PESERTA PELATIHAN DISABILITAS BLKI ACEH UTARA BUTUH BANTUAN MESIN JAHIT

Photo. Hasil Kreasi Peserta Disabilitas yang diperankan oleh Yuni Zafira salah satu peserta pelatihan Disabilitas di BLKI Aceh Utara

ACEH UTARA – Dinas Sosial Provinsi Aceh dan Dinas Sosial P2TP2A Aceh Utara latih 16 penyandang Disabilitas dari Aceh Utara di Balai Latihan Kerja dan Industri Aceh Utara yang saat ini berlokasi di Eks Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya di Desa Simpang Empat, Jalan T Hamzah Bendahara.

Pelatihan yang dimulai 11 Mei hingga 17 Juni 2023 itu kini tinggal menghitung hari, waktu yang dialokasikan selama 240 Jam Pelajaran (JP) hanya menyisakan waktu selama 64 JP atau sekitar 6 hari lagi. Peserta yang menyandang Disabilitas yang beragam itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus belajar, hal itu diungkapkan oleh Suryani, SE., (44) selaku Instruktur Menjahit, mengatakan keteladanan mereka dapat dijadikan contoh oleh peserta pelatihan yang lain.

“Selain kedatangan mereka yang tepat waktu, bahkan absensi hariannya pun tidak pernah kosong, kecuali ada alasan tertentu, dan hal itu juga disampaikan melalui WA group peserta pelatihan”, ujar Suryani kepada Medialiterasi,id Senin (12/06/2023)

Suryani juga mengakui dirinya tidak mengalami kendala dalam berbahasa isyarat, meski dirinya mengatakan tidak pernah sekolah khusus untuk melayani peserta Disabilitas. Pola pelatihan yang diterapkan juga sama dengan pelatihan yang di ikuti oleh peserta normal lainya. Dirinya selaku Instruktur ASN di UPTD BLKI Aceh Utara, merasakan kebahagiaan tersendiri dan ikhlas dalam mengajar peserta pelatihan Disabilitas meskipun dirinya mengakui tidak mendapatkan honor dari pelatihan tersebut.

Baca Juga  YLBH CaKRA Ajukan Praperadilan terhadap Kapolres Lhokseumawe, Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

“Ada paket pelatihan atau tidak, saya selaku ASN tetap masuk jam kerja setiap harinya, kecuali sabtu dan minggu dan jika ada pelatihan maka hari sabtu juga masuk kerja”, ujar Suryani.

Dalam kesempatan yang sama, Yuni Zafira (27) selaku salah satu peserta Disabilitas asal Kuta Makmur, Desa Cot Rheu mengaku senang mengikuti pelatihan ini, dirinya mengatakan melalui terjemahan sesama peserta yang mengetahui bahasa isyarat itu mengatakan dirinya sudah pernah menjahit sebelumnya dirumah, namun setelah belajar di BLKI Aceh Utara maka jahitannya lebih rapi dan sudah mengetahui pola sesuai dengan modul belajar. Hal itu di terjemahkan oleh Nur Atiah (38) yang merupakan salah satu peserta pelatihan menjahit Disabilitas.

Hal yang sama juga di utarakan oleh Nursiah Idris (45) sebelumnya dirinya mengakui tidak pernah memakai mesin jahit, bahkan dirinya sempat menangis selama dua minggu akibat dirinya belum bisa menggunakan mesin jahit.

“saya tidak pernah menggunakan sebelumnya, hanya melihat punya orang lain. Dan semenjak belajar di BLKI saya sudah bisa menjahit” ucap Nursiah

Peserta pelatihan Disabilitas mengaku kepada Medialiterasi.id, Seluruh peserta pelatihan ingin melanjutkan usahanya setelah selesai pelatihan, namun mereka rata – rata  mengatakan masih belum memiliki mesin jahit sendiri.

Baca Juga  DPRK Aceh Utara Secara Resmi Menyerahkan 3 Nama Calon Pj Bupati Aceh Utara ke Kemendagri

Awi Suwanto (37) peserta dari desa Kebun Pirak, Kecamatan Paya Bakong mengharapkan pemerintah Aceh Utara atau Aceh memiliki program untuk membantu penyandang Disabilitas setelah mengikuti pelatihan di BLKI Aceh Utara.

“agar ilmu yang didapatkan seusai pelatihan, dapat di kembangkan dan membuka usaha mandiri untuk meningkatkan perekonomian keluarga”, ucap ayah satu anak ini.

Nur Akmal SE, selaku Kepala UPTD BLKI Aceh Utara, membenarkan hal tersebut dan  BLKI Aceh Utara sangat harmonis dengan Dinsos Aceh dalam meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di kabupaten Aceh Utara, dengan adanya perhatian pemerintah Dinas sosial Aceh, 16 para penyandang Disabilitas sudah memiliki skill garmen aparel (menjahit pakaian dgn mesin).

Nurul Akmal berharap dengan memiliki skill peserta dapat menciptakan lapangan kerja mandiri. Sehingga dapat menekan angka kemiskinan dlm provinsi Aceh khususnya di kabupaten Aceh Utara. Nurul juga memberi apresiasi kepada instruktur terkait.

“Berkat perjuangan seorang pendidik atau instruktur sabar yang dimiliki oleh BLKI Aceh Utara, walau tanpa ada honorarium, akhirnya Disabilitas bisa mendapatkan ilmu garmen aparel (menjahit pakaian dgn mesin) dengan lancar”, tutup Nur Akmal. [ëndæ]

Share :

Baca Juga

BERITA

Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas

ACEH

Demo Rusuh di Kantor PT Bumi Aceh Timur, Massa Tahan Manajer dan Desak Pembebasan Hasanudin

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026

ACEH

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

ACEH

Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta.

BERITA

Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

ACEH

BUNDA GURU PGRI ACEH TIMUR SALURKAN BANTUAN UNTUK 309 GURU KORBAN BANJIR DI 3 KECAMATAN