Home / BERITA

Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:01 WIB

Teuku Rihayat, Profesor Pertama dari Politeknik Negeri Lhokseumawe

Photo : Profesor Teuku Rihayat

LHOKSEUMAWE – Setelah menempuh proses tak mudah, dalam rangka untuk bisa memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan Undang-Undang, akhirnya Teuku Rihayat berhasil meraih gelar Profesor.

Kepastian memperoleh jabatan fungsional tertinggi dalam hirarki jabatan fungsional dosen ini dipastikan setelah pria kelahiran Medan, Sumatera Utara pada 10 Juli 1969 silam ini menerima salinan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbud Ristek RI) Nomor 65201/MPK.A/KP.07.01/2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

Bahwa dalam surat yang ditandatangani Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim pada 20 Oktober 2022 itu, bahwa Teuku Rihayat per 1 Oktober 2022 sah bergelar Profesor atau Guru Besar dalam bidang ilmu Pengetahuan Bahan, dengan angka kredit sebesar 922, dan ia berhak menambah gelar akademik pada namanya menjadi Prof. Dr. Teuku Rihayat, ST.,MT.

Capaian yang diraih oleh Teuku Rihayat ini tentunya menjadi kabar yang menggembirakan sivitas akademika Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), hal ini wajar, karena Teuku Rihayat menjadi dosen pertama di lingkungan PNL yang mendapatkan gelar tertinggi di PNL.

Baca Juga  Tim Pemkab Aceh Barat Berhasil Jangkau Sikundo Setelah 16 Jam Perjalanan, Bupati Tarmizi Ungkap Kondisi Sebenarnya

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST.,M.Eng.Sc yang menghubungi media ini Sabtu, (30/10/2022) mengucapkan selamat kepada Teuku Rihayat, juga Didi demikian Direktur PNL ini biasa disapa berharap ini menjadi motivasi buat dosen PNL yang lain.

“Selamat kepada Prof. Rihayat, mudah-mudahan akan menjadi motivasi dan pemicu untuk lahirnya profesor- profesor baru dari PNL,” kata Didi.

Didi juga menegaskan, bahwa pada prinsipnya pimpinan PNL terus mendorong karir seseorang terutama dalam hal akademik. Jika sudah cukup syarat dan penilaian pasti didorong untuk segera menyusul fungsional terutama menjadi profesor.

“Intinya kami pimpinan tak menghambat terutama dalam hal akademik, malah mendorong setiap dosen yang sudah punya kapasitas dan cukup syarat untuk segera mengurus profesor,” terang Didi.

“Sekali lagi, selamat buat Prof. Rihayat, mudah-mudahan ilmunya berguna untuk pengembangan PNL dan masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga  Suzuya Mall Lhokseumawe Buka Lowonga Kerja

Dalam keterangannya kepada media ini, Teuku Rihayat mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, juga pimpinan PNL, terutama direktur.

“Terima kasih atas semua dukungan dan doanya kepada semua sivitas akademika, dan pimpinan PNL, terutama Direktur PNL, para wakil direktur, bapak dan ibu yang banyak membantu dalam pengurusan jabatan ini, rekan-rekan sejawat dan bapak dan ibu sekalian sehingga saya bisa mendapatkan gelar Profesor ini,” ucap dosen Jurusan Teknik Kimia PNL ini.

Selanjutnya, Teuku Rihayat juga berharap supaya rekan-rekan sejawatnya di PNL bisa segera mengikuti jejaknya untuk menjadi Profesor, supaya nama PNL sebagai kampus vokasi bisa semakin dikenal.

“Mudah-mudahan rekan dosen yang lain di PNL bisa termotivasi dengan capaian ini, sehingga nama PNL sebagai kampus vokasi terkemuka di Aceh makin dikenal,” pungkas Rihayat.

Reporter : HT | Photo : Ist | Endang

Share :

Baca Juga

HUKUM

Penyadapan Ilegal Diduga Sasar Prabowo hingga Jurnalis, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

HUKUM

Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Pejabat Negara

ACEH

Ahli Dewan Pers Ingatkan di Gathering Medco-BPMA: AI Hanya Alat Bantu, Verifikasi Fakta Tetap Tugas Jurnalis

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

HUKUM

Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah, Penggugat Desak Prabowo Usulkan 2 Nama Calon Wapres ke MPR

HUKUM

Kronologi Penggerebekan Ma’had Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Santriwati Dibawa Dini Hari – Polisi: Pengembangan Kasus Pembakaran Warung

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir