Home / BERITA

Selasa, 1 Juli 2025 - 04:10 WIB

PWDPI Bali Gelar Seminar Kebebasan Berbicara dan Berekspresi dalam Demokrasi

MEDIALITERASI.ID | DENPASAR – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Wilayah Bali sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Kebebasan Berbicara, Berpendapat, dan Berekspresi dalam Bingkai Demokrasi”, Senin (30/6/2025) di Hotel Puri Saron, Denpasar.

Acara ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari jurnalis, mahasiswa, aktivis, hingga perwakilan organisasi masyarakat. Seminar bertujuan meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya kebebasan berekspresi sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi.

Ketua PWDPI Bali, Mujiardi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebebasan berbicara merupakan pilar utama demokrasi yang harus dijaga bersama.

“Dalam era digital ini, kebebasan berekspresi sangat krusial. Namun, tetap harus berada dalam koridor hukum dan etika agar tidak menimbulkan konflik atau disinformasi,” ujar Mujiardi.

Baca Juga  Keluarga Korban Pertanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Jonres Sinaga

Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain:

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos (sebagai keynote speaker), Akademisi dan praktisi hukum: Dr. Yonathan Andre Baskoro, S.H., LL.M., M.AP dan Dr. I Wayan Kartimin, S.S., M.Par. Sedangkan dari perwakilan TNI: Mayjen Piek Budyakti, S.H., M.H. (diwakili Mayor Budiarta, Pangdam IX/Udayana), Perwakilan Kepolisian dari Polda Bali dan Polresta Denpasar

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh pembawa acara Maichel Benedictus, dikenal juga dengan nama Romo Benny.

Seminar diawali dengan pertunjukan Tarian Pendet oleh Yayasan Taman Dharma Kerthi, menambah nuansa budaya Bali dalam kegiatan ini. Sambutan juga disampaikan oleh Pembina DPW PWDPI Bali, I Nyoman Kenak, S.H., dan doa pembukaan dipimpin oleh Pendeta Jonathan Soeharto, S.H.

Baca Juga  Dua Anggota TNI Diserang Gerakan Separatis Papua Merdeka

Mengakhiri kegiatan, PWDPI Bali menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menjaga kebebasan berpendapat yang sehat dan bertanggung jawab.

“Ini adalah wujud komitmen kami dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi serta mendorong kesadaran publik terhadap hak-hak dasar dalam menyuarakan pendapat,” kata Mujiardi di penutupan acara.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis PWDPI Bali dalam menciptakan ruang dialog yang inklusif serta memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat. (AR81)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja di Tanah Abang

BERITA

Kapolri Ungkap Upaya Pemerintah Jaga Perdamaian dan Stabilitas Ekonomi di Tengah Konflik Global

ACEH

Mualem Serahkan Surat Angkée, Pon Yaya Resmi Pimpin KPA Samudra Pase

BERITA

Pemkab Aceh Utara Gelar Peringatan Akbar Nuzulul Quran 1447 H

BERITA

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pelaku Perampasan Senjata Api di Tembagapura

BERITA

TPNPB-OPM Bantah Serang Warga Sipil di Kalikabur, TNI Klaim Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata

EDUKASI

Backpacker Ramadan Goes to Bireuen: Program Psikososial untuk Penyintas Banjir di Bulan Ramadan

BERITA

Cak Fauzi Minta OPD Terbuka pada KNPI: Pemuda Harus Terlibat dalam Arah Pembangunan Sumenep