Home / BERITA

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:15 WIB

Puluhan Siswa di Simpang Mamplam Diduga Keracunan MBG, 13 Dirawat di Puskesmas

Foto. Ilustrasi AI

MEDIALITERASI.ID | BIREUEN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2026) malam. Sedikitnya 13 siswa telah menjalani perawatan medis dan jumlah korban dilaporkan terus bertambah.

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, mengatakan para siswa mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan tersebut setelah berbuka puasa dengan keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

“Sekitar 13 orang saat ini sudah dirawat di Puskesmas kami. Korban terus bertambah,” ujar Suryani kepada wartawan, Kamis malam.

Menurut Suryani, sebagian korban juga ditangani di sejumlah polindes di wilayah Kecamatan Simpang Mamplam. Karena keterbatasan kapasitas ruang perawatan, beberapa pasien terpaksa dirujuk ke puskesmas lain.

“Ada yang dirujuk ke Puskesmas Pandrah, ada juga ke Samalanga,” katanya.

Baca Juga  Mahasiswa Aceh Desak Pemerintah Tetapkan Banjir sebagai Bencana Nasional

Ia menjelaskan, para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan pada sore hari. Selama Ramadan, paket makanan tersebut diantar langsung ke rumah masing-masing siswa.

“Korban datang setelah berbuka. Mereka diduga keracunan usai mengonsumsi MBG,” ujarnya.

Sumber media ini di Simpang Mamplam menyebutkan, distribusi makanan dilakukan dengan sistem door to door untuk menghindari pembagian di sekolah selama bulan puasa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, MBG tersebut disalurkan oleh Yayasan Bumi Produksi Gizi. Pihak yayasan menyatakan masih menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut.

Perwakilan Yayasan Bumi Produksi Gizi, Zamzami, mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap seluruh rantai pasok, termasuk pemasok bahan baku.

“Kami sedang mengecek di pemasok, di mana permasalahannya. Karena kami mengambil bahan dari supplier UMKM lokal. Informasi sementara mungkin di menu bakso,” ujarnya.

Baca Juga  Diduga Tanpa Izin, Tambang Galian C di Natar Tak Tersentuh Hukum

Ia menambahkan, tim yayasan telah diturunkan untuk memeriksa seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan hingga penyajian makanan.

“Apakah dari menu atau proses lainnya, semua harus dicek,” kata Zamzami.

Menurutnya, selama Ramadan yayasan juga menyediakan menu kering sebagai alternatif. Seluruh menu, kata dia, telah melalui pengawasan ahli gizi. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti korban maupun penyebab kejadian tersebut.

“Kami berharap tidak ada korban lanjutan. Soal pertanggungjawaban, tentu kami bertanggung jawab dan akan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah siswa yang diduga terdampak masih dalam pendataan dan sebagian masih menjalani penanganan tenaga medis. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Puslabfor Polri Nyatakan Ijazah Jokowi dari UGM Asli Usai Uji Forensik Tinta dan Kertas

ACEH

Bupati Aceh Timur Gelar Turun Tanah dan Peucicap untuk Putranya, OPD Hadir Panjatkan Doa

ACEH

392 Calon Mahasiswa Asing dari 28 Negara Ikuti CBT IAIN Langsa 2026

BERANDA

Masyumi Desak Kembalikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai Paradigma Pengelolaan Kekayaan Nasional

ACEH

Kementerian Pertanian Diminta Buka-bukaan Soal Proyek Rp520 Miliar di Aceh

BERITA

Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas

ACEH

Demo Rusuh di Kantor PT Bumi Aceh Timur, Massa Tahan Manajer dan Desak Pembebasan Hasanudin

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026