Home / ACEH / BERANDA / BERITA / SOSIAL

Kamis, 23 April 2026 - 21:06 WIB

Proyek Irigasi Jambo Aye Mangkrak, Tokoh Muda Pante Bidari: Jangan Korbankan Petani

Kekecewaan petani Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur memuncak akibat mangkraknya proyek irigasi Jambo Aye sayap kanan. Hingga April 2026, proyek strategis penopang pertanian itu tak kunjung rampung. Tokoh muda Pante Bidari, Zulkifli Aneuk Syuhada, mendesak pemerintah bertindak cepat agar petani tidak lagi jadi korban.

MEDIALITERASI.ID, ACEH TIMUR – Proyek irigasi Jambo Aye sayap kanan di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur hingga kini belum rampung. Keterlambatan ini berdampak langsung pada petani yang gagal turun ke sawah pasca banjir.

Tokoh muda Pante Bidari, Zulkifli Aneuk Syuhada, menilai mangkraknya proyek sebagai bentuk kelalaian serius. “Ini bukan sekadar proyek terlambat. Ini menyangkut perut masyarakat. Sawah rusak akibat banjir, irigasi pun tidak selesai. Petani sekarang tidak bisa menanam padi. Siapa yang mau bertanggung jawab?” tegasnya, Rabu (23/4/2026).

Baca Juga  Wow! Kades Raas Sulap Lahan Tandus menjadi Produktif, Upaya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Menurut Zulkifli, mandeknya pembangunan memperparah kondisi ekonomi petani yang sudah terpukul banjir. Jika dibiarkan, ia khawatir akan memicu gagal panen hingga krisis pangan lokal.

Soroti Kontraktor 2025

Zulkifli turut menyoroti kinerja kontraktor pelaksana proyek tahun 2025 yang dinilai gagal total. Perusahaan tersebut dianggap tidak menunjukkan kapasitas memadai, namun tetap dipercaya menggarap proyek besar.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Tahun lalu progres lambat, kualitas dipertanyakan, akhirnya harus diadendum. Ini bukti perencanaan dan penunjukan yang bermasalah,” ujarnya.

Ia mendesak Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I lebih selektif menentukan kontraktor lanjutan. Penunjukan, kata dia, tidak boleh didasarkan kedekatan atau fee. “Yang dibutuhkan masyarakat itu hasil kerja, bukan janji,” tegasnya.

Baca Juga  Polres Sabang Keluarkan DPO Kepada Seorang Wartawan 

Zulkifli menyebut sejumlah perusahaan seperti SMS, NS, KSMS, dan BJN memiliki rekam jejak baik dalam menyelesaikan proyek tepat waktu. “Mereka yang sudah terbukti mampu seharusnya diberi kesempatan. Jangan sampai proyek ini terus jadi ajang coba-coba, sementara masyarakat jadi korban,” tambahnya.

Masyarakat Pante Bidari kini menuntut langkah konkret pemerintah. “Kami tidak butuh alasan. Kami butuh irigasi yang selesai. Kalau tidak, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan terhadap pemerintah hilang,” tutup Zulkifli.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I belum memberikan tanggapan terkait keterlambatan proyek tersebut.

(Zoel A Sy)

Share :

Baca Juga

ACEH

Kejari Langsa Selidiki Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah 2026, Plt Kadisdik Dipanggil

ACEH

DPRK Aceh Timur dan BPN Bahas Penyelesaian Sengketa Lahan HGU, Dorong Kepastian Hukum untuk Masyarakat

BERANDA

Veda Ega dan Hakim Danish Bersaing Ketat di Moto3 2026, Keduanya Masuk 10 Besar Dunia

BERANDA

Kapten I Made Surya: Beli Sabu 6 Kali dari Mayor Faisal yang Diselundupkan Lewat Pesawat CN 235

BERANDA

45 Anggota DPRD Gowa Sepakat Usulkan Pemberhentian Bupati Sitti Husniah, Berkas Dikirim ke MA

BERANDA

Gaji Guru Luksemburg Capai Rp260 Juta per Bulan, Tertinggi di Dunia Versi Data OECD

BERITA

Sahal Cetak Gol Penutup, Kuta Makmur Pastikan Tiket Final Piala Bupati Aceh Utara

BERITA

KAP Papua Resmi Laporkan Perubahan Kedudukan Organisasi kepada Pemerintah se-Tanah Papua