Home / OPINI

Senin, 30 Oktober 2023 - 12:38 WIB

PERAN PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM ERA DIGITAL

Oleh :
Assoc. Prof. Dr. T.M. Jamil, M.Si
Akademisi dan Ilmuwan Sosial, USK, Banda Aceh

MENGHADAPI PERUBAHAN dan perkembangan zaman yang semakin cepat dan pesat pada saat ini baru memasuki Era Revolusi Industri yang bergeser ke Era Society 5.0 tentunya, banyak sekali menghasilkan perubahan-perubahan yang tidak bisa dihindarkan. Pemuda Indonesia menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Segala potensi yang ada pada pemuda menjadi penentu kualitas bangsa Indonesia di masa depan. Untuk itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi pemudanya yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Pemuda Indonesia harus memiliki banyak inovasi, hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi Era Sosiety 5.0.

Menurut Yuko Harayama seorang mantan anggota Eksekutif Dewan untuk kebijakan Sains dan Teknologi kantor kabinet Jepang menyampaikan bahwa “Society 5.0 itu berpusat pada manusia itu sendiri” dan juga mengutamakan kebahagiaan manusia tersebut.

Tentu saja hal itu di dukung oleh adanya Sains, Teknologi, dan Inovasi yang dilakukan oleh Jepang, inovasi tersebut merupakan bentuk persiapan Jepang untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Perubahan itu memang sulit untuk dihindari termasuk didalam bidang organisasi dan industri, dalam kehidupan orang harus terus beradaptasi dengan lingkungan dalam cakupan yang lebih luas. Organisasi juga perlu beradaptasi dalam menghadapi perubahan Teknologi, perkembangan Ekonomi, Kompetisi maupun Training sosial yang terjadi di masyarakat.

Maka dari itu, dalam aktifitas organisasi selalu mencari cara untuk berinovasi mengikuti perubahan sosial yang ada. Dulu ketika ingin berbelanja masyarakat harus datang ke Toko Offline untuk memilih dan mencari Toko yang sesuai dengan kemampuan, tetapi terjadi perubahan Teknologi yang membawa kita kepada perkembangan Teknologi yang lebih canggih sehingga mampu mempermudah aktifitas di Era Society 5.0.

Kalian pasti pernah mendengar bahwa suatu hari manusia akan digantikan oleh teknologi dari semua bidang atau sektor lapangan kerja akan tergantikan fungsinya dengan teknologi. Hal ini membuat pemerintah Jepang menggagas sebuah konsep baru yaitu Society 5.0.

Peran pemuda jepang sangat berpengaruh terhadap perubahan Era Sosiety 5.0, yaitu mempergunakan teknologi dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu. Semua hal akan menjadi mudah dengan bantuan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Semua hidup Negara jepang akan serba praktis dan otomatis.

Peran pemuda di dalam Negeri yang telah mampu beradaptasi dalam menghadapi Era Society 5.0 salah satunya adalah Negara Jepang karena perkembangan Teknologi yang begitu pesat, termasuk adanya peran-peran manusia yang tergantikan oleh kehadiran robot cerdas, dianggap dapat mendegradasi peran manusia. Hal ini yang melatar belakangi lahirnya Society 5.0 yang diperkenalkan di Kantor Perdana Menteri Jepang pada hari Senin, 21 Januari 2019.

Baca Juga  PATUNG SOEKARNO DI BANDUNG, ASPIRASI SIAPA ? 

Strategi atau hal-hal yang harus dilakukan pemuda agar dapat sukses dalam menghadapi Era Society 5.0 adalah mengikuti perkembangan zaman dengan baik, Leadership atau kepemimpinan, Language skills atau kemampuan berbahasa asing, teknologi IT, dan Writing skills.

Saat ini hadirnya generasi milenial adalah sunnatullah, munculnya generasi ini sebagai akibat kemajuan sains dan teknologi. Generasi milenial adalah generasi yang lahir mulai tahun 1980-1990-an atau 2000-an dengan karakter pribadi yang kreatif, memiliki ide dan gagasan yang cemerlang, terbiasa berpikir out of the box, percaya diri, pandai bersosialisasi serta berani menyampaikan pendapat di depan publik melalui media sosial.

Generasi milenial cenderung selalu ingin mencari tahu mengenai perkembangan zaman. Mereka mencari, belajar dan bekerja di dalam lingkungan inovasi yang sangat mengandalkan teknologi untuk melakukan perubahan di dalam berbagai aspek kehidupannya. Generasi milenial lebih percaya User Generated Content (UGC) daripada informasi searah, wajib punya media sosial sebagai tempat bersosialisasi, kurang suka membaca secara konvensional, mengikuti perkembangan teknologi, cenderung tidak loyal tetapi bekerja efektif.

Generasi milenial dan pendidikan merupakan dua konsep yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam konstelasi tulisan ini, generasi milenial sebagian besar tumbuh dan berkembang melalui pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pengembangan generasi milenial.

Untuk itu, maka pendidikan memerlukan SDM yang kompeten sebagai aset bagi proses pengembangan generasi milenial yang siap akan problematika dan tantangan, SDM yang kompeten tersebut dicapai melalui proses pengembangan. Dengan demikian, SDM menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pendidikan bagi generasi milenial.

Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen saling yang saling terkait secara fungsional bagi tercapainya pendidikan yang berkualitas. Setidaknya terdapat empat komponen utama dalam pendidikan, yaitu: SDM, dana, sarana, prasarana, dan kebijakan.

Komponen SDM dapat dikatakan menjadi komponen strategis, karena dengan SDM berkualitas dapat mendayagunakan komponen lainnya, sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pendidikan. Di mana SDM berkualitas dapat dicapai dengan pengembangan SDM.

Selain itu, Hasibuan (2007: 69) mengemukakan bahwa pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoretis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan.

Sedangkan menurut Bella, pendidikan dan latihan sama dengan pengembangan yaitu merupakan proses peningkatan keterampilan kerja, baik secara teknis maupun manajerial. Dimana, pendidikan berorientasi pada teori dan berlangsung lama, sedangkan latihan berorientasi pada praktek dengan waktu relatif singkat.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secra aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UURI No. 20 Th. 2003: 2). Sedangkan latihan, secara implisit menjadi bagian dari pendidikan.

Baca Juga  PEOPLE POWER DARI MAKASAR

Setidaknya 4 kompetensi society 5.0 harus dimiliki oleh pemuda atau alumni PT. Oleh karena itu, para lulusan disiapkan dan harus memiliki kompetensi antara lain : Pertama : Leadership yaitu, kepemimpinan untuk mempersiapkan mahasiswa dengan karakter kuat khususnya di bidang leadership. Kedua : Language skills, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris. Ketiga : IT Literacy, dimana teknologi IT menjadi ciri utama era Society 5.0. Dan Keempat, Writing skills, Kegiatan menulis penting untuk menuangkan ide dan gagasan yang kita miliki dan pemikiran maupun inovasi baru dapat ditularkan kepada Society 5.0.

Pemuda Indonesia baik yang ada di kota maupun di desa, untuk dapat menerapkan hal-hal di atas agar dapat bersaing dan sukses dalam era society 5.0, meningkatkan pemahaman kepada para pemuda tentang pengertian dan pentingnya inovasi digital di masa sekarang, harus lebih cerdas mengelola data ruang karena di Era Society 5.0 milenial akan membantu untuk menjadi pemimpin bangsa dan dapat mengawalkan serta memanusiakan zaman.

Pemuda Indonesian dalam Era Society 5.0 mempunyai peran yang sangat penting sebagai agen perubahan, sumpah pemuda salah satunya menjadi bukti nyata pentingnya peran pemuda. Peran tersebut berlanjut hingga saat ini. Pemuda Indonesia sebagai pilar dari kaum muda sekaligus sebagai generasi pencetus harus menaruh perhatian lebih terhadap kondisi saat ini, pemuda harus berperan sebagai pemimpin dan menghasilkan kreatifitas dan inovasi dengan memperkaya literasi serta memiliki wawasan yang lebih luas dalam hal perkembangan teknologi.

Peran penting pendidikan dalam pembangunan bangsa dengan jelas telah ditunjukkan secara yurudis formal dan praktik empiris operasional. SDM yang diperlukan dalam bidang pendidikan adalah SDM yang berkualitas dalam berfikir dan berbuat. Artinya, SDM yang menguasai IPTEK dan mengembangkannya sehingga mereka memiliki kemampuan secara konseptual dan kemampuan teknis yang dapat disumbangkan bagi peningkatan kualitas proses dan produk pendidikan.

Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM agar dapat menunjukkan peran penting dan strategis pendidikan dalam transformasi sosial. Pengembangan SDM adalah upaya peningkatan kualitas tenaga kependidikan, melalui pendidikan dan pelatihan. Terdapat dua jenis pengembangan SDM, yaitu pengembangan secara formal dan secara informal.

Kedua jenis pengembangan SDM tersebut dalam kenyataannya tidak bersifat dikotomis, melainkan saling melengkapi sebagai suatu upaya peningkatan kualitas SDM. Terdapat lima domain penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan, yaitu: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama.

Pengembangan pada kelima domain tersebut diperlukan upaya pengendalian mutu terpadu atau total quality control (TQC). Selain itu, pendidikan dan latihan sebagai wahana pengembangan SDM diperlukan suatu program diklat terpadu agar tercapai efektif.

Share :

Baca Juga

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru