Home / OPINI

Rabu, 3 Januari 2024 - 06:55 WIB

OPTIMISME RIZAL RAMLI

BETAPA mengejutkan saat penulis mendarat di Bandara Soekarno Hatta Rabu pagi sekembalinya memainkan umroh membuka HP. Terbaca berita telah meninggalnya tokoh pejuang, ekonom, mantan menteri, alumni ITB dan banyak sebutan lain DR Rizal Ramli. Semua faham bahwa Rizal Ramli adalah tokoh yang menentang pemerintahan Jokowi yang dianggap telah keluar dari rel konstitusi, tidak berpihak pada pribumi dan beralih menjadi otoriter.

Bukan satu kali Rizal Ramli menyatakan Jokowi akan segera runtuh akibat ulah yang dikhianati kepada bangsa dan negara. Ia menjatuhkannya bersama Soeharto maupun Sukarno. Bahwa cara mengelola negara yang jor-joran Jokowi akan berakibat fatal. Rakyat muak bahkan marah. Rizal Ramli sendiri siap memimpin gerakan rakyat untuk meruntuhkan rezim ini. Kekuasaan ilahi dan semangat perubahan rakyat akan mampu menumbangkan, menurutnya.

Optimisme yang luar biasa dan mencerahkan bagi siapa pun yang mendambakan perubahan. Semangat muda yang reformatif bahkan revolusioner. Kepada orang-orang berambut putih yang bersilaturahmi ke rumahnya Rizal Ramli selalu berseloroh tapi serius juga agar menyemir rambut putihnya menjadi hitam kembali. Tampilan harus muda agar berjuang bagai anak muda.

Baca Juga  KETIKA ARGUMEN, BERBALAS DENGAN SENTIMEN DAN PENZALIMAN : SAYA BELAJAR UNTUK MENGHARGAI

Kenangan berharga dan sulit untuk dilupakan adalah saat bang Rizal Ramli mengajak naik becak berdua untuk menunaikan ibadah shalat jum’at di Masjid dekat rumahnya Jalan Bangka yang agak memutar. Ia menyampaikan bahwa Rizal, yang kebetulan sama dengan nama awalnya, agar yakin bahwa perjuangan kita akan berhasil. Jokowi sudah panik melihat geliat rakyat dan kegagalan program-programnya. Pemerintahan Jokowi sudah keterlaluan, serunya.

Rizal Ramli memang tokoh luar biasa. Sangat berpendirian dan memiliki kapasitas untuk memimpin negara dan memperbaiki perekonomian bangsa. Andai tidak berlaku ambang batas presiden tentu ia maju sebagai Presiden Calon. Bukan hal yang mustahil, Rizal Ramli bisa menjadi Presiden. Ia memiliki banyak gagasan untuk merekonstruksi negara. Rizal pemimpin yang kuat.

Baca Juga  Menimbang Meritokrasi di Balik Penunjukan Komisaris PGE

Kini Rizal Ramli telah dipanggil ilahi untuk mendahului. Ia pergi menjadikan fondasi sejarah sebagai monumen. Monumen perjuangan, perubahan dan perbaikan. Optimisme menggerakan semangat kaum muda. Orang tua juga. “Semir rambut putih menjadi hitam, agar kamu menjadi muda”. Agar tidak merasa tua dan tidak mampu melakukan apa pun.

Perubahan sebentar lagi. Selamat jalan bang Rizal, masih banyak penerus perjuanganmu. Tidak sia-sia abang optimis.

Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan maghfirah. Memasukkan ke dalam Surga Jannatun Naim. Aamiin.

oleh M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan)

Bandung, 3 Januari 2024

Share :

Baca Juga

ACEH

Guru Besar USK: Jabatan Publik Bukan Harta Warisan, Jangan Hanya Bagi Jabatan Sementara Rakyat Melarat

OPINI

Sinergi Pemuda dan Polri: Membangun Kepercayaan, Menegakkan Keadilan

OPINI

KABUT ASAP: Ketika Asap Lebih Paham Cara Menutupi Persoalan Daripada Pejabat yang Menanganinya

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

OPINI

Masker Untuk Rakyat, Topeng Untuk Penguasa: Ketika Negara Gagal Melindungi Warganya

OPINI

Opini Guru Besar USK: Bendera Bintang Bulan Aceh dan Ujian Kepastian Hukum Negara

OPINI

Waktu Akan Membuktikan: Penjilat Pergi Saat Kepentingan Habis, yang Tulus Tetap Setia

OPINI

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara