Home / EDUKASI / OPINI

Jumat, 19 Januari 2024 - 06:21 WIB

Opini : Peran Santri Dalam Mewujudkan Pemilu Demokratis Dan Sejahtera

Oleh : Hidayat

[Mahasiswa semester VII Progam Studi Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep-Madura]

Secara umum santri adalah seorang yang mengikuti pendidikan agama islam. menurut kamus besar bahasa indonesia ( KBBI ) santri mempunyai dua arti: orang yang mendalami agama islam, dan orang yang beribadah secara sungguh-sungguh.

Santri mempunyai dua kategori yaitu santri yang bertempat tinggal di pondok pesantren (santri mukim) dan santri kalong / santri non mukim yang hanya sesekali-kali saja datang ketemu dengan kiai.

Menurut A H. Jhon berpendapat bahwa santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji (Dhofir, 1982: 18), Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa seorang santri adalah seseorang yang mendalami ilmu agama dan kitab-kitab yang diajarkan oleh guru/kiyai.

Setiap santri dituntut untuk belajar sepanjang hayat baik saat di pesantren maupun ketika sudah keluar dari pesantren. Tuntutan itu menjadikan para santri menjadi pembelajar dalam hidupnya dan masyarakatnya

Baca Juga  Etika Politik Bar-barian

Masyarakat adalah ujian yang sebenarnya dari kualitas seorang santri. santri berasal dari masyarakat dan akan kembali ke masyarakat.

Pemilu adalah kompetisi untuk mengisi jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal dari warga yang memenuhi syarat.

Peserta pemilu dapat berupa perseorangan dan partai politik tetapi yang paling utama adalah partai politik, karena partai politik mengajukan kandidat dalam pemilu untuk kemudian dipilih oleh rakyat.

Dalam pelaksanaan demokrasi pasti ada ujaran kebencian seperti berita hoax yang menjadi warna dunia maya. Hal tersebut sangatlah sulit dihindari karena hampir semua orang mengakses media sosial.

Baca Juga  Ketua Forum TBM Aceh Berbagi Inspirasi Literasi dalam Pembekalan KKN Universitas Syiah Kuala 2025

Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus mempunyai peran penting dalam penguatan demokrasi dan memberikan keamanan bagi masyarakat pada saat pemilu berlangsung.

Dan santri harus memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilu sejahtera dengan berbuat kebaikan dan mempertahankan NKRI HARGA MATI.

Maka dari itu santri mempunyai peran penting untuk menjada pemilu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik dan terhindar dari berita hoax demi mewujudkan pemilu yang sejahtera.

Golongan santri memiliki peran penting dalam menjaga kondusifitas pemilu, perbedaan dukungan jangan dijadikan alasan untuk tidak bersatu. Santri sebagai kaum intelektual harus mengambil peran dalam berjalannya demokrasi seperti mengadakan do’a bersama dan memberikan kedamaian jalannya demokrasi.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Bukan Tanda Gila, Ini 7 Fakta Psikologis di Balik Kebiasaan Bicara Sendiri yang Jarang Diketahui

OPINI

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara

EDUKASI

Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

EDUKASI

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Ekonomi Syariah FEBI UIA Kantongi Akreditasi Unggul

BERANDA

Salah Kaprah! Tidak Ada SEA Games 2026, Ini Bedanya SEA Games dan Asian Games

EDUKASI

Luka Hati Tak Kunjung Sembuh? Ini 5 Cara Sehat Bangkit dan Pulih Secara Perlahan

EDUKASI

Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Digitalisasi, Dosen UIA Menyapa Desa Wisata Sade

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum