Home / OPINI

Sabtu, 22 Juli 2023 - 17:12 WIB

MENUJU PERUBAHAN SEBUAH BANGSA, HARUS DIMULAI DENGAN PERJUANGAN BERSAMA

 

Oleh
T.M. Jamil
Associate Profesor
Pengamat Sosial, USK, Banda Aceh

“Jangan menilai seseorang dari luarnya. Kamu mungkin mendengar kisah hidupnya, tapi kamu tak tahu apa yg telah dilalui dengan derita batin dan hatinya”.

ADA FENOMENA MENARIK yang terjadi pada beberapa sahabatku pada beberapa tahun lalu – yang semuanya terpukau pada apa yang kini dimiliki oleh salah satu temanku yang lain … kata mereka, wah hebat banget dia sekarang bisa beli ini bisa beli itu, terus kerjaannya juga asyik bisa dari rumah dan tidak terikat waktu dan tempat … kata mereka.

Sahabat-sahabatku itu ternyata juga ingin seperti temanku yang sukses itu, meniru apa yang dia kerjakan, siapa tahu bisa ikutan memiliki apa yang sudah dimiliki oleh orang yang sukses. Begitu gampang dan memudahkah untuk seseorang mencapai sukses? Kadang-kadang kita sering lupa bahwa usaha, kerja keras, dan sabar itulah yang dapat mengantarkan seseorang untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.

Renungkan lah kata-kata berikut ini, “Kehidupan yang tidak pernah dipertanyakan, bukanlah sebuah kehidupan yang berharga. Sebuah kehidupan yang tidak pernah diuji atau dipertanyakan tidak pantas dinamakan hidup”. Kita cenderung menilai kesuksesan dari jumlah penghasilan kita atau ukuran mobil-mobil kita, bukan dari kualitas layanan dan hubungan kita dengan sesama manusia.

Ingatlah, Semua dalam mencapai sesuatu dalam hidup ini melalui suatu proses yang berjalan dan kita wajib menjalaninya. Jika kita sabar dalam mengikuti proses, itulah ‘pintu’ yang terbuka untuk mewujudkan impian.

Hhmmm …, Namun sayangnya, yang mereka lihat adalah apa yang telah dia miliki sekarang, bukan bagaimana dia berusaha memiliki dan memenuhi apa yang dia mau, ibarat kata orang hanya melihat BUAH, tetapi tidak pernah memahami bagaimana memilih caranya saat memilih BIBIT, merawat pohon sampai menghasilkan BUAH yang diharapkan.
Padahal ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup, sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. Itulah yang sering kita lupakan. Kita selalu menginginkan hasil, tanpa harus berjuang untuk menggapainya.

Baca Juga  KETIKA INVESTASI DAPAT "MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKASIH"

Ada juga sahabatku yang mencoba belajar bekerja seperti itu dengan harapan bisa cepat memiliki barang yang diinginkan. Namun saat saya katakan padanya, semua tidak ada yang instan dalam hidup ini, butuh waktu, langsung yang bersangkutan mengundurkan diri, karena mengharapkan kerja yang ringan, cepat, tetapi hasil yang memuaskan. Itu sama artinya, dengan seorang siswa yang tidak mau masuk sekolah, tidak pernah mau belajar, tidak ikut ujian, tapi ingin mendapatkan ijazah dan nilai yang baik. Ya akhirnya dapat juga ijazah, tapi ijazah palsu tanpa kualitas diri.

Sahabatku, Bacalah kata-kata ini berulang kali dalam hatimu : “Saya hanyalah seorang manusia, tetapi saya adalah seseorang. Saya tidak dapat melakukan segalanya, tetapi saya dapat melakukan sesuatu. Saya tidak akan menolak melakukan sesuatu yang dapat saya lakukan”.

Sahabat dan pembaca Yang Mulia … untuk hasil yang baik dan stabil, tidak ada yang namanya instan, semua butuh waktu, kerja keras (tapi lebih tepat kerja cerdas) dan ketekunan. Seperti saat kita lahir pun mulai dari bayi, bukan langsung menjadi anak-anak yang berlarian, bahkan untuk bisa berlari kita harus belajar berjalan dulu yang dimulai dari merangkak.

Dalam merangkak pun kita berkali-kali jatuh dan terluka. Ujian tidak lulus, test untuk melanjutkan studi gagal, melamar pekerjaan ditolak, mau menikah gagal karena yang kita cintai telah menikah dengan orang lain, dan lain-lain sebagainya. Itulah hakikat dari sebuah perjuangan. Hanya orang-orang yang tak pernah menyerah, akan meraih sukses, sukses dan sukses dalam hidupnya.

Cepat atau lambatnya proses yang dijalani seseorang untuk menjadi berhasil adalah tergantung pada kemauan dan usaha untuk belajar dan mempraktekan yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata alias ada teori dan ada pula praktek.

Baca Juga  SEMALAM AKU BERSAMA “NAMIRA”

Jatuh bangun, gagal atau berhasil dalam sebuah usaha adalah hal yang biasa, karena dari kegagalan tersebut kita belajar untuk berpikir lebih bijaksana dan mencari jalan lain untuk mendapatkan keberhasilan, asal tidak cepat menyerah dan putus asa. Ingatlah, kesempatan bukan sekali. Tetapi kesempatan selalu hadir berkali-kali, hanya mampukah kita merebut kesempatan yang sangat banyak itu?

Jadi, untuk menjadi sukses dan berhasil tentunya dibutuhkan ketekunan, tekat kuat, semangat belajar dan tidak cepat menyerah. Proses memang hal yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang tidak pernah mengenal “kata sabar” dan merasa dirinya pintar. Allah SWT tidak menghadiahkan kesuksesan bagi orang yang pintar, tetapi Allah selalu memberikan kemudahan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh.

Sahabatku, akan tetapi hasil dari sebuah proses adalah dapat menciptakan pribadi yang kuat dan tahan banting. Tak ada sesuatu pun yang pernah berhasil dengan baik jika pelaksanaannya tidak dibantu oleh semangat yang kuat dan membina hubungan silaturrahmi yang baik dengan sesama. SAYA sendiri berprinsip dalam hidup ini : Haram bagiku berharap lebih, sebelum aku berbuat lebih.

Lihatlah berbagai kenyataan hidup dan kehidupan di sekitar kita. Bukankah layang-layang bisa menjulang tinggi karena mampu melawan arah angin yang kencang? Begitu juga, ikan di dasar laut dapat hidup dan menjadi besar, karena mampu melawan arus. Seharusnya begitulah kita dalam menjalani hidup ini agar mendapatkan hasil yang lebih baik dan menyenangkan hati. Jangan pernah bermimpi untuk meraih sukses, jika hanya menunggu dan tidak berbuat apa-apa. Hanya orang yang sabar dan mampu mengikuti semua proses, itulah calon insan sukses dan pemimpin masa depan yang dinantikan oleh umat dan bangsa ini. Selamat Berjuang untuk menuju perubahan yang sesungguhnya.

Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu, 23 Juli 2023

Share :

Baca Juga

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru

ACEH

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”

OPINI

Sekolah Tidak Bisa Mendidik Anak Sendirian