MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Nama Bapak Marsindang, MBA Sihombing Nababan tidak hanya dikenal sebagai seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang pernah mengabdikan dirinya di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tetapi juga sebagai pribadi yang menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. Beliau adalah mantan syah bandar yang telah bekerja di berbagai pelabuhan di Indonesia dan pensiun sekitar 20 tahun lalu. Dalam perjalanan hidupnya, ia tidak hanya dikenal sebagai pekerja keras, tetapi juga sosok yang rendah hati, ringan tangan, dan tak pernah ragu untuk membantu orang lain.
Sebagai seorang pensiunan, kehidupan beliau tidak berhenti di situ. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan rohani, memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Dedikasi dan semangat beliau dalam menjalani kehidupan membuat banyak orang terinspirasi, termasuk keluarga besar Nababan yang menjadikannya sebagai figur panutan.
“Beliau adalah sosok yang tidak pernah menunda pekerjaan dan selalu memulai dari hal-hal kecil. Prinsip ini yang membuat hidupnya penuh semangat dan produktivitas, bahkan hingga usia senjanya,” ujar Dr. Unedo Nababan, anak bungsu dari Bapak Masih Sihombing Nababan. Dr. Unedo, yang kini bertugas sebagai spesialis obstetri dan ginekologi di RS Umum Tarakan Jakarta, menggambarkan ayahnya sebagai pribadi yang bijaksana, penuh pengalaman, dan selalu memberikan motivasi kepada orang-orang di sekitarnya.
Di usia 87 tahun, Bapak Masih tetap aktif dan sehat. Ia dikenal sebagai tempat konsultasi bagi banyak orang, termasuk teman-teman sebayanya dan generasi yang lebih muda. “Banyak adik-adik kelas dan junior beliau yang usianya 70-an atau bahkan lebih muda sudah lebih dulu dipanggil Tuhan. Namun, beliau tetap bugar hingga akhir hayatnya. Bahkan, sakit yang beliau alami sebelum berpulang hanyalah masalah pencernaan biasa,” kenang Dr. Unedo.
Almarhum Bapak Marsindang Nababan.MBA Dinilai Oleh Putri Kandungnya Bernama Ibu Roslin Nababan Sosok Bapak Sayang dan Bapak yang baik hati Terhadap keluarga,anak anaknya serta Cucunya dengan melebihi Anaknya serta memiliki Cinta kasih yang tersentuh kebaikan nya dan mau bekerja keras demi kehidupan semua keluarganya.Ujar Ucap Anak Kandung Sang putri Almarhum Ibu Roslin Nababan.”
Teladan untuk Keluarga dan Generasi Muda
Kepergian Bapak Masih Sihombing Nababan menjadi kehilangan besar bagi keluarga Nababan. Namun, di balik rasa duka, keluarga merasa bersyukur atas umur panjang dan perjalanan hidup beliau yang penuh makna. Pesan yang ditinggalkan beliau bagi keluarga dan masyarakat adalah pentingnya belajar dari pengalaman orang tua.
“Orang tua memiliki banyak pengalaman hidup yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Jangan pernah ragu untuk mendengarkan nasihat mereka, karena itu bisa menjadi panduan untuk menghindari kesalahan di masa depan,” tambah Dr. Unedo.
Perjalanan Terakhir
Proses penghormatan terakhir kepada almarhum dimulai dengan prosesi adat yang berlangsung sejak hari Senin hingga hari penguburan pada Rabu, 21 Januari 2025. Jenazah Bapak Masih Sihombing Nababan akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di Desa Tipang, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Keluarga besar Nababan berharap seluruh prosesi berjalan lancar dan penuh hikmat. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun doa selama masa berkabung ini.
Bapak Masih Sihombing Nababan adalah contoh nyata dari seorang pekerja keras, pribadi yang tidak kenal menyerah, dan sosok yang terus mengabdi kepada masyarakat hingga akhir hayatnya. Warisan nilai-nilai hidup yang beliau tinggalkan akan terus menjadi inspirasi bagi keluarga, marga Nababan, dan generasi muda lainnya. (RANTO)







