Home / BERITA

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:37 WIB

Komnas HAM Aceh Dorong PT Medco E&P Malaka Perkuat Perlindungan Warga Terdampak Operasi Migas

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Provinsi Aceh meminta PT Medco E&P Malaka untuk meningkatkan komunikasi, perlindungan keselamatan, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasinya di Kabupaten Aceh Timur.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 96/PM.00.01/3.5.1/VIII/2025 tertanggal 4 Agustus 2025 yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Medco E&P Malaka. Surat ditandatangani Kepala Sekretariat Komnas HAM Aceh, Sepriady Utama, setelah lembaga itu menerima informasi dari perusahaan terkait kegiatan Well Suspension sumur AR-1A dan rencana pengawasan fasilitas produksi.

Komnas HAM menilai pentingnya perusahaan menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan warga di Kecamatan Indra Makmur dan Banda Alam yang terdampak aktivitas migas. Berdasarkan fungsi pemantauan sebagaimana diatur Pasal 89 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Komnas HAM memberikan apresiasi atas koordinasi yang sudah dilakukan, sekaligus mendorong sejumlah langkah perbaikan.

Baca Juga  Pascabanjir Bandang, Ribuan ASN dan PPPK Gotong Royong Pulihkan Fasilitas Publik di Langkahan

Dalam surat tersebut, Komnas HAM meminta PT Medco E&P Malaka untuk:

1. Membangun komunikasi berkelanjutan dan memberi perhatian khusus kepada warga terdampak di sekitar wilayah operasi.

2. Melakukan sosialisasi serta menyediakan informasi keselamatan dalam bentuk banner, brosur, atau media lainnya untuk mencegah risiko kecelakaan.

3. Menjamin keselamatan warga dengan pengawasan berkala dan pencegahan potensi bahaya kebocoran gas serta pencemaran lingkungan.

4. Melibatkan pihak independen dalam pemantauan kualitas lingkungan dan melaporkannya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Kunjungi Kampus Unimal Tingkatkan Silaturrahmi dan Serahkan Penghargaan Ke Rektor

5. Menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara tepat sasaran dengan melibatkan masyarakat sekitar.

6. Menyelenggarakan usaha migas yang berwawasan lingkungan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi serta standar bisnis dan HAM.

Surat itu juga ditembuskan ke Koordinator Subkomisi Penegakan HAM dan Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI di Jakarta, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Timur, serta Koordinator Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KoPPeduli) di Aceh Timur.

Komnas HAM menegaskan, langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan keberlangsungan operasi migas sekaligus perlindungan hak asasi manusia dan lingkungan hidup di Aceh Timur. (EQ)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

HUKUM

Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah, Penggugat Desak Prabowo Usulkan 2 Nama Calon Wapres ke MPR

HUKUM

Kronologi Penggerebekan Ma’had Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Santriwati Dibawa Dini Hari – Polisi: Pengembangan Kasus Pembakaran Warung

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir

EKONOMI & BISNIS

Pelindo Lhokseumawe Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Layanan Kepelabuhanan 15 Persen

EDUKASI

BAZISMU Misbahul Ulum Salurkan Santunan Perdana bagi Santri Yatim Piatu

NASIONAL

CDA Soroti Penggambaran Sejarah Film Malahayati, Sutradara Tegaskan Karya Fiksi Sejarah