Home / BERITA

Senin, 24 November 2025 - 09:41 WIB

Ketua DPRK Aceh Utara Sesalkan Pernyataan Wali Kota Lhokseumawe Soal Prioritas Nakes: “Tendensius dan Berpotensi Picu Kerusuhan”

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Tgk Arafat Ali, SE, MM, menyayangkan pernyataan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, yang menyebut hanya akan memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) ber-KTP Kota Lhokseumawe untuk didaftarkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Arafat menilai pernyataan tersebut tendensius dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Sayuti saat ratusan nakes mendatangi Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Rabu, 19 November 2025, guna meminta agar nama mereka didaftarkan ke BKN untuk memperoleh surat keterangan kerja.

Dinilai Tidak Mencerminkan Sikap Seorang Pemimpin

Arafat menyebut pernyataan Wali Kota tersebut tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga harus bijaksana, berempati, serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap kebijakan yang disampaikan kepada publik.

Baca Juga  Gerakan “Bang Jasri” Digelar, Kapolda Metro Jaya Ajak Warga Jadikan Bersih Lingkungan sebagai Budaya

“Dalam menjalankan pemerintahan, seorang bupati atau wali kota harus menjaga suasana kondusif, mengemukakan kebijakan yang adil, dan mampu membaca situasi sosial. Pernyataan itu justru memicu kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.

Tekankan Sejarah Kedekatan Lhokseumawe dan Aceh Utara

Arafat menambahkan bahwa Kota Lhokseumawe lahir dari rahim Kabupaten Aceh Utara, sehingga hubungan sosial kedua wilayah tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, banyak tenaga kesehatan dan masyarakat Aceh Utara telah lama mengabdi di Lhokseumawe, bahkan sejak sebelum kota itu menjadi daerah otonom.

“Kita harus ingat, Lhokseumawe dapat berkembang karena kontribusi masyarakat Aceh Utara. Pernyataan yang mengutamakan KTP berpotensi memecah belah hubungan sosial yang telah terjalin kuat selama ini,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan bahwa banyak tenaga honorer di Pemerintah Aceh Utara yang berdomisili di Lhokseumawe, dan hal tersebut tidak pernah menjadi persoalan.

Baca Juga  Listrik Di Buloh Blang Ara Padam Saat Buka Puasa

Minta Wali Kota Segera Klarifikasi

Arafat meminta Wali Kota Sayuti Abubakar segera memberikan klarifikasi resmi untuk menghindari meluasnya kesalahpahaman di masyarakat. Ia menilai pernyataan bersifat diskriminatif dapat memperburuk situasi sosial dan ekonomi, terutama ketika masyarakat Lhokseumawe sedang menghadapi tekanan ekonomi yang berat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe seharusnya fokus menyelesaikan persoalan nakes dengan pendekatan humanis dan profesional, bukan berdasarkan identitas domisili penduduk.

Menutup pernyataannya, Arafat mengajak seluruh pemangku kepentingan di Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk menjaga ketertiban, menghindari provokasi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Hubungan sosial dan profesional dua daerah ini sudah seperti saudara kandung. Jangan sampai rusak hanya karena pernyataan yang tidak dipikirkan matang-matang,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait pernyataan tersebut. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara