Home / BERITA / EKBIS

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:49 WIB

Kawasan Transmigrasi Ekspor 16 Ton Rajungan ke AS, Nilainya Capai Rp16 Miliar

MEDIALITERASI.ID | GRESIK – Kawasan transmigrasi kembali mencatatkan capaian di sektor ekspor. Sebanyak 16 ton rajungan hasil produksi kawasan transmigrasi dilepas ke pasar Amerika Serikat dengan nilai mencapai Rp14 miliar hingga Rp16 miliar dalam kegiatan Ekspor Rajungan Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi yang digelar di Kawasan Industri Gresik (KIG), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6/2026).

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan potensi kawasan transmigrasi mampu menghasilkan komoditas unggulan yang berdaya saing di pasar internasional.

“Saya merasa senang karena potensi rajungan dari kawasan transmigrasi berhasil dikelola dengan baik hingga akhirnya dapat diekspor ke Amerika Serikat,” ujar Viva Yoga.

Rajungan yang diekspor berasal dari sejumlah kawasan transmigrasi di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Pasokan juga didukung dari Kabupaten Lamongan dan Gresik.

Menurut Viva Yoga, ekspor dilakukan sebanyak dua kali setiap bulan. Namun, permintaan dari pasar global terus meningkat sehingga masih dibutuhkan tambahan volume produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bekerja sama dengan perusahaan perikanan Aruna sebagai offtaker. Kerja sama ini dinilai mampu menghubungkan hasil produksi para transmigran dengan pasar internasional.

Baca Juga  Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz Ditemukan Di Bendungan Engehalde

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Aruna sebagai offtaker. Kehadiran Aruna mampu menjembatani warga transmigran sebagai pelaku usaha dengan pasar global,” katanya.

Ia menilai sinergi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Viva Yoga menjelaskan pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Karena itu, setiap kawasan memiliki komoditas unggulan yang berbeda.

Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Jambi dikembangkan sebagai sentra perkebunan kelapa sawit, Sumatera Selatan sebagai kawasan tanaman pangan, sedangkan Sulawesi Tengah difokuskan pada pengembangan durian, kopi, dan kakao.

Menurutnya, tingginya permintaan rajungan dari luar negeri membuka peluang bagi para transmigran untuk meningkatkan produksi. Bahkan, apabila volume produksi terus meningkat, bukan tidak mungkin akan dibangun pabrik pengolahan rajungan di kawasan transmigrasi sebagaimana yang telah berkembang di Gresik.

“Jika aktivitas ini terus berkembang dan volumenya meningkat, ada kemungkinan dibangun pabrik pengolahan rajungan di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Selain sektor perikanan, Viva Yoga mengatakan industrialisasi dan hilirisasi juga berpotensi dikembangkan di berbagai kawasan transmigrasi sesuai komoditas unggulannya. Ia mencontohkan keberadaan Pabrik Gula Sumba Manis di kawasan transmigrasi Melolo, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga  PBB-P2 Deli Serdang Naik 6,22 Persen

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara telah melepas ekspor 459 ton durian asal kawasan transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ke China dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar.

Viva Yoga menegaskan pengembangan komoditas unggulan hingga mampu menembus pasar ekspor merupakan bagian dari komitmen Kementerian Transmigrasi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan transmigran.

“Kami terus mendorong pengembangan sektor tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan komoditas unggulan lainnya agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Potensi produk unggulan di kawasan transmigrasi sangat besar, tinggal dihubungkan dengan pasar global,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik pelepasan ekspor rajungan tersebut. Menurutnya, ekspor ke Amerika Serikat menjadi momentum penting bagi daerah di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

“Hari ini kita melepas dua truk kontainer. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi lima kontainer,” ujar Fandi.

Ia berharap peningkatan ekspor tersebut mampu memperkuat posisi Gresik sebagai salah satu daerah penyangga ekspor hasil perikanan Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Dedi Iswanto)

Share :

Baca Juga

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut

BERITA

MoU Helsinki 21 Tahun: Ketika Simbol Dipersoalkan, Tapi Keadilan Rakyat Aceh Diabaikan

ACEH

30 Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif dari TP PKK