Home / BERITA / KESEHATAN

Minggu, 5 April 2026 - 22:05 WIB

JKA Memanas, Sekber Sorot Kegagalan Komunikasi Pemerintah Aceh

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Polemik penyesuaian Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memunculkan kegaduhan di masyarakat. Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Mualem – DekFadh menyoroti kegagalan Pemerintah Aceh dalam mengelola komunikasi publik, yang dinilai memicu kebingungan dan keresahan warga.

Juru Bicara Sekber, Mustafaruddin atau Nyak Din, mengatakan masyarakat kerap salah memahami kebijakan JKA. Banyak warga mengira program ini dihentikan, padahal pemerintah sedang melakukan penyesuaian skema untuk meningkatkan ketepatan sasaran.

“Yang terjadi hari ini bukan sekadar miskomunikasi, tetapi kegagalan membangun kejelasan narasi. Akibatnya, publik panik dan merasa kehilangan jaminan dasar mereka,” ujar Nyak Din.

Nyak Din juga menyoroti peran Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, yang dinilai belum optimal dalam menyampaikan informasi kebijakan. Informasi yang disampaikan parsial dan tidak konsisten, sehingga ruang publik dipenuhi narasi multitafsir.

Baca Juga  Menjelang Kunjungan Anies Baswedan ke Aceh : Disbudpar Cabut Izin Penggunaan Taman Ratu Safiatuddin

Sekber menekankan bahwa komunikasi yang buruk dapat berdampak pada kelompok masyarakat rentan yang sangat bergantung pada JKA. Ketidakjelasan informasi dapat menimbulkan kepanikan dan memengaruhi keputusan warga untuk berobat.

“Di Aceh, JKA sudah menjadi simbol kehadiran negara. Ketika informasi tidak jelas, yang muncul adalah ketakutan: apakah mereka masih dijamin atau tidak,” jelas Nyak Din.

Sekber memperingatkan bahwa kegaduhan ini bisa merusak citra pemerintah daerah dan legitimasi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Nyak Din menyatakan, efektivitas komunikasi publik tidak diukur dari jumlah rilis, melainkan sejauh mana masyarakat memahami substansi kebijakan.

Baca Juga  Caleg Ditipu Kades Marindal II, Sekda DS: Kita Tindak Tegas

“Lemahnya tata kelola komunikasi publik ini mempertaruhkan kredibilitas pemerintah di mata rakyat,” tegasnya.

Untuk meredam keresahan publik, Sekber mendesak Pemerintah Aceh melakukan sosialisasi masif dan terstruktur hingga ke tingkat desa. Dinas terkait diminta aktif memberikan informasi yang konsisten agar tidak terjadi perbedaan tafsir.

Nyak Din menegaskan bahwa penyesuaian JKA merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program. Namun, tanpa komunikasi yang transparan dan humanis, kebijakan yang baik bisa dipersepsikan negatif oleh masyarakat. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gisman Yanengga Klarifikasi Kepengurusan KAPP Papua Tengah, Minta Fince Mofu Tak Mengatasnamakan Organisasi

ACEH

Meriahkan HUT RI ke-81, DPD PKS Aceh Timur Gelar Jalan Sehat dan Bazar UMKM

BERANDA

Kejar Target Rp3.426 Triliun, Pemerintah Perluas Basis Pajak hingga Sektor Informal

BERANDA

Kapal Induk Pertama Indonesia Berlayar dari Italia, Dikawal Fregat di Laut Merah

ACEH

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Raih Serambi Award 2026 Kategori Pemimpin Inovator Transformasi Fiskal

BERITA

Kejaksaan Arab Saudi Tuntut Hukuman Mati Ulama Abdul Aziz al-Tarifi

BERANDA

Lansia di Yogyakarta Kehilangan PKH Gara-gara Masuk Desil 10, Dinsos Akan Verifikasi Ulang

ACEH

Camat Pante Bidari Lantik Pengurus Tuha Peut Gampong Blang Seunong, Tekankan Sinergi untuk Pembangunan