Home / BERITA

Senin, 17 Januari 2022 - 09:39 WIB

Jernang Aceh Jadi Incaran Dipasar China

Photo Dokumentasi milik pribadi dalam rangka belajar Budidaya Jernang di kebun Milik M Nur di Krueng Tuan, Kabupaten Aceh Utara

ACEH – Jernang merupakan tumbuhan yang merambat layaknya sepeti rotan dan berduri tajam yang tumbuh di belantara hutan Aceh menjadi Incaran di China untuk dijadikan bahan baku obat – obatan.

Meski tergolong sukar dan membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan Jernang di hutan Aceh, namun tanaman tersebut sudah di budidayakan oleh masyarakat Aceh.

Dilansir dari JPNN, Jernang dari Provinsi Aceh menjadi bahan baku obat herbal yang menjadi incaran di China.

“Bahan bakunya hanya bisa didapat dari Aceh,” kata CEO Chawun Group, Lin Ming, kepada ANTARA di Fuzhou, China, Jumat (14/01/2022).

Menurut Lin Ming, CEO Chawun Group mengatakan kepada media, mereka membutuhkan kulit Jernang saja untuk di olah menjadi obat. Itulah kenapa hasil produksinya sangat sedikit. Belum lagi buah jernang di Aceh tergolong langka,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia Melantik Pengurus FWJI Jakarta Utara

Kantor Chawu Group yang pusat di Fuzhou, Ibu Kota Provinsi Fujian, merupakan satu-satunya perusahaan di China yang memproduksi obat-obatan tradisional berbahan baku Jernang.

Perusahaan tersebut juga mendirikan perwakilan di Indonesia dengan nama PT Chasun Indonesia Holding Group, yang bergerak di bidang perdagangan dan perikanan.

“Kalau soal jernang, kami mempelajarinya dari nenek moyang,” ujar Lin.

Dari situlah Lin mengetahui bahwa jernang adanya di Aceh. Dalam satu tahun, dia bisa mengimpor puluhan kontainer jernang dari Aceh, Pungkasnya.

Menurut Tgk Fajar (52) Pemilik Aceh Dragon Blood selaku Pelaku usaha jual beli Jernang di Bireun ini mengatakan, saat ini Jernang sangat minim dikarenakan tumbuhan tersebut belum musim berbuah. Selain itu Jernang hanya berbuah diketinggian 200 meter dari permukaan laut. Paparnya.

Baca Juga  Seorang Ibu di Aceh Tenggara Bawa Kabur Anaknya Usai Kalah Persidangan

“Jernang tidak bisa di tanam di semua tempat, tumbuhan ini baru bisa berbuah di ketinggian 200 meter dari permukaan laut”, Jelasnya.

Biasanya Fajar membeli jernang dari pengumpul dengan harga 250.000/Kg kemudian di tumbuk menjadi tepung. Berdasarkan pengalamannya Dalam 10 Kg Jernang mengasikkan 7 Ons tepung , kemudian dipasarkan kembali dengan harga 1.700.000 / Kg.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dirinya juga sudah melakukan Budidaya Jernang begitu juga dengan masyarakat lainnya seperti di daerah Aceh Utara, Ronga – Ronga Aceh Tengah dan di Tangse, sementara sebagian masyarakat melakukan budidaya dengan modalnya sendiri bahkan ada yang diberikan oleh anggota dewan dari Dana Aspirasi. Pungkasnya.

Reporter : (Ek) | Photo : Dok. Endang | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

ASDP Siapkan Jalur Alternatif ke IKN, Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Logistik

BERITA

Dukung Program Ketahanan Pangan, Ditpolairud Polda Metro Jaya Kembangkan Budidaya Udang Windu

BERITA

Polres Metro Depok Sita 12.314 Butir Obat Daftar G Ilegal, 41 Pelaku Diamankan

BERITA

AWDI Kutuk Penangkapan Jurnalis dan Warga Sipil Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Gaza

BERITA

Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan”, Wakapolri Ungkap Wajah Baru Ancaman Teror di Era Digital

BERITA

Baitul Mal Aceh Utara Tinjau Rumah Murtala

ACEH

Anak Asal Takengon Tertahan di Pelabuhan Belawan, Keluarga Diminta Segera Menghubungi Petugas

BERITA

BNN Ungkap Jaringan Sabu Aceh-Bogor, Oknum TNI Ditangkap dengan 29 Kg Barang Bukti