MEDIALITERASI.ID | TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kemungkinan pecahnya konflik terbuka dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat tergolong kecil. Meski begitu, pasukan tetap siaga penuh di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
“Kemungkinan perang rendah karena kelemahan musuh, angkatan bersenjata sedang menunggu dengan amunisi penuh,” kata Wakil Kepala Politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, Rabu (27/5/2026), seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Akbarzadeh juga menegaskan pengamanan diperketat di sepanjang pantai selatan Iran, mulai dari Chabahar hingga Mahshahr. Pernyataan itu muncul di tengah laporan peningkatan pengamanan wilayah udara oleh IRGC serta langkah militer defensif AS di sekitar Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (Centcom) menyebut langkah tersebut sebagai upaya melindungi personelnya di kawasan.
“Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” ujar Juru Bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins, kepada _The Wall Street Journal_.
Di sisi diplomasi, peluang penyelesaian konflik masih terbuka. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan optimistis bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan bisa tercapai dalam beberapa hari ke depan.
Perkembangan ini menjadi sorotan setelah ketegangan di Selat Hormuz sempat memanas pekan lalu. (AYD)







