Home / BERITA

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 23:25 WIB

Ini Jawaban PLN Terkait Data Pelanggan Yang Diperjual Belikan

Photo Ilustrasi Petugas PLN Sedang memeriksa kWh meter.

JAKARTA – Beredar informasi seputar dugaan data pelanggan PLN yang bocor dan diperjualbelikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto memastikan data-data pelanggan dalam kondisi aman dan layanan berjalan normal.

Melansir Kontan.id, Gregorius Adi Trianto, mengungkapkan, data yang dikelola PLN dalam kondisi aman. Menurutnya data yg beredar adalah data replikasi bukan data transaksional aktual dan sudah tidak update.

“Kami pastikan server data milik PLN aman dan tidak dimasuki pihak lain. Data transaksi aktual pelanggan aman,” ujar Gregorius kepada Media, Jumat (19/08/2022).

Lebih lanjut Gregorius menegaskan, PLN sudah menerapkan keamanan berlapis bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk tindakan pengamanan yang sangat ketat dengan tujuan memperkuat dan melindungi data-data pelanggan. Hal ini pun dipastikan akan terus dilakukan ke depannya.

“Kami sedang melakukan investigasi atas user-user yang terotorisasi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum bilamana ditemukan indikasi pelanggaran hukum menyangkut kerahasiaan data perusahaan,” papar Gregorius.

Baca Juga  Dirut PTPN 4 Diminta Evaluasi Gunung Pamela, Whistleblower Pencurian TBS Justru Di-PHK

Mengutip pernyataan di laman resmi PLN pada pres rilis (20/08/2022) PT. PLN (Persero) gerak cepat melakukan investigasi dan penanganan data pelanggan yang terekspos di internet. PLN juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memberikan perlindungan data pribadi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kominfo dan BSSN untuk menemukan sumber data pelanggan yang beredar di internet sekaligus upaya untuk peningkatan pengamanan,” ucap Juru Bicara PLN, Gregorius Adi Trianto.

Hasil penelusuran hingga Sabtu (20/08/2022) pukul 13.00 WIB, sistem data pelanggan aktual PLN aman dan tidak dimasuki oleh pihak luar. Pengecekan dilakukan pada data center utama PLN melalui sistem dari berbagai perimeter dan semua dalam kondisi aman. Menilik beberapa data yang dimunculkan di media sosial, data tersebut merupakan replikasi data pelanggan yang bersifat umum dan tidak spesifik, yang disinyalir diambil dari aplikasi dashboard data pelanggan untuk keperluan data analitik.

Baca Juga  Diduga Seluruh Data Pelanggan PLN Aceh Dijual di Forum Online

“Data itu bukan merupakan data riil transaksi aktual pelanggan dan tidak update, sehingga diperkirakan tidak berdampak besar bagi pelanggan. Secara umum, pelayanan kelistrikan kepada pelanggan tidak terganggu,” kata Gregorius.

Menurutnya PLN telah dan terus menerapkan keamanan berlapis bersama BSSN untuk tindakan pengamanan yang sangat ketat dengan tujuan memperkuat dan melindungi data-data pelanggan.

“Sesuai ketentuan yang berlaku, kami selaku Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tentu memproses lebih lanjut hal ini dengan dibantu oleh Kementerian Kominfo dan menindaklanjuti rekomendasi untuk menyelesaikan investigasi dan langkah-langkah perbaikan bersama, sehingga data pribadi tetap terlindungi”, pungkasnya.

Reporter : Ek | Photo : Ilustrasi | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

Festival Pesisir #4: Giligenting Rayakan Budaya, Edukasi, dan Kepedulian Sosial

BERITA

JSI Gelar Raker di Batu, Energi Kolaborasi dan Dukungan Mitra Sponsorship Mewarnai Agenda

BERITA

JSI Siap Jadi Pelopor Gerakan Sosial dan Media Berintegritas di Sumenep

BERITA

Warga Aceh Tengah Tempuh 4 Hari Perjalanan ke Gunung Salak, Polres Lhokseumawe Evakuasi dan Salurkan Bantuan

ACEH

Relawan dan Tokoh Dayah Bersatu, Pulihkan Idi Rayeuk dari Banjir

BERITA

LS Membantah Isu Pemerasan dan Laporkan Penyebar Informasi yang Dinilai Menyesatkan

BERITA

Kapolri dan Menteri Kehutanan Bentuk Satgas Gabungan Telusuri Temuan Kayu yang diduga akibatkan Bencana di Aceh dan Sumatera

BERITA

Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi: Usulan Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Justru Kemunduran Reformasi