Home / BERITA

Selasa, 18 November 2025 - 23:12 WIB

Dua Warga Unterudang Terluka Kena Panah, Massa Aksi Diserang Oknum Sekuriti PT Barapala


MEDIALITERASI.ID
| PADANG LAWAS
 – Dua warga Luat Unterudang terluka akibat serangan menggunakan panah dan tombak oleh puluhan oknum sekuriti perkebunan PT Barapala saat massa melakukan aksi menginap di kawasan perusahaan, Selasa (18/11) malam. Kedua korban masing-masing Adi Ansor Harahap yang terkena panah di kaki kanan dan Saripuddin Hasibuan yang terkena panah di bagian dada kanan.

Salah seorang saksi, Ruslan Abdullah Hasibuan, menjelaskan bahwa sebelum penyerangan, puluhan oknum sekuriti yang disebut sebagai preman bayaran PT Barapala sempat meminta izin kepada warga aksi untuk melewati area tenda karena alasan menjemput rekannya di Pos 1. “Karena alasan menjemput rekan mereka, kami izinkan lewat,” ujar Ruslan.

Namun setibanya kembali di dekat jembatan, sekitar 25 orang oknum sekuriti tersebut diduga langsung menyerang massa aksi secara membabi buta menggunakan panah dan tombak. Serangan itu menyebabkan dua warga mengalami luka serius.

Baca Juga  Azhari Cage Minta Evaluasi Pergub JKA demi Lindungi Warga Miskin

Warga yang diserang mendadak mencoba melakukan perlawanan dengan peralatan seadanya hingga akhirnya berhasil memukul mundur para pelaku. Selain menyerang, para oknum tersebut juga diduga merusak sepeda motor dan kendaraan milik warga.

Perwakilan mahasiswa, Arsa Rizki Siregar, menyampaikan bahwa aksi damai warga sebelumnya telah mendapatkan izin dari Polres Padanglawas, termasuk izin untuk menginap (camping) di lokasi sembari menunggu pimpinan PT Barapala menemui warga. Namun penyerangan justru terjadi setelah pihak kepolisian meninggalkan lokasi.

“Kami meminta keadilan kepada Kapolda Sumut dan Gubernur Sumatera Utara untuk memberikan atensi terhadap masalah ini dan turun langsung ke lokasi. Kami juga berencana menggelar aksi besar-besaran ke Polda Sumut,” tegas Arsa.

Baca Juga  1.105 Personel Gabungan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

Usai menyerang, para pelaku yang disebut sebagai preman berkedok sekuriti beserta pihak manajemen diduga melarikan diri. Warga mendesak manajemen—yang disebut terdiri atas Saprijal, Ahok, dan Aspin—untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Informasi di lapangan menyebutkan Kapolres Padanglawas telah melaporkan pengrusakan dan pembakaran aset PT Barapala ke Polda Sumut. Namun warga menilai langkah tersebut tidak objektif karena beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat Luat Unterudang juga ikut dilaporkan.

Warga menegaskan bahwa pengrusakan yang terjadi merupakan reaksi atas penyerangan terlebih dahulu yang dilakukan oknum sekuriti menggunakan panah, tombak, dan parang. Mereka meminta Polda Sumut bersikap objektif dan mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mencopot Kapolres Padanglawas karena dinilai tidak adil dalam menangani persoalan. (Tim Rz)

Share :

Baca Juga

ACEH

Klarifikasi: Berita Seorang Tokoh Meninggal Dunia Hoaks, Korban Luka Parah Masih Hidup dan Dirawat

BERANDA

Kericuhan Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh, Merah Putih Sempat Diturunkan

BERANDA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 1 Orang Tewas dan Ribuan Warga Evakuasi, Peringatan Tsunami Dicabut

ACEH

Peringati 21 Tahun Damai Aceh, BMA Ajak Warga Jaga Persaudaraan dan Perkuat Kepedulian Sosial

BERANDA

Bareskrim Polri Tahan 8 ABK MV King Sun, Dalang Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Diburu

ACEH

Kejari Langsa Selidiki Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah 2026, Plt Kadisdik Dipanggil

ACEH

DPRK Aceh Timur dan BPN Bahas Penyelesaian Sengketa Lahan HGU, Dorong Kepastian Hukum untuk Masyarakat

BERANDA

Veda Ega dan Hakim Danish Bersaing Ketat di Moto3 2026, Keduanya Masuk 10 Besar Dunia