“Komunikasi seluler putus-putus, sehingga kabar dari warga maupun jurnalis hanya sesekali bisa diterima.”
MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Dua jurnalis, Agus Suriadi dan Sudirman, dilaporkan masih terjebak di wilayah pedalaman Aceh Timur setelah banjir besar kembali melanda sejumlah kecamatan akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari terakhir. Keduanya hingga kini belum dapat dievakuasi karena akses menuju lokasi terputus total.
Agus Suriadi, jurnalis Tribun Pase, diketahui terjebak di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, sejak awal bencana terjadi. Sementara itu, Sudirman dari Tipikor Investigasi masih bertahan di Lokop, Kecamatan Serbajadi, wilayah yang juga terdampak parah dan sulit dijangkau.
Kedua kecamatan tersebut menjadi zona paling kritis karena:
- akses darat tertutup lumpur dan banjir,
- sejumlah jembatan mengalami kerusakan,
- jalur alternatif tidak dapat dilalui kendaraan.
Laporan dari relawan menyebutkan bahwa:
- Infrastruktur di Simpang Jernih dan Serbajadi rusak berat,
- Tim bantuan kesulitan menembus lokasi,
- Komunikasi seluler hanya berfungsi sesekali, membuat informasi dari warga dan jurnalis tidak stabil.
Warga di dua wilayah tersebut juga dikabarkan bertahan dengan logistik sangat terbatas dan belum menerima bantuan memadai. Kabar terakhir dari kedua jurnalis diterima pada Selasa siang, 2 Desember 2025, melalui sinyal internet yang lemah.
Meski ketinggian air di beberapa titik mulai surut, jalur menuju dua kecamatan tetap tak dapat dilewati. Kondisi semakin diperburuk oleh banjir kiriman dari Kabupaten Aceh Tamiang, yang memperlambat upaya evakuasi dan distribusi logistik.
Rekan-rekan jurnalis Aceh, organisasi pers, serta masyarakat luas menyampaikan doa agar Agus Suriadi dan Sudirman tetap selamat hingga proses penyelamatan dapat dilakukan. Mereka menegaskan bahwa peran jurnalis di tengah bencana sangat penting, bukan hanya sebagai peliput, tetapi juga sebagai penyambung suara masyarakat yang terdampak. (Hs)







