MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Lima narasumber dari berbagai organisasi masyarakat melakukan diskusi publik terkait kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia. Pasalnya kebijakan yang melahirkan pro dan kontra ini menjadi hangat diperbincangkan oleh para akademisi.
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh komunitas lintas sektor, Pewarna, Fishboy Kitchen, Koperasi Rukun Pendeta Seluruh Indonesia dan STT IKAT Jakarta ini mengusung tema “Disiplin Ala Militer Untuk Anak Nakal : Solusi atau Pelanggaran Hak”, ini dilaksanakan di Fishboy Kitchen area Rumah Susun, Jakarta Selatan pada Kamis, (05/06/2025)
Kegiatan yang di pimpin Asiong Munthe selaku moderator dan sekaligus sebagai Litbang Pewarna. Kemudian yang menjadi narasumber diantaranya Pdt Dr Jerry Lilomboba sebagai akademisi, Lovely Bintoro selaku koordinator pendiri Suluh Keluarga, Harsanto Adi sebagai ketua umum Asosiasi Pendeta Indonesia dan Oloan Manik sebagai penasehat hukum dan ketua bidang hukum Pewarna.
Dalam diskusi publik yang di ikuti oleh puluhan peserta dapat disimpulkan sejumlah point penting diantaranya : Pentingnya memahami Undang – Undang Perlindungan anak dan pasal terkait hak identitas anak dalam akte Kelahiran anak. Sekaligus perlunya perhatian dari orang tua terhadap anak. Dan perlunya mendisiplinkan dan mengontrol dari berbagai pihak untuk memberikan pelajaran dan bimbingan kepada anak. Sekaligus mendukung kinerja gubernur dan pemerintah salam menangani kasus kenakalan anak.
Memecah keheningan, diskusi publik ini juga dimeriahkan dengan sebuah tembang dari sumatera dengam judul “Anak Naburju” yang dinyanyikan oleh Elliwati Boru Simatupang.
Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Diskusi publik ini diharapkan menjadi wadah yang efektif untuk membahas isu- isu penanganan mendisiplinkan anak secara efektif. [H Ranto]









