Home / BERITA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:44 WIB

Dinkes Bentuk Tim Investigasi Terkait Dugaan Gangguan Kesehatan Usai MBG di Aceh Timur

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan gangguan kesehatan yang dialami balita dan pelajar usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bandar Baro dan Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Jumat (23/1/2026).

Sedikitnya 18 pasien dilarikan ke Puskesmas Alue Ie Mirah dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Dari jumlah tersebut, 16 pasien menjalani perawatan inap di Puskesmas, sementara dua pasien dirujuk ke RS Zubir Mahmud, Idi, untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Alue Ie Mirah, Khairil Anwar, SKM, membenarkan bahwa hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 04.58 WIB, jumlah pasien yang masih dirawat tersisa empat orang, sedangkan 14 pasien lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan medis.

“Tidak tertutup kemungkinan jumlah pasien akan bertambah atau justru berkurang. Untuk saat ini, yang masih dirawat di Puskesmas hanya empat siswa,” ujarnya.

Khairil menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut karena Puskesmas tidak memiliki fasilitas laboratorium untuk menguji sampel makanan.

“Berdasarkan laporan pasien, rata-rata mereka mengalami muntah-muntah dan pusing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Abdullah, mengatakan pihaknya telah membentuk tim investigasi dan mengirim sampel makanan ke Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga  Sidang Perdana Kasus Jurnalis CMN, Kuasa Hukum Pertanyakan Perubahan Klasifikasi Perkara

“Kami sedang mengumpulkan data epidemiologi dan menunggu hasil laboratorium. Kesimpulan penyebab masih menunggu hasil resmi,” katanya.

Di sisi lain, mitra pengelola MBG, Titis Handoko, S.T., menyatakan pihaknya menghentikan sementara distribusi MBG di wilayah terdampak dan siap bekerja sama dalam proses investigasi.

“Kami menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan yang hari ini dikirim ke Banda Aceh. Kami juga memberi arahan kepada relawan agar senantiasa berhati-hati dalam pengelolaan makanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah memberi masukan kepada ahli gizi agar tidak menggunakan menu serupa dan buah potong dalam waktu dekat, mengingat jarak distribusi yang melebihi standar operasional prosedur Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk sementara, kami menghindari menu serupa dan buah potong karena jarak distribusi kami melebihi SOP BGN,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG guna memastikan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia, dan seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi stabil.

Baca Juga  Al Farlaky Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Singgah Bagi Warga Aceh Timur yang Berobat di Banda Aceh

Salah seorang korban, Dila Tita Sari (15), warga Bandar Baro Kecamatan Indra Makmur Aceh Timur  mengungkapkan dirinya mulai mengeluh sakit tak lama setelah pulang sekolah usai mengonsumsi MBG.

“Pulang dari sekolah, perut saya sakit dan kepala saya pusing. Sekitar satu jam kemudian, saya mulai muntah-muntah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, gejala yang paling berat dirasakannya adalah muntah, sakit kepala, dan nyeri perut.

“Yang paling berat itu muntah, kepala sakit, dan perut sakit,” katanya.

Terkait kondisi terkini, Dila mengaku bersyukur kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.

“Setelah dirawat di RS Zubir Mahmud, alhamdulillah kondisinya sudah membaik,” tuturnya.

Ia juga memastikan dirinya tidak memiliki riwayat alergi maupun penyakit tertentu, serta baru pertama kali mengalami sakit setelah mengonsumsi MBG.

“Tidak ada riwayat alergi atau penyakit. Ini juga baru pertama kali saya sakit setelah makan MBG,” tambahnya.

Ia berharap kepada pemerintah dan pengelola program MBG agar ke depan pengelolaan makanan dilakukan dengan lebih hati-hati demi keselamatan anak-anak.

“Harapan saya, ke depannya pengelolaan makanan lebih hati-hati supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gisman Yanengga Klarifikasi Kepengurusan KAPP Papua Tengah, Minta Fince Mofu Tak Mengatasnamakan Organisasi

ACEH

Meriahkan HUT RI ke-81, DPD PKS Aceh Timur Gelar Jalan Sehat dan Bazar UMKM

BERANDA

Kejar Target Rp3.426 Triliun, Pemerintah Perluas Basis Pajak hingga Sektor Informal

BERANDA

Kapal Induk Pertama Indonesia Berlayar dari Italia, Dikawal Fregat di Laut Merah

ACEH

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Raih Serambi Award 2026 Kategori Pemimpin Inovator Transformasi Fiskal

BERITA

Kejaksaan Arab Saudi Tuntut Hukuman Mati Ulama Abdul Aziz al-Tarifi

BERANDA

Lansia di Yogyakarta Kehilangan PKH Gara-gara Masuk Desil 10, Dinsos Akan Verifikasi Ulang

ACEH

Camat Pante Bidari Lantik Pengurus Tuha Peut Gampong Blang Seunong, Tekankan Sinergi untuk Pembangunan