Home / BERITA

Rabu, 9 Agustus 2023 - 16:44 WIB

Dinilai Tak Mampu Perbaiki Manajemen, PMII Jatim Kritik Kinerja Pertamina Habis-habisan

Foto. Pengurus PKC PMII Jawa Timur saat dikonfirmasi sejumlah wartawan

JATIM, Kelangkaan Gas LPG atau Liquefied Petroleum Gas yang digunakan masyarakat untuk memasak telah menjadi masalah nasuonal yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Kelangkaan tersebut terjadi disejumlah daerah di Indonesia, sehingga situasi tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak utamanya kalangan aktivis dan mahasiswa.

Sebagaimana kritikan yang disampaikan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur melalui Pers Rilis yang ditandatangani oleh Moh. Lutfi Ketua Bidang Eksternal dan Moh. Firman Sekretaris Bidang Eksternal, pada selasa (09/08/23).

Dalam keterangannya, PMII Jatim menyebut kelangkaan LPG tersebut disebabkan manajemen Pertamina yang kurang baik, perusahaan yang bertanggung jawab atas pasokan energi di Indonesia.

“ini semakin diperparah , kelangkaan Gas LPG ini membuat masyarakat resah di sejumlah daerah” pesannya.

Baca Juga  Anak Asal Takengon Tertahan di Pelabuhan Belawan, Keluarga Diminta Segera Menghubungi Petugas

Kelangkaan LPG tersebut juga disebut sebagai efek dari ketergantungan yang berlebihan pada Pertamina sebagai satu-satunya pemasok utama. Sehingga menimbulkan Monopoli pasar yang menghambat kompetisi dan peningkatan infrastruktur dan pelayanan.

“Selain itu, kurangnya investasi dalam fasilitas produksi dan distribusi juga telah berdampak negatif terhadap ketersediaan LPG” sambungnya.

Bagi PMII Jatim, Kelangkaan LPG menjadi sumber frustrasi bagi jutaan rumah tangga di seluruh Indonesia. Masyarakat harus menghadapi antrian panjang di agen-agen LPG dan seringkali harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan tabung gas yang sangat dibutuhkan.

“Situasi ini mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, mengganggu produktivitas, dan menyebabkan ketidakstabilan harga di pasar gelap” Tegas Moh. Luthfi.

Lebih jauh berkaitan dengan lebutuhan di masa depan, Aktivis mahasiswa ini juga mendorong penggunaan kompor listrik dalam jangka Panjang

Baca Juga  Kapolri: Angka Kecelakaan Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen

“Dengan perencanaan yang matang dan edukasi yang efektif, kami mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif kelangkaan gas LPG kedepan” tutur Moh. Firman Sekretaris Bidang Eksternal PMII Jatim

Untuk itu menurut Firman, PKC PMII Jawa Timur memandang perlu adanya perubahan dan percepatan dalam mengatur dan mengelola serta manajemen struktur hulu hilir yang harus di lakukan oleh Pertamina dalam menjawab problematika kelangkaan LPG.

“PKC PMII Jawa Timur berkomitmen penuh mendorong Pertamina untuk melakukan upaya hulu hilir menginisiasi adanya energi alternatif lain sebagai bentuk langkah konkret dalam mewujudkan efisiensi energi yang lebih ramah lingkungan” tandasnya. (Ali)

Share :

Baca Juga

ACEH

DPW Partai Aceh Dukung Penuh DOB Peureulak Raya: “Untuk Kesejahteraan Masyarakat”

BERANDA

Gaspol di MotorLand Aragon: Veda Ega Bidik Poin, Perebutan Podium MotoGP 2026 Makin Panas

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut