Photo : Wakil Ketua Bentara Muda Mualem Pusat Sayed Chairul Raziq Al Aydrus (Ist)
MEDIALITERASI.ID | BIREUN – Wakil Ketua Bentara Muda Mualem Pusat Sayed Chairul Raziq Al Aydrus terharu ketika memberikan ucapan selamat atas kemenangan Muzakir Manaf – Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030, Jum’at (29/11/2024) Bireun.
Bentara Muda Mualem adalah sebuah organ ralawan yang lahir dari berbagai lintas organisasi kepemudaan di Aceh yang di inisiasi oleh Pemuda Tani HKTI Aceh. Organisasi ini dibentuk sebagai kekuatan pendukung utama kalangan pemuda dalam mengawal dan memenangkan H. Muzakir Manaf – Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030 dalam kampanye pilkada tahun 2024. Dengan semangat muda yang berapi-api, Bentara Muda siap berkerja memenagkan Mualem – Dek Fadh dan menjadi poros terdepan kalangan pemuda demi masa depan Aceh yang lebih baik dimasa depan.
Wakil Ketua Bentara Muda Mualem Pusat, Sayed Chairul Raziq Al Aydrus kepada media mengatakan begitu terharu saat memberikan ucapan selamat kepada Paslon Mualem-Dek Fadh yang mendeklarasikan kemenangan di Pilkada Aceh 2024, menurutnya rasa haru menjelma dikarenakan Mualem-Dek Fadh bisa menang tanpa melakukan praktik Money Politik, selain itu setelah di diskriminasi karakter dengan hal-hal yang kurang etis seperti “orang tidak sekolah” dan lain sebagainya, dan setelah melewati rintangan dan perjuangan yang panjang, mencapai kemenangan terasa sangat melegakan dan membahagiakan. Rasa syukur dan haru pun muncul sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.
Sayed Chairul Raziq Al Aydrus berharap kepada pemimpin masa depan Aceh Mualem-Dek Fadh bisa menjadi sosok yang visioner, berintegritas, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rakyatnya. Mereka diharapkan mampu membawa bangsa Aceh menuju masa depan yang lebih baik dengan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang inovatif dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Selain itu, pemimpin masa depan juga perlu memiliki kemampuan untuk menyatukan perbedaan, membangun kerjasama yang erat dengan berbagai pihak, serta mampu menghadapi tantangan global dengan bijaksana. Kami sangat berharap Mualem-Dek Fadh bisa memperpanjang Dana Otsus Aceh yang sebentar lagi sudah di berhentikan, realisasi beberapa point-point MoU Helsinki yang sampai saat ini masih simpang siur. Dengan kepemimpinan yang kuat dan berwibawa, kita berharap Aceh akan menjadi negara yang maju, adil, dan sejahtera.
Lebih lanjut Sayed menambahkan, kemenangan Mualem – Dek Fad adalah hadiah terindah yang pernah di berikan seluruh masyarakat Aceh. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasih karena sudah mendukung dan mempercayakan amanah besar ini kepada Paslon 02. Kami juga berharap agar Paslon yang sudah di beri amanah besar ini terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi demi Aceh islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan.
“Pilkada adalah momentum kita untuk menentukan masa depan bangsa. Kemenangan ini juga memiliki banyak tantangan, kekuatan yang ingin menjegal aspirasi anak Aceh yang di duga dengan cara kampanye hitam dengan mendiskriminasi karakter Paslon 02 dengan hal-hal yang kurang etis, dan akhirnya kita melakukan perlawanan, bergerak, berjuang, kita bekerja sama sehingga akhirnya menemui ujungnya, ujungnya itu kemenangan buat Mualem-Dek Fadh,” kata Sayed.
Menurut Sayed, kemenangan Mualem-Dek Fadh ini sebagai simbol lanjutan perjuangan Aceh melalui jalur politik.
“Saya mengibaratkan Paslon Mualem-Dek Fadh seperti Pedang. Pedang bukan sekadar senjata, tetapi simbol kehormatan, keberanian, dan keadilan. Dalam konteks perjuangan Aceh, pedang melambangkan perlawanan terhadap penjajahan, tekad untuk mempertahankan tanah air, dan semangat pantang menyerah. Setiap ayunan pedang adalah sebuah pernyataan tegas bahwa rakyat Aceh tidak akan pernah tunduk pada penindasan, Mualem melalui Partai Aceh saat ini sedang melanjutkan perjuangan para syuhada dan masyarakat Aceh, melalui jalur politik, semoga saja semua rencana bisa terealisasikan untuk Aceh yang lebih baik lagi”, lanjutnya.
Kendati begitu, ia menegaskan bakal tetap waspada mengawal suara Mualem – Dek Fadh agar tidak dijegal oleh pihak yang tak ingin melihat pasangan ini menang.
“Saat ini tugas penting kita bersama adalah mengawal suara ini, kita jaga, agar kemenangan ini enggak dijegal lagi, enggak dicurangi lagi,” kata Sayed yang juga merupakan Ketua Devisi Relawan dan Underbow Badan Pemenangan Wilayah Kabupaten Bireuen Pasangan Calon Mualem-Dek Fadh.
Aceh, dengan segala potensi yang dimiliki, pantas untuk menjadi provinsi yang maju dan mandiri. Semoga Aceh mampu memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, semoga Aceh juga dapat mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya yang luhur. Dibawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh kedepan kami berharap dana Otsus Aceh juga bisa di perpanjang.







