Home / OPINI

Minggu, 15 Januari 2023 - 02:28 WIB

JOKOWI’S IDOL ATAU JOKOWI’S DOLL ?

BY M Rizal Fadillah*

 

OPINI – Di awal tahun politik 2023 mata rakyat mulai tertuju pada sikap atau tingkah figur sang Presiden. Secara konstitusional Presiden Jokowi harus mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2024 nanti. PDIP tidak setuju penambahan atau perpanjangan periode masa jabatan. Megawati dan Jokowi seperti yang kurang akur

 

Menarik ucapan Ketum PDIP Megawati bahwa status kepresidenan Jokowi ditentukan oleh PDIP “Pak Jokowi itu ya ngono loh, mentang-mentang. Lah iya padahal Pak Jokowi kalau ga ada PDI Perjuangan juga duh kasihan dah”, seru Megawati yang mengklaim cantik dan kharismatik

 

Meski dikasihani tapi Pak Jokowi masih mencoba menunjukkan eksistensi dan kejumawaannya. Untuk perpanjangan periode tetap menjadi opsi melalui disain dukungan relawan. Pemulihan ekonomi pasca covid 19 dan gonjang-ganjing atau demoralisasi KPU dapat menjadi alasan

 

Ketika perpanjangan dirasakan terlampau berat, maka Jokowi terpaksa memainkan peran sebagai “king maker”. Dalam permainan itu ada idola  (idol) ada pula boneka (doll). Beberapa figur politik dimainkan atau dipermainkan bak “idol” maupun “doll

Baca Juga  Pelayanan Haji 2024: Dedikatif dan Inovatif

 

Ganjar Pranowo sebagai pemain “rambut putih”, “sesama Jateng” serta “pelanjut blusukan” dapat menjadi idola sekaligus boneka. Jokowi dan oligarki butuh figur yang mudah dikendalikan dan berfungsi sebagai pengaman pasca berkuasa. Ganjar menjadi pilihan, meski banyak kelemahan bakal tonjokan lawan

 

Prabowo Subianto bukan Jokowi’s idol tetapi sangat mungkin untuk menjadi Jokowi’s doll. Lewat isu pasangan Prabowo-Jokowi yang dilambungkan, Prabowo berbunga-bunga seakan direstui Jokowi. Padahal mantan lawan politiknya ini sedang menjadi boneka kayu yang diayunkan untuk kemudian dibanting  dan dimasukkan kotak

 

Yang terbaru mainan Jokowi adalah Yusril Ihza Mahendra. Betapa tersanjungnya atas “dukungan serius” yang sesungguhnya “palsu” akibat syarat disuruh cari partai PT 20 %. Tidak mudah untuk PBB yang non-parlemen. Yusril calon korban tipu mentah-mentah. Gede rasa dan kepala akan kemampuan jika menjadi Presiden

Baca Juga  Penunjukan Mawardi Nur Sebagai Dirut PT PEMA Sudah Tepat

 

Setelah didukung Jokowi ia menyatakan “Saya tahu apa yang bisa dikerjakan jika menjadi Presiden” sambil menyoroti kebanyakan orang yang hendak menjadi Presiden tidak tahu apa yang akan dikerjakan. Bermodal pernah menjadi penulis pidato dan latar belakang akademis yang mumpuni, Yusril sesumbar

 

Jokowi rupanya sedang mencari teman untuk bersama-sama hancur  dengan berupaya memerankan diri sebagai “king maker”. Menjadi penentu. Tetapi disadari atau tidak nasib sebenarnya sedang menuju sekarat menghadapi ajal kekuasaan

 

Para boneka merasa bahagia didukung Jokowi lalu bersandar habis. Lupa bahwa bersandar pada sesuatu yang rapuh itu berisiko yakni jika sandarannya runtuh, maka ia pun ikut jatuh

 

Nah, para Jokowi’s idol sesungguhnya merupakan Jokowi’s doll. Ya idola ya boneka. Boneka India eh Cina yang tidak cantik dan tidak kharismatik

 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaa

Bandung, 15 Januari 2023

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW

OPINI

Pergantian Menkeu Tanpa Penjelasan

OPINI

Mengembalikan Kedigdayaan Samudera Pasai Melalui Pengembangan Ekonomi Maritim 

EDUKASI

Jangan Langsung Mengajar: Mengapa Lima Menit Pertama Menentukan Semangat Belajar Siswa

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan