Home / BERITA

Kamis, 2 Juni 2022 - 04:20 WIB

Fauzan PNS Aceh Utara Mendapatkan Gelar Doktor Sangat Memuaskan Di UNP

 

ACEH UTARA – Fauzan (Mantan Kabag Organisasi Setdakab Aceh Utara) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Aceh Utara berhasil mendapatkan Gelar Doktor secara terbuka dengar gelar sangat memuaskan di Pascasarjana Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat (1/6/2022).

Judul Desertasi “The Humanistic Dimension and Certainly For Sustainable Refugee Management towards the Rule of Transnational Corporations (TNCs)”, merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan oleh Fauzan terhadap tata kelola penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh sebelum mendapat gelar Doktoralnya.

Fauzan mengakui, mulai melakukan disertasinya berawal dari seringnya kedatangan pengungsi Rohingnya ke perairan Aceh dari tahun 2005. Menurutnya penanganan pengungsi yang dilakukan oleh negara hanya pada penyelamatan ke pinggir pantai serta pemberian akomodasi, sehingga tidak mendapatkan penghidupan yang layak.

“Sementara itu, kepastian untuk mengirimkan mereka ke negara ketiga juga belum ada titik terang dan pengungsi tidak memiliki status tetap dikarenakan ketidakpastian keberadaan mereka di negara transit”, papar Doktor Fauzan.

Lebih lanjut Doktor Fauzan mengatakan, ingin mendalami lebih dalam terkait perluasan konsepsi kemanusiaan dan kepastian dalam penanganan pengungsi Rohingnya di Aceh. Menurutnya untuk menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya keberlanjutan dalam penanganan pengungsi, salah satunya melalui magang (intership) dan itu pernah dilakukan oleh Turki dan Uni Eropa.

Baca Juga  PWRI Aceh Timur Apresiasi Gerak Cepat Aparat dalam Kasus Jurnalis Juwita

Fauzan juga mengatakan regulasi di tingkat global dan nasional menjadi penting khususnya melalui inisiasi pemanfaatan dana CSR untuk pembentukan center of excellence dalam melatih para pengungsi dan masyarakat lokal sehingga status pengungsi nantinya lebih qualified untuk di deportasi ke Negara ketiga oleh UNHCR.

“Regulasi ini dapat diterapkan dalam integrasi lokal sebagaimana best practices dari Turki yang mendirikan pusat pelatihan vokasi bagi para pengungsi Syiria dalam menumbuhkan kemandirian bagi pengungsi di masa yang akan datang”, ujar Doktor Fauzan.

Prestasi yang didapatkan oleh salah satu PNS di Kabupaten Aceh Utara ini dengan menyelesaikan pendidikan Doktor Studi Pembangunan pada Pascasarjana Universitas Andalas mendapatkan Kelulusan dengan predikat “Sangat Memuaskan”.

Adapun tim penguji dilakukan oleh Prof. Dr. Rudi Febriamansyah, Ketua Program Studi PDSP, bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus sebagai anggota co Promotor. Ketua Promotor Prof. Dr. Ir. Helmi, M.Sc juga hadir pada Ujian Terbuka kali ini, serta ibu Sri Oktavia, SH, M.Sc, Ph.D selaku co Promotor yang turut hadir. Selain itu, hadir pula penguji eksternal yaitu bapak Dr. Damos Dumoli Agusman, yang juga merupakan Duta Besar RI untuk Austria di Wina yang hadir secara online.

Baca Juga  Tgk. Habibi An Nawawi Bakar Semangat Santri Dayah Ma’had An Nahla di Lhokseumawe

Sedangkan tim penguji internal dalam sidang kali ini adalah Prof. Syafruddin Karimi, M.Sc., Prof. Firman Hasana, LLM dan Prof. Nursyirwan Effendi yang juga bertindak sebagai Direktur Program Pascasarjana Unand. Turut hadir pula keluarga calon doktor, kolega dan kerabat dari Universitas Andalas, serta para tamu undangan.

Dalam kesempatan yang berbeda (2/6/2022, Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Dr. A Murtala, M.Si menyatakan bahwa prestasi salah satu PNS di Kab. Aceh Utara ini patut diapresiasi mengingat baru dua orang PNS birokrat yang bergelar Doktor di lingkungan Pemkab Aceh Utara.

“Sehingga dengan hadirnya Dr. Fauzan nantinya akan dapat memotivasi PNS lainnya untuk melanjutkan perkuliahan baik ke jenjang S-2 maupun S-3”, harap Sekda Aceh Utara.

Reporter : Ek | Photo : Ist |Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi