Home / ACEH / BUDAYA

Minggu, 20 September 2026 - 00:15 WIB

Ketika Telunjuk Berbicara: Etika Menunjuk dalam Budaya Aceh

Keterangan: Foto karya jurnalistik dan seni ini dibuat melalui pantulan cermin. Subjek sebenarnya menunjuk menggunakan tangan kanan. Namun, pantulan cermin membuat tangan tersebut secara visual terlihat seperti tangan kiri. (Dok. Ist)

MEDIALITERASI.ID – Dalam pergaulan masyarakat Aceh, penggunaan tangan kanan dan kiri memiliki nilai kesopanan yang berbeda. Tangan kanan umumnya digunakan dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penghormatan dan hubungan sosial, sedangkan penggunaan tangan kiri dalam situasi tertentu dipandang sebagai pantangan.

Salah satu pantangan tersebut adalah menggunakan tangan kiri untuk menunjuk, memanggil, memberi salam, atau menyerahkan dan menerima sesuatu dari orang lain. Kajian yang mengutip Ismuha (1975) mencatat bahwa penggunaan tangan kiri dalam sejumlah interaksi sosial masyarakat Aceh termasuk dalam larangan kesopanan.

Hal serupa juga tercatat dalam sumber yang diterbitkan Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe yang memasukkan penggunaan tangan kiri untuk menunjuk, memanggil, membalas panggilan, atau menghentikan kendaraan sebagai bagian dari pantangan dalam sopan santun masyarakat Aceh.

Karena itu, dalam konteks etika pergaulan Aceh, menunjuk seseorang menggunakan tangan kiri tidak tepat dipandang sebagai gestur yang netral, khususnya ketika dilakukan kepada orang yang lebih tua, tokoh yang dihormati, atau dalam situasi yang memiliki ketegangan sosial.

Baca Juga  Seludupkan Narkotika Sabu 4 Kg di Bandara SIM, 4 Pemuda di Tangkap

Persoalan menjadi lebih sensitif apabila telunjuk diarahkan secara langsung ke wajah atau mata seseorang. Secara etika komunikasi, gestur semacam itu dapat memberikan kesan konfrontatif, merendahkan, atau tidak menghormati lawan bicara. Namun, makna tersebut tetap harus dilihat berdasarkan konteks, hubungan sosial, dan situasi ketika gestur dilakukan.

Perlu dibedakan antara norma adat dan penafsiran terhadap sebuah gestur. Literatur yang dirujuk secara eksplisit menyebut penggunaan tangan kiri untuk menunjuk sebagai pantangan. Namun, tidak ditemukan ketentuan primer yang secara khusus menetapkan bahwa menunjuk tepat ke mata dengan tangan kiri secara otomatis berarti penghinaan atau tantangan.

Dengan demikian, pernyataan bahwa gestur tersebut merupakan bentuk penghinaan atau tantangan sebaiknya diposisikan sebagai interpretasi berdasarkan konteks, bukan sebagai makna adat yang bersifat baku.

Baca Juga  Ketua SAPA: Pemangkasan Dana Otsus Aceh Bentuk Pengkhianatan

Dalam tata krama masyarakat Melayu-Aceh, ketika harus menunjukkan arah kepada orang yang lebih tua atau dihormati, terdapat bentuk yang lebih halus dengan menggunakan tangan kanan. Bahkan, dalam sejumlah literatur tata krama, ibu jari tangan kanan digunakan sebagai bentuk menunjuk yang lebih sopan, sementara tangan kiri berada di bawah pergelangan tangan kanan.

Dengan demikian, persoalan utama bukan semata-mata pada arah telunjuk, tetapi juga pada cara, posisi tangan, siapa yang ditunjuk, serta situasi sosial ketika gestur tersebut dilakukan.

Dalam konteks budaya Aceh, penggunaan tangan kiri untuk menunjuk merupakan pantangan kesopanan. Sementara itu, menunjuk langsung ke wajah atau mata dapat menimbulkan kesan konfrontatif atau tidak menghormati, tetapi tidak dapat secara otomatis disimpulkan sebagai penghinaan atau tantangan tanpa mempertimbangkan konteksnya.

Share :

Baca Juga

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI

ACEH

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname Dari KKP

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW

ACEH

11 Bulan Bertahan di Tenda Darurat, 6 KK Korban Banjir Blang Peuria Aceh Utara Belum Dapat Huntap
Sambangi Sanger Day Fest 2026, Direktur Kemenbud Soroti Sinergi Tradisi dan Seni Modern

ACEH

Didukung Dana Indonesiana, Sanger Day Fest 2026 Perkuat Komunitas Kreatif Banda Aceh

ACEH

Sambangi Museum Tsunami Aceh, Wamenpar Ni Luh Puspa Puji Storytelling Edukator

ACEH

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh