Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / POLITIK

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:52 WIB

Pelatih Iran Protes Keras Akomodasi Piala Dunia: “Kami Tim Paling Diperlakukan Buruk”

Amir Ghalenoei keluhkan jadwal padat, pemindahan paksa ke Tijuana, dan minimnya dukungan logistik penyelenggara

MEDIALITERASI.ID | LOS ANGELES – Pelatih kepala Timnas Iran Amir Ghalenoei melontarkan kritik tajam ke penyelenggara turnamen, Jumat 19/6/2026. Ia menyebut timnya mendapat perlakuan logistik paling buruk dibanding kontestan lain.

Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei dalam konferensi pers resmi setelah Iran dipaksa meninggalkan Los Angeles dan kembali ke Tijuana tanpa jeda pemulihan.

“Kami adalah tim yang paling diperlakukan dengan buruk di seluruh turnamen ini. Kami telah menghabiskan begitu banyak waktu melelahkan di atas pesawat, dan mereka bahkan tidak memberikan kami waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik setelah pertandingan hari ini,” ujarnya.

Baca Juga  Irwandi Yusuf Bebas; Ayah Merin Baru Ditangkap KPK Setelah Buron 5 Tahun

Dipaksa pindah, waktu recovery hilang

Ghalenoei menjelaskan Iran seharusnya menginap malam itu di LA dan baru kembali ke Tijuana siang keesokan harinya. Namun rencana berubah mendadak tanpa pemberitahuan jelas.

“Mereka mengatakan bahwa kami harus segera pergi dari sini saat ini juga. Padahal, bagi kami waktu pemulihan sangatlah krusial. Namun, kami justru diminta kembali ke Tijuana dengan segera, dan hal ini sangat mengkhawatirkan kami,” katanya.

Diduga ada campur tangan pihak lain

Pelatih 61 tahun itu juga menyoroti kejanggalan di balik keputusan akomodasi. Menurutnya, rencana tim diambil di tempat lain.

“Saya pikir situasi ini sangat aneh. Tampaknya ada pihak lain yang merencanakan segalanya untuk kami, dan keputusan-keputusan penting mengenai tim ini diambil di tempat lain,” ucapnya.

Baca Juga  Why You Must Experience Caronavairus At Least Once In Your Lifetime.

Ia menambahkan federasi Iran, media domestik, dan sebagian staf manajemen tidak hadir di lokasi. “Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan tetapi tidak diizinkan,” ujarnya.

Soal keadilan kontestan

Ghalenoei menegaskan aspek logistik dan waktu istirahat setara adalah hak dasar setiap tim di panggung tertinggi sepak bola. Kelelahan perjalanan dan akomodasi mendadak dinilainya bisa merusak fokus bertanding.

Hingga berita diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait protes Iran. Belum diketahui apakah keluhan ini akan memicu evaluasi jadwal akomodasi tim lain. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Vance Tegur Israel: “Bangun dan Sadar, AS Satu-Satunya Sekutu Kuat Anda” di Tengah MoU AS-Iran

BERANDA

Tragis! Roy Suryo Ditangkap di Rumah Saat Pagi Jumat, dr Tifa Ikut Diamankan

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Sosialisasi Teknis Pelaporan Kinerja Daerah

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

BERITA

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.131 Personel untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

BERITA

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar di Bakauheni, 24 Tersangka Ditangkap

BERANDA

Drama Toronto! Gol Menit Akhir Caleb Yirenkyi Tumbangkan Panama, Ghana Raih 3 Poin Pertama Piala Dunia

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224