Home / BERITA

Selasa, 28 April 2026 - 12:10 WIB

Rusak Sejak Lama, Jalan Sido Mulyo Hambat Ekonomi dan Akses Pendidikan

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Jalan di Gampong Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah sepanjang 13 hingga 15 kilometer dan belum pernah diaspal sejak awal dibangun. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas, ekonomi, dan aktivitas pendidikan masyarakat.

Geuchik Sido Mulyo, Syafruddin, mengatakan kerusakan jalan terjadi hampir di seluruh ruas dan semakin parah saat musim hujan. “Sejak desa ini berdiri, jalan tersebut belum pernah diaspal dan hanya pernah dilakukan pengerasan, itu pun sudah lama. Status jalan juga belum jelas,” kata Syafruddin, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, waktu tempuh warga yang sebelumnya sekitar 45 menit kini meningkat menjadi sekitar 1 jam 30 menit akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur. Selain itu, biaya transportasi juga bertambah.

“Untuk sekali perjalanan, biaya bahan bakar meningkat dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan turut menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah hasil perkebunan seperti pinang, jengkol, pala, kemiri, dan kelapa sawit kerap mengalami penurunan kualitas bahkan rusak karena keterlambatan distribusi.

Saat musim hujan, banyak kendaraan roda empat terjebak di jalan berlumpur, sementara pengguna sepeda motor kerap terjatuh akibat kondisi licin. “Memang belum ada kecelakaan serius, tetapi sepeda motor sering terbalik. Saya sendiri pernah terjatuh saat mendaki bukit karena jalan licin hingga kaki keseleo, pakaian kotor, dan laptop saya rusak,” katanya.

Baca Juga  Grensen Diringkus Pihak Berwajib di Sebuah Rumah Kosong di Uteun Bayi

Dampak kerusakan jalan juga dirasakan di sektor pendidikan. Kepala Sekolah, Nurkhalis, S.Pd, menyebut kondisi tersebut memperberat akses guru dan siswa ke sekolah.

“Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 45 menit kini menjadi 1 jam 30 menit. Biaya bahan bakar juga meningkat dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu untuk sekali jalan. Banyak masyarakat mengalami kerugian karena hasil perkebunan seperti pinang, jengkol, pala, kemiri, dan sawit terlambat distribusinya,” ujar Nurkhalis.

Ia menambahkan, saat hujan turun, banyak kendaraan roda empat terjebak di jalan berlumpur. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.

“Siswa sering kesulitan datang ke sekolah, sementara guru juga berisiko mengalami kecelakaan karena jalan licin. Saya sendiri pernah terjatuh dari sepeda motor saat mendaki bukit, sehingga kaki keseleo, pakaian kotor, dan laptop rusak,” katanya.

Di Gampong Sido Mulyo terdapat 6 PAUD, 5 sekolah dasar (SD), 2 sekolah menengah pertama (SMP), 1 sekolah menengah atas (SMA), serta 1 dayah. Jalan tersebut menjadi akses utama bagi guru dan siswa setiap hari.

Sementara itu, seorang warga, Muntada, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung sangat lama dan kerap hanya diperbaiki sementara.

“Kalau ditanya sudah berapa lama rusak, bisa dibilang sejak lama sekali. Memang pernah ada pengerasan, biasanya menjelang pemilu, tetapi hanya bertahan sebentar sebelum kembali rusak saat hujan,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi jalan bukan lagi sekadar hambatan, melainkan sudah menjadi bagian dari keseharian warga meski berisiko tinggi.

Baca Juga  Dandim 0103 Aceh Utara dan Danrem 011/Lilawangsa, Tinjau Langsung Lokasi Banjir

“Kami bahkan menganggap ini sebagai aktivitas ekstrem sehari-hari. Akses bukan hanya terhambat, tetapi hampir membuat kami kehilangan ketepatan waktu dalam beraktivitas,” katanya.

Menurut Muntada, kondisi jalan justru semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah upaya perbaikan yang dinilai tidak maksimal.

“Beberapa tahun terakhir malah lebih parah. Ada perbaikan, tetapi tanpa penanganan yang memadai sehingga tidak bertahan lama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti janji-janji perbaikan yang kerap muncul setiap menjelang pemilu, namun belum terealisasi.

“Setiap beberapa tahun selalu ada janji, tetapi sampai sekarang belum ada hasil nyata. Kami berharap ada tanggung jawab dan keseriusan dari pihak terkait,” kata Muntada.

Syafruddin menambahkan, jumlah penduduk di desanya mencapai lebih dari 1.100 kepala keluarga, sehingga kebutuhan akan akses jalan yang layak menjadi sangat mendesak.

Ia juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan telah berulang kali diajukan ke berbagai tingkatan pemerintahan, namun belum membuahkan hasil.

“Sudah sering kami ajukan, termasuk saat Pak Pon Yaya menjabat dan juga melalui Ketua DPRK Arafat Ali. Terakhir, kami juga mengusulkan melalui H. Ilham Pangestu, tetapi hingga saat ini belum ada realisasi. Setiap tahun selalu diusulkan, namun belum ada hasil,” ujarnya.

Hingga kini, perbaikan jalan tersebut belum terealisasi. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di desa mereka. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Berlangsung, RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah

BERITA

As SDM Kapolri Sambut Kontingen Taekwondo Garbha Presisi Juara Umum WATA Championship 2026

ACEH

Tak Beri Ampun, Polres Aceh Timur Libas Wartawan 7-2 di Laga Mini Soccer

BERITA

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Pelaku Diburu

BERITA

Polres Lhokseumawe Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan Pencabulan Anak Disabilitas

BERITA

YLBH CaKRA Ajukan Praperadilan terhadap Kapolres Lhokseumawe, Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

BERITA

Kuasa Hukum Tinjau Lokasi Penemuan Jasad M. Alfarisi, Soroti Kejanggalan

ACEH

Sentuhan Kemanusiaan Kapolsek Idi Tunong, Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim