Home / BERITA / LIFESTYLE

Kamis, 1 Januari 2026 - 00:46 WIB

JSI dan AJS Tegaskan Komitmen Kritik Konstruktif untuk Masa Depan Sumenep

Foto. Foto. Tutup Tahun 2025 dan Sambut Tahun Baru 2026 JSI bersama AJS dalam sesi Diskusi dan Bakar Ikan di Kantor Bersama di Sumenep

Foto. Foto. Tutup Tahun 2025 dan Sambut Tahun Baru 2026 JSI bersama AJS dalam sesi Diskusi dan Bakar Ikan di Kantor Bersama di Sumenep

SUMENEP | MEDIALITERASI.ID Menyambut Tahun Baru 2026 sekaligus menutup akhir Tahun 2025, Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep berkolaborasi dengan Asosiasi Jurnalis Sumenep (AJS) menggelar kegiatan bakar-bakar ikan yang dirangkai dengan diskusi bertema Arah Baru Gerakan Jurnalis Sumenep 2026, Rabu (31/12/2025) malam.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, dan penuh antusias tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan sinergi antarorganisasi profesi jurnalis di Kabupaten Sumenep.

Anggota JSI dan AJS tampak larut dalam kebersamaan, menjadikan agenda ini bukan sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi peran jurnalis dalam mengawal pembangunan daerah ke depan.

Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani, kepada media menyampaikan bahwa kolaborasi dua organisasi profesi ini merupakan langkah awal dalam menyamakan persepsi serta menyatukan visi gerakan jurnalis di Tahun 2026.

Baca Juga  Gema Tong-tong dan Teknologi Robot Warnai Malam Anugerah Inovasi Daerah Sumenep

Menurutnya, Sumenep membutuhkan masukan, saran, serta kritik yang konstruktif dari berbagai pihak guna mewujudkan visi besar daerah, yakni menjadikan Sumenep sebagai kabupaten yang unggul, mandiri, dan sejahtera.

“Tentu visi dan misi tersebut tidak akan sepenuhnya mampu dijalankan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep beserta jajarannya tanpa adanya masukan, saran, dan kritik konstruktif dari berbagai pihak, utamanya wartawan atau jurnalis yang ada di kabupaten setempat,” tegas Igusty.

Ia juga menilai bahwa menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif jurnalis sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial.

Igusty sapaan akrabnya menegaskan bahwa jurnalis harus tetap menjaga independensi, profesionalitas, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menyampaikan kritik.

“Kritik yang dibangun jurnalis bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki. Jurnalis harus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus suara masyarakat yang objektif dan berimbang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua AJS Sumenep, Faldy Aditya, menyampaikan pandangan senada. Ia menegaskan bahwa sinergi antara AJS dan JSI merupakan energi baru bagi gerakan jurnalis di Sumenep agar lebih solid, visioner, dan berdampak.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa jurnalis di Sumenep bisa bersatu di atas kepentingan publik. Tahun 2026 harus menjadi momentum penguatan peran jurnalis dalam mengawal kebijakan publik, transparansi, dan akuntabilitas pemerintah,” ujar Faldy

Ia berharap, melalui diskusi dan konsolidasi seperti ini, jurnalis Sumenep mampu menghadirkan karya-karya jurnalistik yang mencerahkan, kritis, namun tetap berimbang demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Share :

Baca Juga

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Banjir Landa Aceh Timur, PGRI Hadir Ringankan Beban 144 Guru di Julok dan Indra Makmu

BERANDA

MK Putuskan Dana MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan 20 Persen

ACEH

“Penajoh Keuneubah Indatu” Ramaikan Idi, TP PKK Aceh Timur Ajak Gen Z Cintai Jajanan Tradisional

BERANDA

Pernyataan “Londo Ireng” Prabowo Picu Protes Wartawan di Sejumlah Daerah, PWI Minta Maaf Terbuka

ACEH

Satresnarkoba Polres Aceh Barat Tangkap DPO dan Sita 3,1 Kg Ganja di Aceh Barat dan Nagan Raya

ACEH

Pisah Sambut Dandim 0104/Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Apresiasi Sinergi dan Sambut Pejabat Baru dengan Tradisi Peusijuek