Home / BERITA

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:37 WIB

Bupati Aceh Utara Keluhkan Tak Pernah Dikunjungi Presiden Saat Tinjauan Banjir Bandang

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara Ismail Jalil mengeluhkan wilayahnya tidak pernah dikunjungi Presiden Prabowo Subianto saat peninjauan banjir bandang di Pulau Sumatra. Keluhan tersebut disampaikan Ismail dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana di Aceh yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Rabu (31/12/2025).

Ismail mempertanyakan perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh Utara yang menurutnya mengalami dampak banjir bandang dan tanah longsor sangat parah. Ia menyebut sebagian besar kecamatan di daerahnya porak-poranda akibat bencana tersebut.

“Mungkin di Aceh Utara selama ini Pak Presiden selalu ke Aceh Tamiang, Takengon di Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya. Termasuk Wakil Presiden. Tapi di Aceh Utara, ke mana saya rasa. Apa (Presiden) enggak tahu ada banjir?” ujar Ismail dalam rapat tersebut.

Baca Juga  Pemkab Aceh Utara Tegaskan Kepala Desa dan Perangkat Desa Rangkap Jabatan dengan PPPK Harus Memilih Salah Satu

Ia menjelaskan, kondisi Aceh Utara tidak banyak diketahui publik karena terputusnya jaringan listrik dan internet di sejumlah wilayah terdampak. Dalam rapat itu, Ismail bahkan menangis dan memohon bantuan helikopter untuk mempercepat distribusi logistik ke daerah yang terisolasi.

“Kami hanya bisa melihat bagaimana rumah hanyut, sarana ibadah hanyut, dan manusia hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat dari atap-atap rumah,” katanya.

Ismail menilai dampak banjir bandang dan longsor kali ini lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh. Ia menduga minimnya kehadiran pemerintah pusat disebabkan Aceh Utara tidak menjadi sorotan publik akibat keterbatasan akses komunikasi.

“Tapi pusat sepertinya tutup mata. Karena tidak ada sinyal handphone dan listrik mati, maka tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sebanyak 22 desa di Pulau Sumatra hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor. Dari jumlah tersebut, 13 desa berada di Provinsi Aceh, delapan desa di Provinsi Sumatera Utara, dan satu desa di Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe dan Dansatgas Brimob Tinjau Jembatan Bailey di Sawang, Motor Masih Bisa Melintas

“Data kami menunjukkan ada total 22 desa yang hilang. Di Aceh ada 13 desa tersapu, di Sumatera Utara delapan desa, dan di Sumatera Barat satu desa,” kata Tito.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi mengalami kerusakan, sehingga aktivitas pemerintahan desa tidak dapat berjalan. Dari jumlah tersebut, 1.455 desa berada di Aceh, termasuk lebih dari 800 desa di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Paling banyak kerusakan terjadi di Aceh Utara, lebih dari 800 desa, disusul Aceh Tamiang,” ujar Tito. (EQ)

Share :

Baca Juga

Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?