Home / BERANDA / BERITA

Senin, 23 September 2024 - 21:53 WIB

Sembilan Anggota Patroli Diperiksa Propam Polda Metro Jaya Terkait Temuan 7 Mayat Dikali Bekasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Senin (23/9/2024).//sumber foto: (ist)

 

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Sebanyak sembilan personel polisi diperiksa Propam Polda Metro Jaya terkait temuan tujuh mayat remaja di Kali Bekasi. Mereka terlibat dalam pembubaran massa yang diduga akan tawuran.

“Sampai dengan saat ini, yang diperiksa itu ada sembilan anggota Patroli Perintis Polres Metro Bekasi Kota,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Senin (23/9/2024).

Sembilan anggota Korps Bhayangkara ini terlibat dalam pembubaran massa diduga pelaku tawuran di Jalan Cipendewa Baru, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu. Mereka diperiksa SOP (standar operasional prosedur) pembubaran kelompok tawuran.

“Kan mereka yang melakukan kegiatan cek TKP (tempat kejadian perkara), mereka melakukan patroli siber, kemudian melihat ada yang lagi live IG melakukan ajakan tawuran kemudian mereka melakukan cek TKP. Inilah yang didalami, proses pengecekan TKP-nya itu, proses patrolinya itu seperti apa, proses pengecekan TKP-nya seperti apa, ini masih didalami,” ujarnya.

Polisi mengevakuasi tujuh jenazah yang ditemukan di aliran Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi. Sejumlah mayat itu dievakuasi ke RS Polri Kramatjati.//sumber foto: (ist)

Dugaan sementara, para korban nekat menceburkan diri karena takut adanya patroli polisi. Ade Ary menyebut nantinya Propam akan mendalami semua hal, dari proses patroli hingga pembubaran massa di lokasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto sudah menginstruksikan untuk mengusut kasus temuan mayat tersebut hingga tuntas. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.

“Ini kan atensi Kapolda ya, kemarin Kapolda sudah menyampaikan bahwa ini melibatkan propam dan juga dari auditor eksternal. Dari propam itu untuk mendalami bagaimana proses mendatangi TKP, segala bentuk SOP-nya, ini didalami. Nanti tentunya membutuhkan keterangan saksi dari yang ada di TKP,” ujarnya.

Ade Ary mengatakan Patroli Perintis Presisi sendiri dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Patroli dilakukan untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif.

“Bapak Kapolda menginginkan proses penyelidikan tentang ditemukan tujuh mayat yang meninggal dunia. Itu jelas semuanya nanti penyelidikan dari Reskrimnya seperti apa dari prosedur internal seperti apa, SOP atau cara bertindak yang dilakukan personel patroli ini seperti apa,” kata dia.

Baca Juga  Kemendagri Ajak Media Massa Dukung dan Semarakkan Penyelenggaraan PON 2024

“Karena tujuan patroli itu memberikan rasa aman dan harus merespon cepat setiap informasi yang ada baik dari laporan masyarakat dan juga informasi atau laporan yang ditemukan sendiri. Ini kan patroli siber,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh dalam konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (23/9/2024). Konferensi pers terkait penemuan 7 mayat di Kali Bekasi.//sumber foto: (ist)

Ditempat terpisah Polisi mengungkapkan sudah ada 4 keluarga yang mendatangi Rumah Sakit Polri, Jakarta. Mereka datang guna melakukan identifikasi 7 mayat laki-laki yang ditemukan mengambang di Kali Bekasi pada Minggu 22 September 2024.

“Dan sudah ada 4 keluarga yang datang ke RS Polri untuk melakukan indentifikasi apakah dari ketujuh jenazah tersebut merupakan salah satu anggota keluarga mereka,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh dalam jumpa pers di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (23/9/2024).

Audy juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan melakukan autopsi terhadap 7 jenazah laki-laki di RS Polri.

“Dan pada hari ini rekan-rekan akan dilakukan autopsi terhadap ke 7 jenazah di RS Polri. Untuk hasilnya akan di informasikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Audy mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, mengevakuasi jenasah ke RS Polri, serta memeriksa saksi sebanyak 23 orang.

Polisi, katanya, juga berkoordinasi dengan Basarnas BPBD, dan Timsar Brimobda melakukan penyisiran ke aliran sungai untuk mengantisipasi jika kemungkinan masih ada korban-korban lain yang belum ditemukan. Dan, katanya, sampai saat ini masih berlangsung.

“Selanjutnya kami membuka posko orang hilang atau antemortem. Jadi nanti apabila dari keluarga masyarakat atau kelurga yang merasa ada anggota keluarganya yang belum kembali kerumah bisa melaporkan ke posko orang hilang,” ujarnya.

Baca Juga  Kuasa Hukum PC Bantah Isu Perselingkuhan Dengan Supir

Diduga Ceburkan Diri

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menduga tujuh orang yang ditemukan tewas di Kali Bekasi, Kota Bekasi, menceburkan diri karena takut adanya patroli polisi. Dugaan sementara, ketujuh mayat itu terkait aksi tawuran.

“Menurut informasi sekilas adalah bahwa ini adalah salah satu yang menjadi kemarin malam itu yang sudah bisa diambil keterangan memang mereka menceburkan diri ke sungai karena adanya ketakutan, ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur, menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh rekan-rekan,” kata Karyoto saat mengecek TKP, kepada wartawan, Minggu (22/9/2024).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto saat dijumpai wartawan di area Kali Bekasi di perbatasan Rawalumbu dan Jatiasih, Kota Bekasi pada Minggu, (22/9/2024).// Sumber foto: (ist)

Karyoto menjelaskan kejadian tawuran di wilayah Polda Metro Jaya cukup serius. Dia menilai langkah patroli yang dilakukan polisi sudah tepat.

“Karena yang rekan-rekan pahami kejadian tawuran di seluruh wilayah hukum Polda Metro itu cukup serius, banyak sekali adik-adik kita, generasi muda, dalam artian masih sangat muda yang jadi korban. Jakarta, Bekasi, Depok itu banyak,” jelasnya.

“Sehingga kami langkah patroli ini sudah betul, saya katakan patroli ini tidak salah dan kenapa patroli lewat sini karena memang patroli ini datangnya 03.00 WIB, tapi kalau orang normal, dalam keadaan jam-jam segitu tentunya istirahat dan ini juga anak-anak yang masih di bawah umur dan ada juga sudah di atas 18 tahun, memang tadi identifikasi belum kami temukan semua,” ungkap Karyoto.

Dia juga mengatakan mereka yang tewas itu bukan warga sekitar. Diduga mereka merupakan warga Bantargebang

“Yang jelas anak-anak ini bukan warga sekitar sini, Bantargebang, saya nggak tahu jaraknya, sekitar 2 km, yang dipertanyakan kenapa pukul 03.00 adik-adik ini masih di sini. Secara pribadi saya prihatin,” ujarnya. ***

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Kartini Dikooptasi, Perempuan Ditinggalkan

BERITA

Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Sawah Besar, Lima Pelaku Ditangkap

NASIONAL

Pemerintah Dorong Water Taxi di Bali, ASDP Perkuat Integrasi Transportasi Nasional

BERITA

Kunjungi Museum Tsunami, Ridwan Kamil Bagikan Filosofi Desain kepada Arsitek Internasional

BERITA

Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

BERITA

Kemala Run 2026 Usung Kampanye “Charity for Indonesia”, Galang Donasi untuk Korban Banjir

BERITA

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak

BERITA

Ketua Fraksi NasDem DPRA Dorong Revisi UUPA Perkuat Ekonomi dan Kesejahteraan Aceh