Home / BERANDA / BERITA

Selasa, 6 Agustus 2024 - 07:53 WIB

Sukseskan Pilkada DKI Jakarta, Polda Metro Jaya Gelar Rakor Lintas Sektoral

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Upaya mensukseskan Pilkada DKI Jakarta 2024 Polda Metro Jaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Mantap Praja Jaya 2024 di Gedung The Tribrata Jakarta Selatan. Selasa (6/8/2024)

Kegiatan dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Pangdam Jaya, PJ Gubernur DKI Jakarta diwakili Kadishub, Kabinda DKI Jakarta, Wakapolda dan Para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Ketua KPU dan Bawaslu Provinsi Kota DKI Jakarta serta Ketua KPU Jawa Barat dan Ketua KPU Banten.

Dalam sambutanya Karyoto mengucapkan terimakasih kepada stakeholder terkait atas kerjasamanya selama ini untuk saling bahu membahu mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya selama masa Pemilu dan menjelang Pilkada serentak Tahun 2024.

“Ditengah Pilkada Tahun 2024 nanti, akan dilaksanakan juga Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Periode 2024-2029. Tentunya hal ini merupakan momen penting yang akan menuntut fokus kerja kita lebih keras lagi dalam menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada 2024”. Ucapnya.

Baca Juga  Capai Omset 700 Juta, Koperasi Syariah Gapoktan Pantura Berencana Buka Unit Usaha Baru

Karyoto menyebutkan bahwa wilayah hukum Polda Metro Jaya akan melaksanakan Pemilihan 3 Kepala Daerah yaitu Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, dan 4 Walikota yaitu Depok, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Bekasi serta 3 Bupati yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang untuk itu diperlukan Kerjasama yang baik.

“Saya berharap Sinergitas dan Kolaborasi semua Stakeholder dan pihak terkait dapat terjalin dengan baik dan lancar sehingga kondusifitas di Wilayah hukum Polda Metro Jaya dapat terjaga dengan baik”. Ungkapnya.

Kemudian Diapun menekankan diera digitalisasi saat ini Soliditas dan Sinergitas sangat diperlukan dalam Pelaksanaan Pilkada 2024 guna meredam riak-riak yang timbul ditengah masyarakat yang berpotensi membuat suhu politik meningkat.

“Apabila ditemukan hal yang bersifat provokasi, menghasut serta membuat ancaman nyata agar segera dilakukan penetrasi baik secara media online maupun secara langsung.”Tegasnya.

Baca Juga  Hypnotherapy For Motivation Getting The Drive Back

Selanjutnya Karyoto berpesan agar dalam mengamankan jalanya pelaksanaan Pilkada 2024 harus memperhatikan potensi kerawanan, jangan under estimate dan laksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur.

“Marilah kita samakan persepsi baik antara penyelenggara Pilkada, pihak keamanan maupun Pemerintah Daerah agar seluruh tahapan Pilkada dapat berjalan dengan aman, lancar, adil dan transparan.”Harapnya.

Terakhir Karyoto mengajak kepada stakeholder terkait untuk bersatu demi kepentingan bersama dan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Jakarta.

“Saya yakin dengan Kerjasama dan partisipasi aktif semua pihak, kita mampu mensukseskan Pilkada 2024 demi mewujudkan visi dan misi bangsa Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.”Pungkasnya.

Diketahui bahwa menjelang Pilkada serentak 2024 Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Mantap Praja Jaya 2024 selama 146 hari terhitung mulai 8 Agustus sampai 31 Desember 2024 dengan melibatkan 86.232 Personel gabungan dari Polri, TNI dan Linmas.
(Ranto)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky: Adat Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Modal Sosial Pembangunan Aceh Timur

BERITA

Gas Poll! Veda Ega Tahan di 5 Besar, Persaingan Moto3 2026 Makin Panas Usai Mugello

BERANDA

Start ke-13 Finis ke-8: Comeback Veda Ega di Mugello Buktikan Mental Juara Moto3

BERANDA

Viral Foto Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara Berhaji Sederhana, Netizen Sebut “Pemimpin Panutan”

ACEH

Bupati ALFARLAKY: Adat Bukan Pajangan, Tapi Kekuatan Pembangunan Daerah

ACEH

Izin Tambang Beutong Ateuh Banggalang Dikecam: “Jangan Ada Pesta Babi Jilid 2 di Aceh”

BERANDA

SPORT – Veda Ega Start ke-13 di Moto3 Italia 2026, Target Tembus 8 Besar di Mugello

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi