![]()
LHOKSEUMAWE – Masyarakat di seputaran perumahan Cot Trieng Dua Peureude dan pelintas keluhkan air limbah pembuangan rumah tangga yang mengalir ke jalan Abdul Wahab Dahlawi tepatnya di Kilometer 3 desa Paya Puntuet, Kota Lhokseumawe.
Bau pesing akibat luberan air pembuangan dari perumahan komplek dan beberapa rumah warga setempat dikeluhkan Muhammad Dahli (65) pasalnya lebih kurang satu tahun dirinya sudah mencium aroma tak sedap.
Lelaki asal desa Paya Punteut ini mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Geuchik setempat untuk menyampaikan keluhannya, dirinya juga mengatakan luberan air dari dua komplek perumahan di Cot Trieng Dua Peurde itu, sudah pernah di tinjau oleh pihak Muspika dan PU kota Lhokseumawe untuk melakukan pengukuran saluran irigasi pembuangan.
“Satu komplek perumahan ter administrasi ke desa Blang Weu Baroh, Kecamatan Blang Mangat dan separuhnya lagi masuk ke wilayah administrasi desa Paya Punteut, kecamatan Muara Dua”, papar M. Dahli.
Lelaki yang membuka usaha perabotan di depan perumahan tersebut sempat menanyakan kepada salah satu anggota Dinas PU yang tidak diketahui namanya itu.
“Katanya saluran irigasi ini akan diperbaiki setelah lebaran idul Fitri kemarin, namun sampai saat ini belum terealisasi”, ujar M Dahli.
Keluhan yang dirasakan M Dahli juga dirasakan oleh sejumlah warga lainnya diseputaran lokasi tersebut, termasuk masyarakat yang melintas. M Dahli memperkirakan sebanyak 15 rumah warga yang mencium aroma tak sedap setiap harinya dan sudah berjalan lebih kurang setahun ini.
Hal seirama juga di ungkapkan oleh T. Danial (58), dirinya menduga seluruh rumah di komplek tersebut air comberannya mengalir ke jalan lintas kecamatan.
“Coba bayangkan lebih kurang sekitar 50 rumah setiap harinya air limbah rumah tangga atau air comberan mengalir kejalan setiap harinya”, ujar T. Danial.
Selaku warga setempat, M Dahli dan T Danial mengharapkan pemerintah kota untuk menanggulangi nya sesegera mungkin.
Merizal (35) warga Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur yang sering melintasi jalan tersebut, mengaku merasa terganggu dengan air yang tergenang dijalan menuju ke kota Lhokseumawe itu.
“Saya selaku pengguna sepeda motor, merasa sangat terganggu, ditakutkan air limbah tersebut terciprat dan mengenai pakaian yang sudah suci sehingga membuat tidak suci lagi, ucap pelintas kepada Medialiterasi.id pada Selasa sore, (06/06/2023)
Dalam kesempatan yang sama, dirinya berharap saluran pembuangan air limbah perumahan yang berada di Cot Trieng Dua Peureude dapat segera ditanggulangi sekaligus memperbaiki jalan yang sudah berlobang agar tidak terjadi kecelakaan bagi masyarakat yang melintas.
“Sangat di sayangkan bagi masyarakat yang beraktivitas ke pasar disaat waktu subuh hari dengan kondisi jalan yang digenangi air dengan kondisi licin dan gelap”, tutup Rizal.
Menanggapi keluhan warga, Geuchik Blang Weu Baroh, melalui Sekdes Bakhtiar mengaku sudah menghubungi pihak Developer terkait keluhan warga Paya Punteut.
Bakhtiar mengatakan letak perumahan Cot Trieng Dua Peureude terletak di desa Blang Weu Baroh sedangkan jalan yang tergenang masuk ke wilayah Gampong Paya Puenteut. Keluhan warga setempat juga sudah di tinjau oleh dua muspika kecamatan.
“Lokasi perumahan berada dalam peta administrasi Gampong Blang Weu Baroh, sedangkan Jalan yang tergenang masuk administrasi Gampong Paya Puenteut”, ujar nya.
Selain itu Sekdes Blang Weu Baroh juga mempertanyakan, terkait pemberian izin yang dilakukan oleh Pemko Lhokseumawe untuk mendirikan komplek perumahan, namun tidak memperhitungkan dampaknya.
“Seharusnya pemerintah setempat lebih dahulu melakukan penggalian saluran pembuangan air yang sudah lama tertimbun dengan tanah sebelum memberi izin mendirikan komplek perumahan, agar limbah tidak tercecer di Jalan, mengingat lokasi perumahan datarannya lebih tinggi daripada jalan”, ujar Bakhtiar. [ëndæ]







