Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / OLAHRAGA

Senin, 22 Juni 2026 - 11:59 WIB

Polemik Konsistensi Penegakan Aturan Moto3 2026: Pembalap Asia Merasa Dirugikan

Performa naik Veda Ega Pratama dkk memicu sorotan ke penalti, gap performa motor, dan struktur regulasi Moto3 yang berbasis di Eropa

MEDIALITERASI.ID | MADRID, Spanyol — Musim Moto3 2026 berjalan dengan sejumlah “keanehan” yang jadi perbincangan paddock. Tren penalti, selisih kecepatan motor, dan kronologi hukuman terhadap pembalap Asia memicu dugaan adanya inkonsistensi penegakan aturan. Dorna dan FIM belum memberi tanggapan resmi atas tudingan tersebut.

Bukan aturan baru yang jadi sorotan, melainkan pola penerapan aturan yang dinilai tidak sama rata, terutama saat pembalap Asia mulai masuk papan atas.

1. Tudingan Inkonsistensi Penalti  

Keluhan utama muncul pada fleksibilitas istilah “ride slow”, “irregular line”, dan “track limit”. Pembalap Asia menilai, pelanggaran serupa lebih sering dihukum saat mereka bertarung di 10 besar.

Contoh yang disorot: Veda Ega Pratama sempat turun dari P8 ke P20 akibat penalti kualifikasi. Padahal pembalap Eropa dengan kasus “ride slow” serupa di sesi lain hanya mendapat peringatan. FIM Race Direction berargumen setiap insiden dinilai kasus per kasus berdasarkan bukti video dan data telemetri.

Baca Juga  Dihujat Netizen ; Said Abdullah "Salah Alamat" Di Masjid Sendiri

2. Gap Performa Motor KTM vs Honda

Moto3 memakai mesin sama 250cc 4-tak, tapi selisih performa tetap ada. Data GPS musim 2024-2025 menunjukkan motor KTM/GasGas unggul 8-12 km/jam di trek lurus dibanding Honda NSF250RW.

Honda sendiri mengakui fokus pengembangan lebih besar ke MotoGP. Sementara KTM, sebagai pabrikan Eropa, punya sejarah panjang di kelas entry. Ketika pembalap Asia seperti Veda, Hakim, dan Kiandra tetap bisa bersaing meski motor kalah top speed, perdebatan “motor vs skill” kembali mencuat.

3. Pola Waktu Hukuman Disorot 

Pengamat menilai frekuensi penalti berat meningkat seiring naiknya performa pembalap Asia. “Dulu jarang berat karena belum mengganggu peta persaingan. Sekarang sering, saat mereka masuk perebutan podium,” ujar salah satu mekanik tim satelit yang minta anonim.

Race Direction membantah. Menurut mereka, jumlah insiden memang naik karena level kompetisi Moto3 makin rapat. Selisih 0,3 detik bisa berarti P5 vs P20, sehingga senggolan dan “ride slow” lebih sering terjadi.

4. Struktur Pengambilan Keputusan

Baca Juga  TNI AL Pasang Badan Jika Ada Protes Sola Pembongkaran Pagar Laut di Tanggerang

Dorna sebagai promotor, FIM sebagai regulator, sebagian besar tim pabrikan, dan pengawas lomba memang berbasis di Eropa. Konsentrasi kekuasaan ini memicu keraguan netralitas.

“Keputusan ada di lingkaran yang sama, perspektifnya condong ke kelompok sendiri. Kalau terdesak, cara paling gampang atur posisi start, bukan kalah di lintasan,” tulis salah satu narasi yang viral di media sosial.

Dorna berulang kali menegaskan Race Direction terdiri dari steward internasional, bukan hanya Eropa, dan semua keputusan bisa di-banding ke FIM Stewards Panel.

Intinya: Kapan dan Kepada Siapa Aturan Diterapkan  

Polemik Moto3 2026 bukan pada isi aturan, tapi pada konsistensi penerapannya. “Keanehannya bukan di aturan, tapi pada KAPAN dan KEPADA SIAPA diterapkan,” tulis analisis yang beredar.

Bagi kubu pembalap Asia, semakin sering dipersulit justru bukti mereka dianggap ancaman. “Bukan Veda yang kurang hebat, tapi lawan takut kalah adil,” tulis narasi pendukung.

Bagi Dorna dan FIM, tugasnya membuktikan sistem peradilan balap benar-benar setara. Karena kredibilitas Moto3 sebagai “pabrik bintang” dunia dipertaruhkan. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Cinta Ibu Lintas Batas: Vozinha & Sang Bunda Rayakan Sejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026

BERITA

Polda Jambi Sediakan 1.000 Lowongan Kerja Melalui Bhayangkara Presisi Job Fair 2026

ACEH

Pengeboran Mubadala di South Andaman, Aceh Tuntut Bagi Hasil & Kewenangan Sesuai UUPA dan MoU Helsinki

BERANDA

Kasus Korupsi BGN Bergulir, Mengapa Pemerintah Prabowo Tetap Lanjutkan Program MBG?

BERITA

Polres Metro Jakarta Utara Tahan Tersangka Pengrusakan Ruko di Cilincing

BERITA

Bareskrim Tangkap DPO Kunci Jaringan Fredy Pratama, Pengendali Miliaran Rupiah Dana Narkoba

BERANDA

Start P20 Finis P5, Veda Ega Pratama Ukir Comeback Terbaik Musim Ini

BERITA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Perkuat Persiapan Timnas Menuju Piala Dunia 2030