MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Timur, Saiful Anwar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa. Ia menegaskan, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi momentum untuk melanjutkan perjuangan melalui kontribusi nyata di era modern.
“Hari Pahlawan bukan hanya seremoni tahunan. Ini saatnya kita menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan. Jika dulu mereka berjuang melawan penjajah dengan senjata, kini kita berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, korupsi, disinformasi, dan kerusakan moral serta lingkungan,” ujar Saiful Anwar.
Saiful mengungkapkan bahwa inspirasi perjuangannya berasal dari sang kakek, almarhum Tengku Umar, seorang veteran perang kemerdekaan asal Aceh yang pernah bertempur di berbagai medan pertempuran demi mempertahankan Republik Indonesia.
Aceh, yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah”, memiliki catatan gemilang dalam sejarah kemerdekaan. Wilayah ini tidak pernah sepenuhnya tunduk kepada kolonial Belanda, dan pada masa perjuangan, rakyat Aceh menjadi tulang punggung logistik serta diplomasi. Salah satu bukti nyata adalah sumbangan pesawat Seulawah dari masyarakat Aceh pada 1948, yang menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.
“Kakek saya adalah saksi hidup perjuangan itu. Beliau mengorbankan kenyamanan hidupnya dan mengajarkan arti pengorbanan tanpa pamrih. Meski telah tiada, semangatnya tetap hidup dalam diri saya, untuk melanjutkan perjuangan lewat pena dan kebenaran,” ungkap Saiful dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, di era digital, medan perjuangan bergeser ke ranah informasi. Pers, kata Saiful, memegang peran vital dalam menyampaikan berita yang akurat, mendidik publik, dan menjaga demokrasi.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota LAKI di Provinsi Aceh harus berkomitmen pada pemberantasan korupsi, bekerja secara profesional, dan menjadi teladan dalam memperjuangkan keadilan.
“Semangat pahlawan harus kita wujudkan dalam setiap langkah. Perjuangan hari ini adalah membangun bangsa dengan integritas, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap sesama. Mari jadikan pena dan kata sebagai senjata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPC LAKI Aceh Timur akan menggelar program edukasi antikorupsi, literasi publik, dan memperkuat kerja sama lintas sektor demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan bersatu.
Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) merupakan organisasi masyarakat yang mengusung misi pemberantasan korupsi secara bertanggung jawab, menjaga profesionalisme, serta menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan masyarakat di Aceh Timur. (EQ)







