Home / BERITA / SOSIAL

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:02 WIB

Pemerintah Pastikan Pelabuhan Merak Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran 2026

Medialiterasi.id | Merak – Pemerintah memastikan kesiapan Pelabuhan Merak, Banten, dalam menghadapi lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk memastikan arus penyeberangan Merak–Bakauheni berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Kesiapan tersebut dipastikan melalui kunjungan kerja dan rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, di Pelabuhan Merak. Rapat tersebut melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, serta operator penyeberangan guna memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang arus mudik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo bersama jajaran.

Pratikno menjelaskan, pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026, termasuk perkiraan puncak arus mudik dan arus balik. Dengan masa libur yang relatif panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat lebih merata sehingga kepadatan dapat diminimalkan.

“Masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman, dan nyaman,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pengawasan ketat pada periode arus puncak. Seluruh pihak juga diminta menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kelancaran angkutan Lebaran.

Sebagai operator penyeberangan, ASDP menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Salah satunya melalui penerapan delaying system di sejumlah buffer zone, seperti Rest Area KM43 dan KM68 serta Buffer Zone JLS di Merak. Di sisi Bakauheni, sistem serupa diterapkan di Rest Area KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati. Sistem ini berfungsi mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan agar kepadatan dapat dikendalikan.

Baca Juga  Polri Tangkap Buronan Thailand Paling Dicari

Kesiapan operasional juga didukung pengamanan terpadu dengan total 1.185 personel disiagakan di Merak dan 741 personel di Bakauheni. Personel tersebut ditempatkan di jalur jalan raya, buffer zone, hingga area pelabuhan.

Selain itu, ASDP meningkatkan fasilitas bagi pengguna jasa di pelabuhan, seperti tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, serta ruang bermain anak. Ruang tunggu reguler maupun eksekutif juga dilengkapi pendingin ruangan, musala, kursi pijat, dan mesin penjual minuman otomatis.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi keberadaan fasilitas ramah anak di pelabuhan. Menurutnya, ruang bermain anak dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman bagi keluarga sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, ASDP juga mengoptimalkan sistem tiket digital Ferizy. Melalui platform ini, tiket penyeberangan dapat dipesan hingga 60 hari sebelum keberangkatan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengimbau masyarakat membeli tiket sejak jauh hari karena tidak ada lagi penjualan tiket di area pelabuhan. Tiket elektronik akan dikirim melalui WhatsApp atau email dan dapat dibayar menggunakan berbagai metode pembayaran digital.

“Kami mendorong masyarakat membeli tiket sejak jauh hari. Pastikan sudah memiliki tiket minimal H-1 sebelum keberangkatan dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujarnya.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket secara daring secara lebih masif untuk mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan selama periode mudik.

Sementara itu, berdasarkan data Posko Merak yang meliputi Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, selama periode H-9 tercatat 254 perjalanan kapal beroperasi. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 41.171 orang atau turun 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.073 orang.

Baca Juga  Dua Terduga Pembakaran Rumah di Aceh Utara Diamankan, Polisi Sita Senjata Api Rakitan

Kendaraan roda dua tercatat 1.152 unit atau turun 27,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit atau turun 27,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 6.051 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit atau turun 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.347 unit.

Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 tercatat 75.914 orang atau turun 15,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 89.607 orang. Total kendaraan mencapai 18.911 unit atau turun 12,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 21.514 unit.

Di sisi lain, data Posko Bakauheni pada periode yang sama mencatat 123 perjalanan kapal beroperasi. Penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 35.251 orang atau turun 7,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.946 orang.

Jumlah kendaraan roda dua tercatat 403 unit atau turun 24,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 531 unit. Kendaraan roda empat mencapai 2.877 unit atau turun 10,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.212 unit. Sementara itu, truk mencapai 4.425 unit atau meningkat 25,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.524 unit, sedangkan bus tercatat 515 unit atau turun 12,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 587 unit.

Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-9 tercatat 8.220 unit atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 7.854 unit. Sementara akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 mencapai 60.558 orang atau turun 12,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 69.450 orang. Total kendaraan tercatat 14.369 unit atau turun 6,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 15.416 unit.

Pemerintah bersama ASDP dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (HR)

Share :

Baca Juga

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan

ACEH

Pemerintah Aceh Jamu Ulama dari 21 Negara, Perkuat Peran Aceh sebagai Serambi Mekkah

ACEH

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Resmi Dibuka di Aceh, Perkuat Persatuan Umat

BERANDA

Viral Klarifikasi Panjang Cristiano Ronaldo Soal Drama di Timnas Portugal, Singgung Janji Pelatih dan Kepercayaan yang Rusak