Home / EDUKASI

Minggu, 29 Januari 2023 - 13:23 WIB

Orang Tua Perlu Memahami Sebab – Sebab Perilaku Konformitas Terhadap Anak

Oleh : Lailan Fajri Saidina

Pemerhati perilaku, direktur lembaga psikologi & training Tandaseru Indonesia

Menyikapi aksi kekerasan kelompok remaja dengan senjata tajam yang terjadi akhir akhir ini di Lhokseumawe, pemerhati perilaku yang juga Direktur konsultan psikologi & training Tandaseru Indonesia, Lailan Fajri Saidina, menduga hal itu sebagai salah satu bentuk pengaruh dari belajar sosial remaja, bisa itu dari game atau tontonan yg bernuansa kekerasan secara berulang ulang, sehingga terjadi konformitas, dimana seseorang mengubah perilaku individunya menjadi perilaku yang diterima kelompoknya.

Ini adalah bagian dari pengaruh kelompok terhadap individu. Jika diperhatikan dalam banyak kasus perkelahian antar kelompok, terutama diluar Aceh yg melibatkan remaja usia 15-19 tahun, ditemukan beberapa faktor penyebab perilaku konformitas, misalnya: pertama, ingin menghilangkan beban pelajaran atau melampiaskan kekesalan. Kedua, karna kesenangan, perkelahian dirasakan sebagai hal yg asyik, seru meskipun terluka. Ketiga, karna kesetiakawanan dlm satu kelompok, agar kehadirannya di klmpk tertentu diterima dan dihargai.

Baca Juga  OPINI : SANTRI AGENT OF CHANGE

Artinya pengaruh kelompok terhadap perilaku seseorang itu sangat kuat, bahkan seseorang akan meninggalkan norma individu meskipun baik ketika menjadi bagian dari kelompok dengan norma buruk sebagai identitas sosial.

Karna itu Lailan menghimbau agar orang tua, lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum memahami gejala perubahan perilaku yang terjadi, terutama anaknya masing2, sekaligus meningkatkan rasa tanggungjawab sosial.

Jika kita flashback, peristiwa kekerasan remaja dengan senjata tajam ini termasuk hal baru di Aceh khususnya Lhokseumawe, dan ini bisa jadi merupakan akumulasi perilaku dari apa yang berulang ulang dilihat dari sosial media, atau yg berulang ulang dimainkan melalui game sehingga muncul dorongan untuk mendapatkan sensasi nyata dengan perilaku serupa yang berulang ulang ditonton dan dimainkan.

Baca Juga  GenBI IAIA Aceh Kupas Tips dan Trik Lolos Beasiswa BI 2025

Menurut Lailan Fajri Saidina, agar perilaku semacam ini tidak menular lebih luas, maka penting semua pihak mengantisipasi dari perubahan kecil perilaku remaja secara individu, baik di rumah maupun disekolah sebelum menjadi perilaku kelompok atau sosial.

Peristiwa ini juga harus lebih memicu perhatian pemerintah daerah untuk menyediakan ruang ruang publik sebagai sarana saluran kreatifitas remaja, anak muda secara positif dan membangun.

Lhokseumawe, 29 Januari 2023.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Waspada Hoaks! Pesan “Panggilan +375 & Kode #90 Bajak Rekening” Beredar Lagi, Polisi Tegaskan Tidak Benar

ACEH

3 Hektar Lahan di Julok Terbakar, Camat Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan di Musim Kemarau

BERITA

Rakernas 2026, DPN PERMAHI Tetapkan Arah Strategis Organisasi dan Program Kerja Nasional

EDUKASI

Edukasi Sains dan Budaya, Museum Tsunami Aceh Buka Zona Panel Interaktif Masa Kini

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

EDUKASI

13 Mahasiswa KPI UIN Suna Lolos Beasiswa Bank Indonesia 2026

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf