Home / BERITA / EKBIS

Senin, 24 November 2025 - 19:39 WIB

Muzakarah Saudagar Aceh & UMKM Expo 2025 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Keterangan : Ketum MPP ISMI, Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, Ketua DGA, Dr Mustafa Abubakar, bersama Asisten II Sekda Aceh, Dr Zulkifli MSi, Anggota DPR RI, Muslim Ayub, Wakil Ketua DPRA, H Saifuddin Muhammad (Yah Fud), Anggota DPRA, Hj Salmawati (Bunda Salma), Ketua MPW ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi, Katibul Wali Nanggroe, Tgk Abdullah Hasballah SAg MSM, dan Plt Kadiskop UKM Aceh, Zulkifli SPd MPd, secara simbolis membuka acara Kick Off Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 di Gedung Balai Meuseuraya, Banda Aceh, Jumat (21/11/2025) malam. [ Dok ISMI Aceh]
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Balai Meuseuraya Aceh (BMA) selama tiga hari, 21–23 November 2025, berubah menjadi ruang konsolidasi besar pelaku usaha Aceh. Gelaran Muzakarah Saudagar Aceh yang beriringan dengan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 menghadirkan energi baru bagi pembangkitan ekonomi daerah berbasis kolaborasi global.

Acara hasil sinergi MPW ISMI Aceh dengan Diaspora Global Aceh (DGA) serta dukungan penuh Pemerintah Aceh melalui Diskop UKM Aceh ini mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha nasional-internasional, buyer mancanegara, serta jaringan diaspora Aceh dari lebih 20 negara.

Ketua MPW ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh.

“Ini bukan sekadar forum, tetapi gerakan untuk membangkitkan DNA Saudagar Aceh. Produk lokal harus hadir ke pasar global dengan jaringan dagang yang kuat,” ujarnya.

Nurchalis juga menilai kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Tgk Fadhil Darmansyah memiliki visi strategis dalam mendorong lompatan ekonomi Aceh.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Asisten II Setda Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, menegaskan komitmen pemerintah.

“Ini momentum besar mempertemukan UMKM dengan saudagar Aceh di luar negeri. Pemerintah ingin UMKM naik kelas dan berdaya saing global,” ucapnya.

Baca Juga  Perta Arun Gas Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Desa Blang Pulo

Ketua Umum MPP ISMI, Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, dalam pidato kunci menyampaikan rekomendasi strategis agar Aceh ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal Indonesia.

“Kebutuhan industri halal global sangat besar. Aceh punya potensi sumber daya dan posisi strategis. ISMI siap menjadi anchor tenant pengolahan produk lokal,” tegas Ilham Habibie.

Suara serupa datang dari saudagar Aceh di Malaysia, Datuk Haji Mansyur Usman, yang mendorong pemerintah untuk memulai jalur ekspor Krueng Geukueh–Penang pada awal 2026.

“Jika tidak bisa berlayar setiap hari, minimal seminggu sekali harus ada komoditas Aceh masuk ke Malaysia,” katanya.

Hari kedua dipadati peserta seminar internasional dan nasional yang menghadirkan pakar logistik halal dunia Prof Dr Marco Tieman, serta Ketua DGA Dr Ir Mustafa Abubakar, yang menegaskan peran diaspora sebagai jembatan perdagangan global.

Di area expo, lebih dari 50 UMKM menampilkan berbagai produk unggulan mulai parfum Aceh, kuliner tradisional, hingga kerajinan kreatif—menarik perhatian ribuan pengunjung dan buyer luar negeri.

Baca Juga  Pejabat Bupati Aceh Timur Lepas Keberangkatan 240 Calon Jamaah Haji

Puncak acara pada 23 November diisi sesi business matching antara UMKM Aceh dan buyer internasional. Sepuluh UMKM terpilih langsung menandatangani MoU perdagangan global, di antaranya:

Udeung’du, Parfume Neelam/PT Global Mandiri, PT Suree Aceh Darussalam, Makpulo, Debebek, PT Cutkak Heritage Food, Azzeta Batik, Meutuwah Mata, PT Edy Eldina Manufacture, dan PT Tunas Karya Meutuah.

Diaspora bukan penonton. Kami memastikan hasil Muzakarah ini berujung pada kerja sama konkret,” kata Ketua DGA, Mustafa Abubakar.

Forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain: Penguatan inovasi produk dan teknologi pengemasan. Penyederhanaan izin ekspor dan peningkatan fasilitas logistik. Akses pembiayaan UMKM. Kolaborasi riset dan pendampingan UMKM bersama perguruan tinggi

ISMI Aceh juga menyerahkan ISMI Award 2025 kepada 11 tokoh Aceh berkontribusi besar bagi kemajuan ekonomi dan sosial, termasuk Surya Paloh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar, Dr Mustafa Abubakar, dan almarhum Teuku Markam.

Acara ditutup dengan penampilan seni budaya islami yang memperkuat pesan bahwa pembangunan Aceh harus berimbang antara ekonomi dan pelestarian warisan budaya. (Rifqi Sapa)

Share :

Baca Juga

ACEH

Kementerian Pertanian Diminta Buka-bukaan Soal Proyek Rp520 Miliar di Aceh

BERITA

Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas

ACEH

Demo Rusuh di Kantor PT Bumi Aceh Timur, Massa Tahan Manajer dan Desak Pembebasan Hasanudin

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026

ACEH

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

ACEH

Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta.

BERITA

Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel