
Medialiterasi.id – Jepang adalah salah satu negara di Asia yang dikenal dengan kemajuan teknologi dan pendidikannya. Negara ini juga diketahui sebagai penghasil barang-barang elektronik yang produknya diekspor hampir ke seluruh dunia. Maka dari itu tidak mengherankan bila Jepang memiliki pendapatan yang besar dari hasil penjualan barang elektronik tersebut. Etos kerja keras serta kedisplinan adalah modal utama Orang Jepang meraih kesuksesannya. Penyebab Jepang lebih maju disebabkan antara lain:
- Hal yang pertama sekali ditanya oleh Kaisar adalah Guru
“Berapa jumlah guru yang tersisa?” Kata-kata ini berasal dari mulut Kaisar Hirohito sebagai respon pertama yang Ia keluarkan setelah mendengar berita luluh lantaknya Hiroshima dan Nagasaki. Dua kota di Jepang itu hancur karena bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di penghujung Perang Dunia II. Kehancuran dua kota itu pula yang menjadi alasan Kaisar Jepang menyelamatkan guru setelah Perang Dunia 2. Ini menandakan pendidikan sangat penting bagi mereka karena dengan pendidikanlah negara bisa dibangun kembali.
- Orang Jepang sangat menghargai waktu
Bagi orang Jepang waktu adalah uang sehingga mereka sayang banget untuk membuangnya. Bahkan negara ini tercatat sebagai negara yang memiliki keterlambatan hanya sebesar tujuh detik per-tahun. Kalau di Indonesia sendiri gimana? Bilangnya sih on the way tapi ternyata Belum berangkat.
- Jepang sangat menghargai bahasanya sendiri
Bahasa adalah salah satu unsur penting yang membentuk suatu masyarakat dan budaya. Hal ini juga berlaku di Jepang, di mana bahasa memiliki peran penting dalam membentuk nilai dan perilaku masyarakat. Bahasa Jepang memiliki banyak karakteristik yang unik dan kompleks, yang tercermin dalam tata bahasanya, penulisan, dan pengucapannya. Oleh karena itu, untuk memahami bagaimana bahasa Jepang membentuk nilai dan perilaku budaya, penting untuk mempelajari bahasa itu sendiri.
Kita punya Bahasa Indonesia tapi masyarakatnya kurang bangga lebih mengutamakan Bahasa asing/campur kode daripada bahasanya sendiri padahal pengusaan Bahasa Indonesia itu sendiri Belum betul-betul dikusai dengan benar.
- Orang Jepang sangat disiplin
Mereka sangat displin hingga sampai hal-hal kecil, seperti mengantri misalnya. Pendidikan Jepang melakukan penanaman karakter sejak masih kecil. Bahkan di negara ini sejak tingkat pertama hingga ketiga fokus pendidikannya adalah etika agar setiap orang bisa hidup sejalan dengan orang lain. Di Indonesia sendiri kedisplinan adalah hal yang berlaku selama ada petugasnya saja. Ini terlihat pada aksi serobot saat mengantri, di jalan raya memang sudah jadi pemandangan umum.
- Orang Jepang sangat menjaga kebersihan
Meski di sana tidak ada semboyan “Kebersihan adalah sebagian dari iman” tapi negaranya benar-benar bersih. Coba bedakan dengan negara kita yang justru punya semboyan itu.
- Jepang negara penghasil teknologi
Meski negaranya adalah penghasil barang elektronik canggih tapi justru di sana mereka sangat jauh dari gaya hidup konsumerisme. Orang Jepang pandai memilah barang-barang yang harus dibeli. Mereka juga dikenal sebagai golongan orang super hemat.
Sementara di sini begitu ada yang produk elektronik baru langsung buru-buru ngantri untuk beli.
- Orang Jepang merasa malu kalau tidak berprestasi
Merasa malu saat tidak berprestasi apalagi kalau pejabat negara yang ketahuan korupsi. Istilah harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) adalah budaya Jepang yang dilakukan oleh seseorang yang terbukti melakukan kesalahan berat atau gagal melakukan tugasnya. Di Jepang saat seorang pejabat ketahuan korupsi dia akan dengan sadar mengundurkan diri karena rasa malu.
Coba yuk bedakan dengan negara kita. Mungkin bagi penduduk Indonesia, korupsi itu salah satu jalan menuju ketenaran karena dipublikasi disemua media malah tersenyum tanpa rasa malu, semoga korupsi semakin berkurang dan hilang.
- Orang Jepang hobi membaca
Mereka akan memanfaatkan waktu yang sempit untuk hal bermanfaat/bermutu seperti membaca buku.
Banyak orang Indonesia juga baca sih, tapi mungkin baca status WhatsApp, Facebook, Path, kalau tidak Twitter dll!
- Orang Jepang terbiasa hidup mandiri
Orang Jepang terbiasa hidup mandiri. Walau penghasilan mereka besar tapi sejak kecil anak-anak Jepang dilatih untuk mengerjalan segalanya sendiri.
Di Indonesia sendiri penggunaan jasa orang lain sangat sering digunakan walau sendiri mampu seperti jasa si Mbak sangat lumrah terjadi.
- Orang Jepang sangat menghargai produk anak negeri
Orang Jepang berusaha melindungi hasil negerinya dengan menghargai petani lokal. Untuk membentengi negaranya adalah monopoli barang asing misalnya saja seperti beras, pemerintah Jepang akan membantu petani agar bisa menjual produknya dengan harga lebih murah. Pemerintah membatasi impor beras luar agar beras lokal tetap diminati.
Sementara di Indonesia penghargaan terhadap barang lokal terhitung masih lemah. Kamu heran tidak kenapa di pasaran kita ada banyak sekali beras luar beredar? Padahal Indonesia terkenal sebagai negara dengan hasil bumi melimpah ruah.
- Petugas kebersihan di Jepang digaji sangat besar.
Konon katanya penyapu jalan atau pengumpul sampah digaji kurang lebih 50-80 juta per bulannya. Di sini kita semua tahu bahwa pahlawan-pahlawan kebersihan itu masih kurang diperhatikan kesejahterannya.
- Pendidikan adalah aset utama orang Jepang.
Seorang guru di Jepang ditanya, “Apa arti siswa bagi Anda?”, jawabannya adalah “Siswa-siswa ini adalah masa depan Jepang”. Karena itu mengenyam pendidikan yang layak adalah hal mutlak bagi orang di sana.
Di Indonesia pun sudah berusaha membenahinya meski hingga sekarang belum merata. Coba lihat keadaan sekitarmu, tentu masih ada kan anak-anak yang harusnya sudah sekolah tapi tidak sekolah
Artikel ini tentu tidak bermaksud membandingkan. Tapi kultur hidup Jepang yang terlihat sepele itulah yang bisa jadi membuat mereka bisa semaju seperti sekarang ini. Tentu tidak salahnya kalau kita mencoba mengimplementasikannya jika itu untuk kebaikan dan kemajuan kita.
Reporter : JA | Photo : Ist Editor : Juni Ahyar







