Home / BERANDA / EDUKASI

Rabu, 15 Januari 2025 - 20:45 WIB

Ecoprint Dapat Meningkatkan Minat Siswa Belajar Kesenian

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Ecoprint adalah teknik cetak kain yang menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun, bunga, batang, dan ranting tanaman. Teknik ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia atau sintetis.

Kata “ecoprint” berasal dari gabungan kata “eco” yang berarti lingkungan atau alam, dan “print” yang berarti cetak.

Prinsip ecoprint adalah menempelkan langsung bagian tanaman yang mengandung pigmen warna ke media kain. Proses ini mirip dengan pembuatan batik, tetapi tanpa menggunakan canting atau bahan malam.

Beberapa teknik ecoprint, di antaranya:

Teknik pounding, yaitu meletakkan daun atau bunga di atas kain, lalu dipukul dengan palu

Teknik steaming, yaitu mengukus daun atau bunga pada kain yang sudah ditempeli ornamen tumbuhan

Teknik iron blanket, yaitu menggulung kain yang sudah dibersihkan dengan pipa paralon, mengikatnya dengan tali, lalu mengukusnya selama 2 jam.

Ecoprint memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: Ramah lingkungan, Fleksibel dan bisa dilakukan pada berbagai jenis kain, Menghasilkan pola yang unik dan menarik.

Baca Juga  Gus Miftah Minta Maaf Usai Video Yang Dinilai Memojokkan Penjual Es Teh di Pengajiannya Viral

Seiring dengan program Mahasiswa KKN PPM kelompok 175 Universitas Malikussaleh juga menjadikan salah satu program pembelajaran kesenian yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Matang Kuli, Aceh Utara, pada Rabu (15/01/2025).

Pembelajaran kesenian dengan memanfaatkan bahan alami ini diminati para siswa.

Ketua kelompok 175, Andika Pratama menyampaikan, pada pembelajaran ecoprint ini, siswa diajarkan cara memilih bahan, memilih bahan, menyiapkan kain dan menerapkan teknik ecoprint untuk menghasilkan motif yang menarik.

Andika bersama rekan Mahasiswa KKN lainnya mengajarkan teknik Pounding untuk siswa. Dimana
para siswa meletakkan dedaunan diatas kain putih dan kemudian dedaunan tersebut dipukul hingga membentuk motif daun warnanya.

Pembelajaran kesenian dengan teknik Ecoprint menjadi salah satu metode pembelajaran role playing (belajar sambil bermain), selain menumbuhkan kreativitas pada siswa kegiatan ini juga menumbuhkan sikap untuk cinta lingkungan, karena kegiatan pembuatan ecoprint menggunakan bahan dan teknik yang ramah lingkungan.

Baca Juga  Keluarga Korban Pembunuhan Wanita di Karo Minta Jaksa Terapkan Pasal Pembunuhan

Lebih lanjut Andika menambahkan, teknik ecoprint selain bisa diterapkan sebagai metode pembelajaran, juga dapat menghasilkan perekonomian melalui merchandise yang bernilai tinggi baik dengan membuat totebag atau beragam merchandise lainnya.

Sedangkan untuk menjaga ketahanan warna dari hasil ecoprint itu sendiri Agra tidak luntur disaat pencucian, biasanya pelaku usaha menggunakan air cuka, air tawas, air kapur, air tunjung.

“Biasanya saya pakai air tawas atau tunjung. Kalau air tawas untuk warna agak terang”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama kepala sekolah SD Negeri 8 Ainul Mardhiah juga ikut memberi apresiasi atas pembelajaran ecoprint yang di ajarkan oleh Mahasiswa KKN.

“Sangat bagus bagi siswa untuk membentuk karakter anak dalam mendorong perak aktif siswa dalam berkreasi dibidang pembelajaran kesenian”, pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Rakernas 2026, DPN PERMAHI Tetapkan Arah Strategis Organisasi dan Program Kerja Nasional

BERANDA

Breaking News: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Tembus Q2 Moto3 Italia di Mugello

ACEH

Idul Adha 1447 H: 86 Sapi & 57 Kambing Disembelih di Julok, Prioritas untuk Korban Banjir di Huntara

ACEH

“Bersatu Kita Mampu”: IKASMADI Berqurban 200 Paket, Rajut Silaturahmi Alumni SMAN 1 Idi

ACEH

Polda Aceh Kurbankan 46 Ekor Sapi-Kambing, Daging Dibagikan ke Warga dan Pesantren

ACEH

Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E dan P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat di Blok A

BERANDA

Serangan Balasan Iran Guncang Pangkalan AS, Kritik Mengarah ke Eskalasi Washington di Teluk

ACEH

Wabup Aceh Timur Gelar Open House Idul Adha, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat