Home / BERITA

Kamis, 23 Januari 2025 - 13:46 WIB

Domianus Yogi Bersedia Duduk Dimeja Perundingan Dengan Melibatkan Pihak Ketiga yang Netral

MEDIALITERASI.ID | PAPUA – Damianus Yogi, mewakili West Papua Army dan ULMWP, menegaskan bahwa perjuangan kami bukan sekedar soal kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, melainkan tentang hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Menurutnya penentuan nasib sendiri bagi Papua, bukan dialog tentang pembangunan atau kesejahteraan.

Selain itu Damianus Yogi juga menolak dialog yang difasilitasi oleh Indonesia atau negara lain dan perlu dimediasi pihak ketiga PBB atau Melanesian Spearhead Group (MSG) sebagai fasilitator dalam penyelesaian konflik Papua Barat.

Masih menurutnya, walaupun dialog terjadi harus memenuhi, permintaan ULMWP Sebagai mewakili seluruh komponen pro Papua merdeka dan west Papua army sebagai mewakili seluruh angkatan bersenjata di Papua.

“Hari ini kondisi sulit pengungsi di Oksop sebagai bukti ketidakpedulian Indonesia.
Keinginan Kami Keluar dari NKRI dan diakui sebagai bangsa merdeka”, ucap Damianus.

Baca Juga  Dosen KPI Kandidat Doktor di Belanda Jadi Pemateri "Student Life in Netherlands"

“Sikap tegas kami, menginginkan kemerdekaan penuh. Kami melihat dialog yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya penundaan dan tidak relevan dengan tuntutan utama kami bangsa Papua”, ujarnya kembali.

Domianus juga mengecam, jika tuntutan pihaknya tidak dipenuhi, dirinya menegaskan potensi konflik bersenjata di Papua siap semakin besar dan luas.

Seperti dilansir dari Kompas.com, pertemuan Juha Christensen Duta besar Negara Inggris dengan Menteri Koordinator bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra mengatakan, aktivis perdamaian asal Finlandia, Juha Christensen menawarkan bantuan untuk menyelesaikan konflik di Papua (21/01/2025)

Menurutnya, Juha menawarkan diri sebagai mediator dialog antara pemerintah Indonesia dengan kelompok-kelompok di Papua, juga kelompok pendukung kemerdekaan Papua di luar Indonesia.

“Namun sejauh ini, Pemerintah berpendapat belum memerlukan adanya mediator untuk memfasilitasi perundingan damai dalam menyelesaikan masalah di Papua, sebagaimana dilakukan di Aceh pada masa Pemerintahan Presiden SBY,” kata Yusril dalam pertemuan dengan delegasi pemerintah Kerajaan Inggris melalui keterangan tertulis, Rabu (22/1/2025).

Baca Juga  Mabes TNI Gelar Laporan Korps Kenaikan Pangkat, 32 Perwira Tinggi TNI Resmi Sandang Pangkat Baru

Domianus berharap penyelesaian konflik di Papua dilakukan melalui mediasi pihak ketiga (Misalnya diselenggarakan oleh PBB atau negara pihak ketiga yang disepakati).

“Agar kami percaya bahwa ini telah berubah, Indonesia harus menunjukkan itikad baik dan setuju pra-kondisi kami. Keinginan kami untuk mencapai referendum yang demokratis, untuk menjunjung tinggi hak kami untuk mandiri,” jelas Demianus.

Domianus juga mengatakan, pihaknya juga bersedia duduk di meja perundingan dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yakni PBB. Namun Panglima WPA Demianus M Yogi mengatakan menolak Dialog versi domestik Indonesia seperti Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI). [Mougouda Yeimo]

Share :

Baca Juga

ACEH

VIRAL! Pengacara Aceh Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer

BERANDA

Manuver Balasan Netanyahu: Siapkan Aduan ke ICC untuk Jerat Erdogan soal Pelanggaran HAM Kurdi

ACEH

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara untuk Keluarga

ACEH

Kantor PT Bumi Flora di Aceh Timur Dibakar Massa, Kerugian Miliaran – Perusahaan Lapor Polisi

ACEH

Resmi! Persiraja Banda Aceh Tunjuk Muhammad Ridwan Sebagai Pelatih Kepala Baru

ACEH

Bangunan di Kompleks PT Bumi Flora Aceh Timur Terbakar, Polisi Turun ke Lokasi

BERANDA

Situasi di PT Bumi Flora Memanas, Konflik 36 Tahun Kembali Pecah Jelang Perpanjangan HGU

ACEH

Anggaran Rp 920 Juta, Jalan Kota Idi Pasca Banjir 2025 Mulai Diaspal