Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA / EDUKASI / SOSIAL

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:52 WIB

Bupati Al- Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik 

Diharapkan Jadi Solusi Pertanian Pascabanjir

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan pelatihan pembuatan pupuk organik harus menghasilkan manfaat nyata bagi petani dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang diselenggarakan Bank Indonesia di Hotel Royal Idi, Senin (29/6/2026).

Menurut Bupati Al- Farlaky, pelatihan yang dibiayai pemerintah maupun lembaga nonpemerintah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, ilmu yang diperoleh peserta harus benar-benar diterapkan di lapangan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Saya tidak ingin pelatihan ini hanya selesai di atas kertas. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan sehingga benar-benar memberi manfaat bagi petani,” kata Al-Farlaky.

Ia juga meminta seluruh ketua kelompok tani memastikan peserta yang mengikuti berbagai program pelatihan benar-benar merupakan petani aktif.

Baca Juga  Negara Harus Tegas : Laut di Patok Pagar dan Punya SHGB Harus di Bongkar Tuntas 

Dengan demikian, setiap bantuan dan program pemberdayaan yang diberikan pemerintah maupun lembaga lain tepat sasaran.

Di sisi lain, Al-Farlaky mengakui sektor pertanian Aceh Timur masih menghadapi tantangan besar pascabanjir. Selain kerusakan lahan sawah, sejumlah jaringan irigasi di beberapa kecamatan, seperti Simpang Ulim dan Pante Bidari, masih tertutup material banjir sehingga menghambat aktivitas tanam.

Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah penanganan sementara sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena sebagian jaringan irigasi berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.

Selain sektor pertanian, Bupati juga meminta Bank Indonesia memperluas program pembinaan kepada pelaku usaha kecil di Aceh Timur, khususnya pengrajin tenun di Kecamatan Madat dan Simpang Ulim yang terdampak banjir hingga kehilangan sebagian besar peralatan produksi.

Baca Juga  PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

“Tenun Aceh Timur merupakan salah satu tenun terbaik yang dimiliki Aceh. Kami berharap Bank Indonesia dapat ikut membina dan membantu pengembangannya,” ujarnya.

Bupati juga berharap dukungan serupa diberikan kepada pengrajin anyaman tikar pandan yang menjadi salah satu produk kerajinan khas Aceh Timur.

Menutup sambutannya, Al-Farlaky mengundang Bank Indonesia untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Timur melalui penyelenggaraan Pameran Meurah Silu.

“Nantinya pameran Dalam rangka HUT Aceh Timur bisa lebih meriah dengan melibatkan pelaku UMKM serta seniman lokal dengan mengangkat nilai-nilai budaya dan syariat Islam,” demikian tutup Bupati Al- Farlaky. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Korban Jiwa Diperkirakan Bertambah

BERITA

Ditengah Pemanasan Global di Eropa BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrem, Karhutla, dan Pemutihan Karang saat Puncak Kemarau

ACEH

Deli Serdang Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Pemulihan Aceh Timur Pasca Banjir

ACEH

Bupati Al-Farlaky Luncurkan Aplikasi Si AZIS 

BERANDA

“Jiwa dari Permainan”: Surat Timnas Iran untuk Seattle Viral Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir di Piala Dunia

BERANDA

Ini Kotor, Ini Sampah!” Ucapan Warek UNY ke Mahasiswa Soal Spanduk MBG Viral, Picu Debat Kebebasan Ekspresi di Kampus
Barang bukti dan pelaku peredaran 13 karung sabu di wilayah Aceh. Foto: Dok. Istimewa

BERANDA

Bareskrim Gagalkan 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh Senilai Rp585 Miliar di Lhokseumawe, Dua DPO Diburu
afkar

EDUKASI

Menjaga Ekosistem Laut melalui Riset dan Pendidikan Berkelanjutan