
SUMENEP, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan produk yang menjual Bahan Bakar Khusus (BBK) dan minyak solar non subsidi atau Dexlite kembali dapat sorotan dari tokoh aktivis senior Timur daya.
Pasalnya, Pembangunan SPBU yang ada di desa Legung Timur, kecamatan batang-batang tersebut sudah selesai tahun 2019, tapi hingga kini masih tinggal bangunan dan tidak ada aktivitas usaha diareal tersebut padahal fasilitas sudah lengkap.
Sebelumnya, aktivis ALARM juga menyinggung terkait belum beroperasinya SPBU di Jalan Raya Pantai Lombang, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep yang ditanggapi PT Wus bahwa akan dioperasikan perkiraan akhir tahun 2022 kemarin.
Akan tetapi hingga saat ini SPBU setempat belum juga dioperasikan, ini bukti ketidakbecusan PT Wus sebagai BUMD Sumenep, “Ungkapnya Emha Bayjuri kepada media ini, Jumat 3 Maret 2023.
Dirinya menuturkan bahwa SPBU ini sudah lama didirikan, tapi sampai kini tak jelas kapan mau dioprasikan, Jadi maunya PT WUS membangun SPBU tersebut untuk apa dan Berapa kerugian yang ditimbulkan akibat lamanya SPBU tak beroperasi.
Sebagai masyarakat yang berada persis disekitar SPBU ini kami jelas mempertanyakan darimana dana untuk membangun SPBU tersebut, Apakah dana pribadi Ataukah dana rakyat yang dihisap melalui mekanisme pajak, “Paparnya.
Jika dana pembangunan ini dikumpulkan dari mekanisme pajak yang disetorkan rakyat ke negara, maka berapa sudah kerugian yang ditimbulkan pengelola secara materi, dan hal tersebut praktis kerugian rakyat itu sendiri.
Oleh karena itu jika tidak becus membangun dan memanfaatkan mending tidak usah bangun ! Ini jelas modalnya milyaran lalu dibiarkan mangkrak bertahun-tahun tanpa ada planing yang jelas, “Tegasnya.
Ditambahkan, sebagai rakyat kami menggugat, dirinya mengecam akan melakukan penyegelan bersama Aktivis dan rakyat Timur daya dalam waktu dekat ini jika tidak ada kejelasan.
Harapan kami sesegera mungkin SPBU ini dibuka, jika tidak kami bersama rakyat akan ada aksi ke Pemkab Sumenep, “Tutupnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Mohammad Reza hingga berita ini ditayangkan belum ada respon meskipun pewarta sudah menghubunginya sejak kemarin malam hingga saat ini, padahal akun whatsappnya terlihat berdering. (Toifur)







