Home / BERITA / EDUKASI

Jumat, 9 Desember 2022 - 04:18 WIB

SH UIN Ar-Raniry dan FSEI IAI Almuslim Aceh Teken MoA

PAYA LIPAH – Dalam rangka peningkatan kapasitas dosen dan juga nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh menggelar penandatangan kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Kamis (8/12/2022).

Penandatangan MoA ini juga turut dihadiri oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Al Muslim Bireuen dengan FSH UIN Ar-Raniry yang mengambil tempat yang sama di ruang rapat pascasarjana Kampus Paya Lipah di sela-sela kegiatan workshop penelitian.

Dekan FSH UIN Ar-Raniry Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, PhD mengatakan penandatangan kerjasama tersebut menjadi bentuk komitmen antara tiga lembaga untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi baik bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

“Ketiganya menjadi poin penting dalam mewujudkan visi kedua lembaga yaitu FSH UIN Ar-Raniry, FSEI IAI Al Muslim dan FISIP Unimus terutama dalam meraih akreditasi unggul kedepan,” ungkapnya.

Baca Juga  IKAT Aceh dan IAI Almuslim Aceh Gelar ToT Tahsin Bersanad

Trik Menyusun Proposal Hibah Penelitian

Dalam kesempatan tersebut, KBA sapaan akrab pria kelahiran Krueng Mane ini ikut memberikan pengalaman review tentang mencermati penelitian proposal dana hibah sebagai pembelajaran untuk meneliti buku atau jurnal.

“Daftar definisi tidak diperlukan dalam membuat proposal, melainkan hasil wawancara dari setiap orang yang berperan. Karena proposal semakin lokal maka akan semakin menarik, dan dalam penelitian ini hal yang paling penting untuk dikaji,” jelas penulis buku Acehnologi tersebut.

Proposal yang menarik itu, kata KBA memiliki enam unsur penting, yaitu pertama unik dan ada distingsi, kedua memuat literatur terkini, ketiga konsep dijelaskan secara detail, keempat metode penelitian dijelaskan secara detail, kelima semakin lokal semakin menarik termasuk state of art atau level tertinggi dan terkini dari pengembangan sebuah penelitian, dan terakhir ada alasan disetiap pertanyaan dan pernyataan.

Baca Juga  Aceh Timur Siaga Hujan Sedang Sampai Deras Hingga Pertengahan September, Waspada Banjir dan Longsor

KBA juga berpesan, di depan puluhan peserta workshop yang terdiri dari civitas akademika IAI Almuslim Aceh, bahwa saat ingin memasukkan proposal harus teliti untuk melakukan kroscek termasuk soal anggaran yang diajukan.

“Saat ingin mensubmit sebuah proposal, maka harus mengusahakan untuk cek dan ricek. Disebabkan cek dan ricek proposal pertama adalah sistem bukan manusia dan lagi perhatikan budget atau anggaran dan juga justifikasi serta operasionalisasi penelitian proposal,” pesannya.

Pada workshop ini juga turut hadir sejumlah civitas akademika, yakni Dekan Fakultas Tarbiyah, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam serta ketua prodi dan juga mahasiswa.

Reporter : AF | Photo : Ist | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Timbun 1.200 Meter Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M