Pelatihan ini menghadirkan dua jurnalis sebagai pemateri, yakni Anita Diana dari Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe dan Slamet Abdullah dari Metro TV. Keduanya memberikan materi mengenai keterampilan jurnalistik, mulai dari penulisan berita hingga produksi video jurnalistik.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III UIN SUNA Lhokseumawe, Darmadi. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan dasar dalam dunia jurnalistik.
Ketua panitia, Tiara Khalisna, mengatakan PJTD dirancang sebagai ruang belajar bagi peserta untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus mengembangkan keterampilan dalam menyampaikan informasi.
Sementara itu, Pemimpin Umum LPM Al-Kalam, Zahira Putri Meola, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kegiatan pers mahasiswa kepada generasi muda.
Dari total 50 peserta, sebanyak 34 orang berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya. Mereka terdiri atas 11 siswa SMAN 2 Lhokseumawe, tujuh siswa SMAN 1 Syamtalira Bayu, tujuh siswa MAN Kota Lhokseumawe, enam siswa SMKN 8 Lhokseumawe, dan tiga siswa SMA IT Dataqu Imam Syafi’i. Selain itu, kegiatan tersebut diikuti 16 mahasiswa.
Dalam sesi materi, Anita Diana membahas teknik penulisan feature. Ia membekali peserta dengan pemahaman mengenai cara menggali fakta, menyusun cerita, dan menyajikan informasi secara menarik tanpa mengabaikan akurasi.
Selanjutnya, Slamet Abdullah menyampaikan materi jurnalistik video. Peserta diperkenalkan dengan teknik pengambilan gambar, penyusunan materi visual, serta penyampaian informasi melalui format video.
Selain pemaparan materi, peserta juga dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti praktik jurnalistik. Pada akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil dan keterlibatan mereka selama pelatihan.
Melalui kegiatan ini, LPM Al-Kalam berharap peserta dapat mengembangkan kemampuan jurnalistik, baik dalam penulisan maupun produksi konten audiovisual, serta menerapkan prinsip akurasi dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. (EQ)







